Kultivator Tingkat Dewa

Kultivator Tingkat Dewa
65. Menyelamatkan Gadis Belia


__ADS_3

Seorang wanita muda cantik, yang diselamatkan oleh Arya dari cengkeraman makhluk iblis, kini sudah pulih kembali. Dia berjalan bersama dengan Arya dan Ratu Derwani, mengarah kesebuah perkampungan yang terdekat.


"Siapa namamu?" Tanya Arya, menatap kearah wanita muda itu.


"Delima, Tuan," jawabnya.


"Oh, bagus sekali namamu!" Seru Arya. "Kamu tinggalnya dimana?" Tanya Arya lagi.


"Jauh, Tuan Muda. Aku berasal dari Alam Agung, dibawah satu tingkat dari Alam Dewa Agung. Aku kesini diculik oleh para iblis itu, untuk dijadikan persembahan kepada rajanya, tapi sebelum aku dijadikan budak pemuas nafsu Raja Iblis, aku mencoba melawannya, hingga Tuan Muda datang menolongku," jelas Delima.


"Kalau begitu, kamu boleh ikut denganku, jika kamu mau!" Ajak Arya.


"Terimakasih, Tuan Muda," balasnya tersenyum senang.


Ketiganya terus berjalan melangkahkan kakinya, menuju sebuah perkampungan yang terdekat.


Namun tidak jauh darinya, terdengar suara orang yang tengah bertarung. Arya mengajak Delima dan Ratu Derwani, untuk melihat pertarungan itu.


"Ayo, kita lihat! Siapa tau mereka memerlukan pertolongan kita!" Seru Arya, mengajak Delima dan Ratu Derwani.


"Baik, Tuan Muda," balas Delima dan Ratu Derwani bersamaan.


Ketiganya melesat loncat dari pohon ke pohon, menuju ke sumber suara pertarungan.


Dari jarak sekitar lima meter, di atas sebuah pohon besar, Arya, Delima dan Ratu Derwani mengawasi pertarungan tersebut.


Tampak sepuluh makhluk iblis mengeroyok dua gadis belia, yang terlihat sudah terdesak.


"Hahaha... Menyerahlah nona, sebelum kami menyeret kalian!" Seru pimpinan kelompok iblis.


Selesai pemimpin kelompok iblis berbicara, tiba-tiba kesepuluh iblis itu terlempar dari tempatnya, dengan sekali lambaian tangannya.


"Hahaha.... Ternyata hanya cecunguk iblis, yang selalu membuat kehidupan penduduk tidak nyaman," ucap Arya tertawa.


"Siapa kamu? Beraninya mencampuri urusan kami!" Seru pemimpin kelompok iblis, menghardik Arya.


"Aku adalah orang yang akan menangkap kalian semua," balas Arya, memprovokasi mereka.


"Kurang ajar kau! Ayo tangkap pemuda itu!" Seru pemimpin kelompok iblis berteriak, memerintahkan bawahannya untuk menangkap Arya.


"Tidak semudah itu kalian menangkap ku!" Seru Arya, sambil mengeluarkan rantai baja mistis, dari cincin penyimpanannya, lalu melemparkannya kearah mereka, dengan sendirinya rantai itu membelit sekujur tubuh mereka, hingga kesepuluh makhluk iblis itu tidak berdaya, karena jika bergerak, sekujur tubuhnya akan terasa remuk diremas-remas oleh lilitan rantai baja mistis.


Arya dengan santai menghampiri mereka, lalu dia menghancurkan basis kultivasi mereka dibawah perutnya, hingga berteriak menahan rasa sakitnya yang bukan kepalang.


"Bagaimana rasanya sekarang, setelah kalian kehilangan kekuatan. Apakah masih berani melawan kedua gadis itu?" Tanya Arya kepada sepuluh makhluk iblis, sambil menunjuk kearah dua gadis belia.


"Nona, bagaimana sekarang? Apakah mau membalas perbuatan mereka?" Tanya Arya kepada dua gadis belia.


"Baik, Tuan Muda," balas kedua gadis belia itu bersamaan, sambil menghampiri kesepuluh makhluk iblis.


Plak.... Plak.... Plak.... Plak....


