Kultivator Tingkat Dewa

Kultivator Tingkat Dewa
55. Menghancurkan Istana Siluman Monyet


__ADS_3

Berita ditaklukkannya dua kelompok besar mafia di Asia, telah mengguncang dunia usaha perdagangan gelap. Karena semua sektor usaha di seluruh Asia itu dikendalikan oleh kedua kelompok itu, Kelompok Naga Asia dan Kelompok Black Dragon.


Harga saham ikut menurun, seiring dengan tumbangnya kedua kelompok mafia terbesar di Asia, karena semua perusahaan yang ada di bursa saham, dikendalikan oleh kedua kelompok itu.


Namun sebaliknya, PT Prabu Agung, yang baru masuk ke bursa saham, melonjak naik secara drastis. Kenaikannya hampir mencapai tiga ratus persen.


Tentu kabar ini menguntungkan orang-orang Prabu Agung, terutama Lukman Atmadja dan Suci Oktavia, kedua orang kepercayaan Panji itu sangat gembira sekali, bahkan keduanya merayakan acara pesta makan dengan para teman-temannya, di restoran mewah milik Prabu Agung.


"Hari ini, kita akan merayakan kemenangan Prabu Agung, atas kemenangannya dari kedua kelompok mafia terbesar di Asia. Hari ini kita rayakan dengan acara jamuan makan," ucap Lukman Atmadja pada teman-temannya.


"Ayo, kita nikmati hidangan favorit dari restoran mewah ini," sambung Suci Oktavia, mengajak yang lainnya untuk segera menikmati hidangan favorit yang telah disajikan.


Tampak hadir, dalam acara jamuan makan itu, selain Lukman Atmadja dan Suci Oktavia, ada juga Rangga Kusumah, sekretaris Himpunan Pengusaha Asia, George Clooney, Ketua Pelaksana Harian Himpunan Pengusaha Asia, Mickey Rourke dan Robert Pattinson, keduanya Wakil Ketua Pelaksana Harian Himpunan Pengusaha Asia, serta Danu Soedirdja dan Hendra Saputra, keduanya Dewan Direksi PT Prabu Agung, serta para pengusaha yang menjadi anggota Himpunan Pengusaha Asia, dan para petinggi negara yang turut hadir dalam acara jamuan makan tersebut.


Hanya Arya yang tidak mau ikut campur dengan urusan mereka, karena dunia Arya dengan dunia mereka berlainan arah. Arya hanya ingin semua pengusaha sportif, bersaing secara sehat, tidak saling menjatuhkan satu sama lain. Makanya Arya membentuk sebuah wadah untuk para pengusaha, agar mereka sesama anggotanya, dapat kebagian jatah proyek, hingga tidak menjadi rebutan proyek lagi.


Arya akan hadir didepan para pengusaha, tepat diwaktu peresmian Prabu Agung Tower, suatu kawasan elit dan bergengsi yang baru selesai dibangun, dikawasan Jakarta Selatan, yang terdiri dari Hotel, Apartemen, Perkantoran, Swalayan, Tempat Hiburan dan Wisata, serta perumahan mewah.


Untuk saat ini, Arya lebih fokus untuk membersihkan alam ini dari pengaruh-pengaruh iblis, yang telah merasuki jiwa manusianya.


Karena masih ada beberapa kelompok besar dan kuat, yang merajai dunia mafia di alam ini, yang didukung oleh kelompok prajurit iblis dari Alam Bayangan, yang dilemparkan ke Alam Bumi ini.


Ada kelompok Black Devil dan Black Skull, Iblis Hitam dan Tengkorak Hitam, yang merajai semua sektor usaha di daratan Amerika dan Eropa. Kedua kelompok itu tidak segan-segannya menindas orang-orang yang lemah, dan menjadikan mereka sebagai budak-budak Iblis, serta menculik para gadis belia untuk dijadikan pemuas nafsu Iblisnya.


