
Setelah membenahi Alam Bawah, dan meningkatkan ranah kekuatan kultivasi pasukannya. Arya beserta istri, keluarga, kerabat dan seluruh bawahan intinya, akan berpetualang lagi, kali ini dia akan naik ke Alam Dewa Agung Lapisan Pertama.
Portal menuju ke Alam Dewa Agung, sudah dibuat oleh Arya dan Raja Agung Darma Kusumah, yang ditempatkan di Markas Komando Pasukan Prabu Widjaya, dan di jaga ketat oleh prajurit elit Pengaman Alam Bawah, yang baru selesai digembleng didalam dunia jiwa.
Di Markas Komando Prabu Widjaya, sementara baru dibuat tiga portal, portal nomor satu menuju ke Alam Dewa Agung Lapisan Kedua, portal nomor dua menuju ke Alam Dewa Agung Lapisan Pertama, dan portal tiga menuju ke Alam Bumi.
Sedangkan untuk mengendalikan kekuasaan di Alam Lapisan Bawah, Arya mempercayakan kepada kakeknya, Prabu Widjaya, sebagai Penguasa Alam Bawah, dibantu oleh Jenderal Kartadipura, sebagai Wakil Penguasa, serta Jenderal Bayu Amarta, sebagai Panglimanya. Dan Jenderal Wiguna, sebagai Panglima Komando Pasukan Elit Cakrabenua, yang ditingkatkan statusnya menjadi Pasukan Pengaman Alam Bawah, dan terdiri dari prajurit elit Pemanah Beracun, prajurit elit Pasukan Rajawali Sakti, prajurit elit Pasukan Laba-laba Hitam, prajurit elit Pasukan Katak Hitam, dan prajurit elit Srikandi, yang keseluruhannya, baru selesai mengikuti pendidikan dan pelatihan secara khusus didalam dunia jiwa.
Sekarang sudah waktunya, Arya beserta rombongannya, meninggalkan Alam Bawah. Semuanya pamitan kepada Prabu Widjaya dan bawahannya. Terutama Raja Agung Darma Kusumah dan Ratu Kencana Ungu.
"Sahabat, sudah waktunya kami menuju ke Alam Agung, untuk menumpas pasukan iblis yang telah menguasai alam itu. Dan nanti kita saling berkunjung, karena sudah ada portal sebagai jalan penghubungnya," ucap Raja Agung, pamitan kepada Prabu Widjaya.
"Terimakasih, atas bantuan Yang Mulia Raja Agung, dalam mengembangkan kemajuan di Alam Bawah ini. Dan dimasa depan, kami akan mengunjungi Alam Agung," balas Prabu Widjaya.
Setelah berpamitan, Arya memasukkan seluruh rombongannya kedalam dunia jiwa, agar memudahkan dalam perjalanannya. Kemudian bergegas menuju kesebuah portal nomor dua, yang akan membawanya ke Alam Agung, dengan diiringi oleh tatapan sejumlah mata, yang turut mengantarkan sampai kedepan portal, yang sudah diaktifkan oleh para penjaganya.
Whuuss.....
Arya melesat masuk kedalam portal, meluncur memasuki lorong waktu yang gelap, tidak ada cahaya sama sekali. Hanya dengan menggunakan kekuatan mata malaikatnya, dia mampu menembus kearah depannya.
Satu jam, dua jam, tiga jam berlalu, hingga satu hari, dua hari, tiga hari, Arya masih meluncur didalam lorong waktu, yang membawanya dengan kecepatan tinggi, hingga sedikit terasa pening di kepalanya.
Enam hari berlalu, baru terlihat ada cahaya diujung lorong waktu, semakin dekat semakin besar, tampak sebuah gerbang keluar dari portal. Arya bersiap-siap, agar tidak dilemparkan oleh kekuatan lorong waktu.
Whuuss.....
Arya jungkir balik di udara, disebuah dasar lembah yang curam, sehingga tidak ada satupun manusia yang berada ditempat itu.
