Kultivator Tingkat Dewa

Kultivator Tingkat Dewa
28. Iblis Bertanduk


__ADS_3

Di atas awan, Arya melayang terbang dengan kecepatan rendah, dia ingin menikmati keindahan alam di atas awan.


Beberapa burung-burung pun dengan riang berkicau, mengiringi perjalanan Arya, sama-sama melayang seakan ingin mengajak Arya bermain.


Dia tersenyum melihat keceriaan burung-burung, yang turut terbang disampingnya.


Arya mengedarkan mata malaikatnya ke segenap penjuru. Ingin memindai beberapa tempat yang dianggapnya mencurigakan. Hanya ada satu tempat yang tampak dimatanya, ada aura yang aneh.


Dia pun melesat kearah tempat itu, di wilayah tenggara Benua Tengah, hampir mendekati dengan perbatasan Benua Timur.


Dari jarak dua ribu meter, Arya terus mengamati tempat itu dengan mata malaikatnya. Ada riak-riak pergerakan yang mencurigakan, ditangkap oleh mata malaikatnya. Perlahan Arya mendekati tempat itu, hingga jarak seribu meter, nampak jelas tertangkap oleh mata malaikatnya, ada ribuan makhluk-makhluk iblis bertanduk sangat menyeramkan.


"Apakah mereka datang dari Alam Neraka Besar, yang dikirim oleh rajanya. Dari yang diceritakan oleh para leluhur Dewa, ciri-cirinya memang seperti itu. Kalau benar, berarti ditempat itu ada sebuah portal yang terhubung antara Alam Bawah dengan Alam Neraka Besar," batin Arya, penuh tanda tanya.


Arya semakin penasaran, dengan adanya ribuan makhluk-makhluk iblis di Alam Bawah ini. Dia terus mendekat ketempat itu, hingga jarak seratus meter. Arya mengawasinya dari atas pohon besar.


"Hmmm.... Benar makhluk iblis, yang diceritakan oleh para leluhur Dewa." Batin Arya, sambil terus mengawasi tempat itu.


"Aku akan menggunakan jurus pengunci, untuk melihat keberadaan ditempat itu," gumam batin Arya lagi.


Arya pun mengeluarkan teknik jurus Dewa Rajawali Mengunci Lawan, ke sekeliling tempat itu, dampaknya sangat dahsyat sekali. Seluruh makhluk hidup yang berada ditempat itu, semuanya tidak bergerak.


Dia segera melesat melewati patung-patung iblis bertanduk, tanpa memperdulikan mereka, dia pun terus melesat menuju kesebuah Goa.


Didepan mulut Goa, Arya berhenti sejenak, memindai seluruh tempat itu, hingga kedalam Goa dengan mata malaikatnya. Tampak semua makhluk yang berada didalam, juga terkena dampak jurus Dewa Rajawali Mengunci Lawan.


Memang sangat dahsyat sekali, jurus pengunci lawan itu. Semakin tinggi ranah Kultivasi pemiliknya, akan semakin hebat pengaruhnya. Walaupun didalam Goa, tetap akan terkena dampaknya.


Lalu Arya masuk kedalam Goa, menyusuri lorong-lorong Goa hingga sampai kesebuah ruangan besar. Arya terkejut melihat jenderal iblis dan bawahannya, telah menjadi patung, dalam ritual persembahan empat gadis belia di atas altar batu hitam, yang juga sama-sama jadi patung.


Arya sendiri Tidak menyangka, pengaruh jurus pengunci lawan, saat ini begitu hebatnya, sebelum ranahnya naik ketingkat Imortal Bintang Satu tahap awal, jurus Dewa Rajawali Mengunci Lawan biasa-biasa saja, tidak sehebat sekarang.


Menyadari semua itu, akhirnya dia tersenyum sendiri, sambil mengeluarkan Wulan dan Jenderal Adiwiyata dari dalam dunia jiwa.


Whuuss.... Whuuss....