Tiba-tiba kedua gadis belia itu, menampar kesepuluh makhluk iblis dengan kerasnya, hingga mereka terjengkang kebelakang, menabrak beberapa pohon yang berada ditempat itu.

__ADS_1


Aahhh.... Aahhh.... Argh....


Jerit kesakitan dari mereka terdengar, bukan karena ditampar, melainkan tubuhnya terasa remuk diremas-remas oleh lilitan rantai baja mistis, karena mereka bergerak menabrak pohon, hingga menarik rantai baja mistis, yang kemudian meremas sekujur tubuh mereka dengan sangat kuat.


Setelah semua makhluk iblis itu tidak berdaya, dan sudah kehilangan kekuatannya, Arya segera menarik rantai baja mistis dari sekujur tubuh makhluk iblis, dan memasukkan kembali kedalam cincin penyimpanannya. Kemudian mengajak kedua gadis belia itu, untuk ikut dengan rombongan Arya.


Kedua gadis itu merasa senang bisa bergabung dengan Arya, Delima dan Ratu Derwani.


"Siapa nama kalian, nona?" Tanya Ratu Derwani, kepada kedua gadis belia itu.


"Aku Ningrum, dan ini adiku, namanya Ningsih," jawab Ningrum.


"Oh, kalian kakak beradik?" Tanya Ratu Derwani lagi.


"Iya, Kak," balas Ningrum.


Beberapa waktu berjalan, mereka sampai didepan gerbang sebuah kampung yang besar dan ramai, kelimanya membaca sebuah tulisan yang tertera di atas gerbang masuk, "Selamat Datang Di Perkampungan Dewa Naga Bulan", bunyi tulisan itu.


"Perkampungan Dewa Naga Bulan!" Seru mereka bersamaan.


Kelimanya terus melangkah mendekati pos penjagaan, yang dijaga oleh enam orang prajurit Dewa Naga Bulan, yang rata-rata ranahnya berada ditingkat Abadi Bintang Tiga tahap puncak, dan Komandannya ditingkat Abadi Bintang Empat tahap awal, Arya dan keempat pengikutnya memohon izin untuk memasuki perkampungan.


"Identitasnya, anak muda!" Seru penjaga kepada Arya.


"Kami berlima belum memiliki identitas, karena kami baru di alam ini," ucap Arya.


"Darimana kalian?" Tanya penjaga.


"Kami dari Alam Dewa Agung Lapisan Pertama," jawab Arya sekenanya.


"Iya, saudara," balas Arya. "Kalau kami membuat identitas disini, kiranya bisa tidak," tambahnya.


"Ayo, kalian ikut denganku!" Seru penjaga pos, untuk mengikutinya.


Didalam pos, mereka satu persatu diinterogasi, walaupun Arya merasa kesal, akhirnya dia menjawab sekenanya.


Mereka berlima, dibuatkan identitas oleh komandan penjaga pos, masing-masing dikenai biaya lima koin emas. Arya mengeluarkan tiga puluh koin emas.


"Ini kelebihan anak muda," ucap komandan penjaga pos.


"Selebihnya untuk kalian," balas Arya.


"Terimakasih anak muda," ucap komandan penjaga pos senang.


Usai mereka dibuatkan identitas, kelimanya meneruskan perjalanannya kembali, memasuki perkampungan Dewa Naga Bulan.


Perkampungannya sangat ramai, hampir sama dengan sebuah perkotaan kecil. Banyak dikunjungi oleh para pendatang, karena ditempat ini ada sebuah mata air ajaib, yang mengeluarkan energi yang sangat kuat, dan airnya sangat harum. Namun tempat ini dikuasai oleh makhluk iblis dari Alam Neraka Besar, yang mengharuskan para pengunjung pria membayar seratus koin emas, dan para pengunjung wanita cukup membayarnya dengan menyerahkan kehormatannya. Jika tidak mau dilarang masuk ketempat itu, dan hanya diperbolehkan berendam di kali pembuangan dari air terjun, itu juga harus membayar dua puluh lima koin emas.


Mendengar cerita dari orang-orang, Arya bersama para pengikutnya bergegas menuju kearah air terjun, untuk menumpas pasukan makhluk iblis, bawahan Raja Iblis Ular Hitam.