Arya dengan dua kapal pesiarnya, sebenarnya ingin segera ke Amerika dan Eropa, untuk menaklukkan kedua kelompok itu, sambil berkeliling menjelajahi seluruh benua.


Namun, karena urusan di tanah Jawa belum tuntas semuanya, apalagi daerah-daerah tertentu yang sudah ditandai oleh Arya, belum sempat dibersihkan semuanya, karena keburu menghadapi dua tantangan dari kelompok Naga Asia dan Black Dragon Atlantik, akibatnya tertunda untuk sementara waktu.


Dan hari ini, dia kembali menyisir di seluruh pesisir pantai selatan Tanah Jawa, serta di beberapa lereng gunung yang sudah ditandai.


Seperti biasa, untuk urusan di Tanah Jawa, dia kembali menyamar sebagai pemuda kampung, yang tidak memiliki kekuatan dan kemampuan.


Arya menyusuri wilayah pesisir pantai selatan, dengan berjalan kaki menuju sebuah perkampungan, yang tidak jauh dari pantai.


Dia hendak menuju kesebuah warung kopi, hanya sekedar ingin minum, sembari mencari informasi dari sesama pengunjung warung.


Tiba di kedai warung kopi, Arya langsung memesan secangkir kopi, karena selama di Tanah Jawa, dia sudah biasa minum kopi, dengan gorengan yang disajikan di warung.


Pendengaran Arya lebih dipertajam lagi, dengan menyalurkan kekuatan kearah kedua telinganya. Walaupun orang itu hanya berbisik, pasti obrolannya akan terdengar oleh Arya.


Arya mendengarkan obrolan dari beberapa pengunjung warung kopi itu, dengan jelas obrolannya dapat didengar.


"Kamu tidak ikut Sin, ke Goa Monyet!" Seru Sarji kepada Husin.


"Memangnya ada apa di Goa monyet?" Tanya Husin penasaran.


"Katanya sih, Raja Monyet, tengah bagi-bagi harta karun," jawab Sarji.


"Wah...! Kata siapa itu?" Tanya Husin lagi, lebih penasaran.


"Orang-orang pada pergi ke sana," jawab Sarji lagi.


"Goa monyet yang dimana? Goa monyet itukan ada dua, yang di sisi laut, sama yang di Bukit Batur," ucap Husin.


"Goa monyet yang di Bukit Batur, karena yang di sisi laut itukan tempat bermainnya. Sedangkan kerajaan monyetnya ada di Bukit Batur," balas Sarji menjelaskan.


"Kok, kamu tau semua! Jangan-jangan kamu pernah ke sana ya?" Tanya Husin heran.


"Aku pernah diajak oleh teman ke Bukit itu, namun aku tidak masuk kedalam Goanya. Hanya menunggu diluar, karena aku hanya mengantar teman," jawab Sarji menjelaskan.


"Terus....!  Teman kamu itu! Sekarang keadaannya bagaimana? Apakah dia sudah kaya?" Tanya Husin penasaran.


"Sudah sukses, dia sudah menjadi juragan tanah di desa sebelah," jawab Sarji, lalu menuturkan perjalanannya ke Bukit Batur itu.

__ADS_1


Satu bulan setelah dari Bukit Batur, usaha temannya itu terus menerus berkembang, dari satu usaha warung kecil-kecilan di rumah kontrakannya, meningkat bisa membeli toko sembako di pasar.


Tidak hanya sampai disitu, dia terus menambah usaha-usaha lainnya, seperti buka Usaha Penggilingan Padi, restoran, kontraktor, perhotelan, dan menjadi juragan tanah.


"Rumahnya sekarang sudah mewah seperti istana," ujar Sarji diakhir penuturannya.


"Oh.... Rumah besar dan mewah di desa sebelah itu?" Tanya Husin lagi.


"Iya, itulah rumahnya, yang pernah aku antar ke Bukit Batur itu," jawab Sarji.