Kemudian dia mengedarkan pandangan mata malaikatnya, kesegenap penjuru dasar lembah, untuk memindai keadaan dibalik lembah.
Mata malaikat Arya melihat ada sebuah kehidupan di dalam Goa, makanya dia cepat-cepat mengeluarkan Raja Agung Darma Kusumah dan Istrinya, Ratu Kencana Ungu, dari dalam dunia jiwanya.
__ADS_1
Whuuss..... Whuuss.....
Raja Agung Darma Kusumah dan Ratu Kencana Ungu, muncul dihadapan Arya, yang sedang menatap kearah Goa, yang tidak jauh jaraknya dari Arya, sekitar empat ratus meter.
"Nak Arya, ada dimanakah kita sekarang?" Tanya Raja Agung, sembari mengitari sekeliling dasar lembah, ada sedikit keheranannya.
"Di dasar sebuah lembah, entah lembah apa namanya? Namun didepan sana, didalam sebuah Goa, ada sebuah kehidupan," jawab Arya.
Lalu Raja Agung Darma Kusumah, memindai ke dalam Goa dengan mata Dewanya. Tampak dimatanya, ada sebuah pergerakan, sedang bergerak menuju kearah luar dari Goa.
"Kita menunggu mereka disana, di atas pohon yang tinggi itu," ucap Raja Agung Darma Kusumah, sambil menunjuk kesebuah pohon yang tinggi, yang berada didepannya.
Ketiganya berloncatan menghampiri kesebuah pohon, dan pada duduk-duduk di dahannya, untuk mengawasi keadaan didepan mulut Goa.
Tak seberapa lama, ratusan orang keluar dari dalam Goa, Raja Agung dan Ratu Kencana Ungu, begitu melihat pimpinan kelompok itu keluar dari dalam Goa, keduanya langsung melesat terbang menghampiri kelompok itu, diikuti oleh Arya dari belakang.
Raja Agung Darma Kusumah dan Ratu Kencana Ungu, serta Arya yang mengikutinya dari belakang, tiba dihadapan mereka. Tentu saja mereka terkejut, karena secara tiba-tiba, orang yang sudah lama menghilang, muncul kembali dihadapannya.
"Jenderal Indrajati, sedang apa kalian berada disini?" Tanya Raja Agung, mengagetkan mereka.
"Memangnya kamu sudah mulai pikun, sehingga sudah tidak mengenal kami lagi," balas Raja Agung Darma Kusumah.
"Bukan begitu Yang Mulia, soalnya Yang Mulia dikabarkan sudah meninggal," ucap Jenderal Indrajati.
"Kata siapa kami sudah meninggal?" Tanya Raja Agung.
"Kata orang dalam istana. Kata mereka, mayatnya dimasukkan kedalam sebuah portal, yang membawanya ke alam lain," jawab Jenderal Indrajati, menjelaskan.
"Ya, sudah kalau memang begitu. Sekarang aku tanya, sedang apa kalian berada disini, bukannya kalian mengikuti mereka, sama-sama sebagai pengkhianat?" Tanya Raja Agung lagi.
"Maafkan kami Yang Mulia, sejak Yang Mulia dikabarkan meninggal, kami yang selalu berada di pihak Yang Mulia, dikejar dan diburu oleh mereka, untuk dijadikan budak oleh para iblis, dan dijadikan sebagai pekerja paksa, disebuah tambang batu kristal spiritual, yang dikuasai oleh mereka," tutur Jenderal Indrajati.
__ADS_1
"Lalu sekarang, ada berapa ratus orang yang bergabung bersama kalian?" Tanya Raja Agung Darma Kusumah.
"Kami yang berada ditempat ini, ada tiga ratus dua puluh orang. Dan kami tidak bisa kemana-mana, untuk kabur ke Alam Dewa Agung, alam itu juga sudah dikuasai oleh pasukan iblis," jawab Jenderal Indrajati.