Setibanya ditempat mereka, tanpa banyak basa-basi lagi, Arya langsung merantai mereka dengan rantai baja mistis.


"Mana pimpinan kalian?" Tanya Arya, menatap kearah mereka.

__ADS_1


"Pemimpin kami berada diruangan khusus, Tuan..." Jawab salah seorang dari makhluk iblis.


"Dimana ruangan khususnya?" Tanya Arya lagi.


"Disebelah kanan air terjun Tuan," jawab mereka.


Arya langsung melesat terbang, menuju ketempat yang ditunjukkan oleh makhluk iblis, dengan diikuti oleh keempat wanita cantik.


Duarr.... Duarr.... Brak....


Arya langsung menghantamkan pukulan jarak jauhnya, kearah pintu yang disebut ruangan khusus itu, hingga hancur berantakan. Arya segera masuk kedalam ruangan itu, yang mana didalamnya ada lima belas wanita muda cantik-cantik, dijajarkan seperti dagangan dalam kondisi tangan dan kakinya diikat, serta mulutnya disumpal oleh pakaian mereka yang sudah pada dilepas.


Kelima belas wanita muda itu dalam keadaan memprihatinkan, tubuhnya polos tanpa benang sehelai pun yang menutupinya.


"Ratu Derwani, tolong mereka, dan berikan pakaian untuk menutupi tubuh-tubuhnya," ucap Arya kepada Ratu Derwani.


"Baik, Tuan Muda," balas Ratu Derwani, segera melaksanakan perintah Arya.


"Siapa kalian? Beraninya masuk ketempat ini tanpa izin!" Seru pemimpin iblis menghardik Arya.


"Aku adalah musuhnya Raja Iblis Ular Hitam, atasanmu dari Alam Neraka Besar," jawab Arya sekenanya.


"Bajingan laknat kau....! Hiiaaattt...!" Pemimpin iblis itu langsung menerjang kearah Arya.


Dengan gerak cepat tanpa diketahui oleh mata lawannya, Arya memukul dengan keras kearah dantiannya, hingga menghancurkan basis kultivasi pemimpin iblis. Dan terjangannya kandas ditengah jalan, jatuh berlutut menahan rasa sakit dibawah perutnya.


Aaahhh.... Argh....


Terdengar jerit kesakitan dan geraman dari mulut pemimpin iblis, yang basis kekuatannya dimusnahkan oleh Arya.


Arya membuang pemimpin iblis dan para pengikutnya, dari area air terjun.


"Sampaikan salam kepada para pemimpin kalian, aku menantangnya untuk bermain-main sejenak. Aku tunggu pemimpin kalian disini," ucap Arya menantang para pemimpin iblis di alam ini.


Para makhluk iblis yang sudah kehilangan kekuatannya, pada berlarian menghindari kemarahan Arya.


Arya mengeluarkan seratus bawahannya, yang dipimpin oleh Komandan Seno Adji, dari dalam dunia jiwanya.


Whuuss.... Whuuss.... Whuuss....


"Salam, Tuan Muda," hormat Seno Adji dan bawahannya, ketika muncul dihadapan Arya.


"Komandan Seno, jaga tempat ini, dan bersihkan dari sampah-sampah iblis jika ada yang berani masuk. Sementara tempat ini ditutup untuk umum," ujar Arya.


"Siap, Tuan Muda!" Balasnya. "Sekarang kita berada dimana, Tuan Muda?" Tanya Komandan Seno Adji penasaran.


"Di Alam Dewa Agung," jawab Arya.


"Alam Dewa Agung!" Seru mereka bersamaan, antara senang dan kaget bercampur menjadi satu. Karena sudah ribuan tahun, mereka baru lagi mengunjungi Alam Dewa Agung.


Tanpa menunggu perintah kedua kalinya, Komandan Seno Adji pun memerintahkan kepada seluruh bawahannya, untuk membersihkan tempat air terjun Dewa Naga Bulan. Dan mengatur orang-orangnya, untuk berjaga bergiliran.


Kini untuk sementara, gerbang masuk ditutup untuk umum. Dan di pos gerbang, dijaga ketat oleh bawahan Arya, yang ranahnya sudah berada ditingkat Absolute tahap awal.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2