"Kenapa kamu tidak ikut menikmati hasil kekayaannya?"


"Tidak ah, ngeri!"


"Ngeri kenapa?"


"Takut menjadi tumbalnya!"


"Hmm.... Pantas kamu menjauh darinya."


"Itulah yang aku takutkan."


"Sekarang bagaimana? Dengan rencana kamu selanjutnya?"


"Aku menunggu kabar dari seorang yang pintar, katanya dia akan membantuku."


"Ya, semoga saja tidak terjadi apa-apa!"


"Amin...!"


Keduanya lalu beranjak dari tempat itu, sambil membawa alat penangkap ikan, dan pergi menuju ke arah laut.


Arya setelah membayar kopi dan makanannya, bergegas pergi menuju ke Bukit Batur, yang dibicarakan oleh kedua orang itu.


Tidak terasa didalam perjalanannya, dia sudah sampai di Bukit Batur. Lalu mengedarkan pandangan mata malaikatnya, tampak didalam Bukit Batur ada sebuah kerajaan besar, yaitu kerajaan siluman monyet, dengan pintu masuknya dari sebuah Goa yang dijaga oleh puluhan monyet besar-besar.


Tidak begitu lama, gerombolan monyet berdatangan ikut mengepung Arya, tidak tau datangnya darimana! Tau-tau mereka sudah bermunculan mengepung Arya.


Seringai wajah-wajah monyet, dengan menampakkan gigi-giginya yang kuning, menatap kearah Arya, hendak menerkamnya.


"Kamu siapa? Ada maksud apa datang kemari?" Tanya monyet yang lebih besar, monyet yang memakai mahkota itu bisa berbicara layaknya manusia.


"Aku seorang petualang, datang kemari karena tersesat," jawab Arya berbohong.


"Jangan bohong kamu! Biasanya orang datang kemari meminta kekayaan dari Ratu kami," ucap monyet besar itu.


"Ratu! Bukankah kamu yang menjadi Ratunya?" Tanya Arya penasaran.


"Ratu kami ada di singgasana istananya. Aku hanya panglimanya yang menjaga gerbang masuk ke Kerajaan. Biasanya orang-orang yang meminta kekayaan dari Ratu kami, harus melalui pemeriksaan dariku," balas monyet besar itu.


"Pemeriksaan!?"


"Ya, pemeriksaan terlebih dahulu. Sebelum masuk kedalam istana menghadap Ratu."


"Apakah aku juga sama akan diperiksa?"


"Tidak ada pengecualian, semua orang yang mau meminta kekayaan dari Ratu kami. Harus diperiksa terlebih dahulu."


"Aku hanya meminta nyawa kalian, dan nyawa Ratu kalian," ucap Arya tegas, memprovokasi mereka.


"Kurang ajar kamu! Apakah kamu tidak pernah mendengar, tentang kesaktian Ratu kami,?"


"Buat apa tau? Tidak ada gunanya!"

__ADS_1


"Dasar bajingan! Rasakan ini.... Hiiaaatttt....!" Seru monyet besar berteriak, menerjang Arya.


Arya ingin bermain-main dulu sebentar, tidak langsung menggunakan kekuatan intinya. Dia hanya menggunakan kekuatan fisiknya, untuk melayani monyet besar itu.


Dia menghindari terjangan pukulan dan tendangan dari monyet besar, kesamping kirinya, lalu tangan kanannya mendorong kepala monyet itu hingga tersungkur mencium tanah, padahal itu hanya menggunakan kekuatan fisiknya, bukan kekuatan intinya.


"Hahaha.... Hanya segitukah kekuatan panglima siluman monyet itu? Aku kira, benar-benar Sakti!" Seru Arya, terus memprovokasinya.


Monyet besar itu cepat berdiri lagi, dengan menahan amarahnya yang besar, dia langsung menerjang Arya lagi.