"Kalian semua salah, Alam Dewa Agung sudah bersih dari pasukan iblis, bahkan Penguasanya juga sudah berganti, sekarang penguasanya seorang perempuan. Dan leluhur Dewa Agung, juga sudah ditaklukkan," ucap Raja Agung, menjelaskan bahwa Alam Dewa Agung sudah dibenahi oleh Arya, seorang Penguasa Agung Semesta Alam Raya.
Lalu dia menceritakan keberadaan di Alam Dewa Agung, sejak Arya ditugaskan membersihkan alam itu dari prajurit iblis, satu makhluk iblis pun tidak ada yang disisakan, semuanya diceritakan, sedikitpun tidak ada yang terlewati, hingga meningkatkan ranah kekuatan kultivasi para prajurit di Alam Dewa Agung, dan prajurit di Alam Bawah.
Begitu pula kedatanganya ke Alam Agung ini, untuk menumpas para makhluk-makhluk iblis, yang sudah menguasai alam ini.
"Begitulah ceritanya, sekarang kami akan langsung menyerang mereka, yang sudah berani berkhianat dan berbuat dzalim," ucap Raja Agung Darma Kusumah, diakhir ceritanya.
"Aku nanti perlu tenaga kalian, hanya untuk membantu membersihkan reruntuhan sisa pertempuran," imbuh Raja Agung Darma Kusumah.
"Baik, Yang Mulia. Apakah Yang Mulia yakin, dapat menumpas mereka, yang sekarang kekuatan mereka sudah berada ditingkat Great Imortal Bintang Lima tahap puncak, dan para prajuritnya, rata-rata ranah kekuatannya, berada ditingkat Imortal Bintang Sembilan tahap puncak. Rasanya sangat mustahil untuk mengalahkan mereka," Balas Jenderal Indrajati.
"Kamu merendahkan kami," ucap Raja Agung, sambil mengeluarkan aura kekuatan ranah God King Tahap Sempurna Bintang Lima Puncak, tentu saja mereka langsung tersungkur dan muntah darah.
Disusul oleh Arya, yang mengeluarkan seluruh bawahan intinya dari dalam dunia jiwanya, yang ranah kekuatannya melebihi kekuatan di Alam Agung, sehingga mereka bertekuk lutut tidak berdaya.
"Maafkan kami, Yang Mulia Raja Agung. Kami tidak tau bahwa ranah Yang Mulia sudah melebihi kekuatan di alam ini," ucap mereka, memohon permintaan maaf kepada Raja Agung Darma Kusumah.
"Minta maafnya bukan kepada kami, tapi minta maaflah kepada Penguasa Agung Semesta Alam Raya, karena berkat dialah kami masih hidup, dan bisa meningkatkan ranah kekuatan kultivasi kami, seperti saat sekarang ini," tegas Raja Agung, menatap mereka.
"Sudahlah, tidak usah dipersoalkan. Yang penting sekarang ini, kita langsung berangkat ke ibukota Alam Agung, untuk menggempur mereka dari udara," sambung Arya.
"Baiklah, Nak Arya. Kalau begitu, lebih baik kita berangkat sekarang," sahut Raja Agung, langsung melesat terbang menembus awan, diikuti oleh Ratu Kencana Ungu, serta Arya dan seluruh bawahannya, yang mengikutinya dari belakang.
Mereka semua terbang dibalik awan, agar tidak bisa dilihat oleh para makhluk iblis, yang berada dibawahnya.
Arya beserta seluruh bawahannya, terbang menuju kearah selatan, dengan dipandu oleh Raja Agung Darma Kusumah, dan Ratu Kencana Ungu, yang terbang didepannya.
__ADS_1
Mereka terbang dengan kecepatan tinggi, melewati beberapa kota yang terlihat dibawahnya, tanpa mau beristirahat barang sejenak pun, malah mereka terus menambah kecepatan terbangnya, karena mereka tidak ingin menyia-nyiakan waktu, sebelum urusan mereka selesai.
Bersambung......