"Bajingan kamu! Hiiaaatttt...." Cakar monyet Diarahkan kepada wajah Arya, ingin mencakar wajahnya.


Arya menangkisnya dengan tangan kanannya, tangan kirinya memegang tengkuk monyet. Karuan saja monyet itu gelagapan, meronta-ronta ingin lepas.


Monyet besar itu dilemparkan oleh Goa kedalam Goa.


Bug.... Brak....


Tubuh monyet besar menabrak sesuatu didalam Goa.


Argh...... Monyet besar itu menggeram kencang sekali, hingga menggetarkan tempat itu.


Geraman monyet besar, menandakan suatu perintah untuk menyerang Arya.


Akhirnya, ratusan monyet-monyet besar itu, berloncatan menerjang kearah Arya, dengan lengkingan jeritan dan teriakannya yang sangat berisik sekali.


Kali ini, dia tidak bermain-main lagi, karena dia ingin langsung bertemu dengan Ratunya.


Arya mengeluarkan jurus Dewa Rajawali Mengunci Lawan, untuk mempercepat waktu, dan mengikat semua monyet-monyet siluman dengan rantai baja.


Dia langsung melesat ke depan mulut Goa, lalu melancarkan pukulan jarak jauhnya, dengan kekuatan tujuh puluh persen.


Duarr.... Duarr....


Terdengar ledakan yang cukup keras menghancurkan Bukit Batur, hingga menimbun seluruh Goa, yang biasa dipakai tempat ritual meminta kekayaan.


Goaargh.... Goaargh....


Geraman marah Ratu monyet dari dalam Goa terdengar, dia sangat marah sekali, karena istana dan pasukannya dihancurkan.


Ratu monyet keluar dari tumpukan reruntuhan bukit, yang menimpa Goa atau istana siluman monyet, dan langsung menerjang Arya, dengan pukulan jarak jauhnya.


Arya membalasnya dengan pukulan Cakar Rajawali, hingga dua kekuatan besar beradu.


Duarr....


Ratu siluman monyet terjengkang kebelakang puluhan meter, sedang Arya masih tetap berdiri tegak ditempatnya.


Arya langsung mengeluarkan rantai baja dari cincin penyimpanannya, dan melemparkannya kearah tubuh monyet itu. Rantai baja yang sudah dialiri oleh kekuatan mistis, dengan sendirinya melilit sekujur tubuh Ratu Siluman Monyet, hingga dia merasakan tubuhnya seperti remuk, diremas-remas oleh kekuatan mistis rantai baja.


Ratu siluman monyet itu dikembalikan lagi oleh Arya ke alamnya, dengan sekujur tubuhnya dirantai, diikuti oleh seluruh bawahannya, yang menghilang dengan sendirinya, begitu Ratunya tidak berdaya.


Bukit Batur kembali sunyi, hanya ada empat ekor monyet kecil menghampiri Arya. Dan dari kedua kelopak matanya berlinang air mata, tanda minta pertolongan kepada Arya.


Arya menatap empat ekor monyet kecil itu, dengan kekuatan mata malaikatnya.


"Hmmm.... Korban tumbal kerakusan manusia-manusia iblis," ucap batin Arya.


Diapun menyalurkan setengah kekuatan mistisnya, yang diarahkan kepada monyet-monyet itu.


Tidak lama kemudian, empat ekor monyet kecil itu berubah kembali menjadi manusia seutuhnya. Empat anak kecil berusia antara sembilan tahun hingga sebelas tahun, satu anak lelaki, dan tiga anak perempuan.


Tampak keempatnya sangat ketakutan, ada rasa trauma yang mendalam didalam dirinya. Arya cepat-cepat membawa mereka kedalam dunia jiwanya, dan menyuruh para pelayannya, untuk membantu memulihkan kondisi psikologisnya.

__ADS_1


Setelah semuanya selesai dikerjakan, Arya kembali lagi meneruskan perjalanannya.


Bersambung.....


__ADS_2