Keduanya muncul dihadapan Arya, setelah Jenderal Adiwiyata memberi salam, Arya memerintahkan Jenderal Adiwiyata untuk merantai Jenderal Besar Pasukan Iblis dan bawahannya, serta perintah membereskan basis kultivasi mereka.


Jenderal Adiwiyata sangat paham, begitu perintah membereskan basis kultivasi, berarti menghancurkan basis kultivasi mereka.


Tidak menunggu perintah kedua kalinya, jenderal Adiwiyata segera bergerak merantai mereka dengan rantai baja, dan menghancurkan basis kultivasinya.


"Hahaha.... Aku sangat puas. Terimakasih Jenderal, sekarang mereka semuanya sudah menjadi sampah," ucap Arya tertawa senang, sambil terus mengitari tempat itu dengan mata malaikatnya.

__ADS_1


" Nah itu dia, sebelah sana! Seru Arya, sambil menunjuk kesebuah lorong didalam Goa.


Wulan dan Jenderal Adiwiyata, segera melihat kearah yang ditunjuk Arya.


"Jenderal, periksa tempat itu!" Seru Arya lagi, memberi perintah bawahannya.


"Baik Penguasa Agung," Jawabnya, sambil bergerak kearah yang ditunjuk oleh Arya.


"Adik Wulan, bantu keempat gadis itu," ucap Arya, sambil menarik pengaruh jurus pengunci lawan. Hanya ditempat itu yang bebas dari pengaruh Dewa Rajawali Mengunci Lawan, sedangkan diluar Goa, masih tetap jadi patung, tidak bergerak.


Jenderal Besar Pasukan Iblis beserta bawahannya, terkejut begitu pengaruh Dewa Rajawali Mengunci Lawan hilang dari dirinya, apalagi melihat kondisi tubuhnya sudah tidak berdaya sama sekali. Selain dirantai, basis kultivasinya juga hancur.


"Argh.... Bajingan. Siapa kamu sebenarnya?" Tanya Jenderal Besar Pasukan Iblis marah, sambil menatap tajam kearah Arya.


"Siapa aku kamu tidak perlu tau, yang terpenting aku sudah tau siapa kamu sebenarnya. Kamu dan pasukanmu adalah bawahan Raja Iblis dari Alam Neraka Besar," balas Arya, menatap jenderal iblis.


"Sekarang kalian semua kembali ke alammu, bawa seluruh pasukanmu kembali," perintah Arya kepada jenderal iblis.


"Kalau tidak, kalian semua akan menjadi santapan hewan buas dihutan ini. Apalagi basis kekuatan kalian sudah hancur, akan mudah menjadi santapan hewan-hewan buas. Dan satu hal lagi, katakan salam kepada Raja Iblis, tidak usah repot-repot mencari ku, nanti aku sendiri yang akan mengunjungi istana Rajamu. Siapkan saja seluruh pasukan terkuat mu untuk menyambut ku," tambah Arya.


Tanpa banyak kata lagi, Arya langsung menarik ribuan prajurit iblis, yang sudah dijadikan patung, dengan kekuatan Rajawali Sakti tingkat tinggi. Teknik jurus ini khusus untuk menggiring ribuan makhluk-makhluk hidup, yang sudah dijadikan patung, seperti mumi yang sedang berjalan dan berbaris.


Ribuan prajurit iblis berjalan beriringan memasuki Goa, terus berjalan seperti mumi hidup menyusuri lorong-lorongnya, hingga tiba dihadapan Arya.


"Jenderal iblis, silahkan pasukanmu bawa kembali ke alammu," ucap Arya, sambil terus menggunakan jurus menggiring Dewa Rajawali Sakti tingkat tinggi.


Jenderal Besar Iblis berjalan paling awal, dikuti oleh jenderal bawahan dan pasukannya.


Whuuss.... Whuuss.... Whuuss....


Mereka pada masuk kedalam portal, yang akan membawanya kembali ke Alam Neraka Besar.


Setelah seluruhnya masuk, Jenderal Adiwiyata kembali ketempat Arya dan Wulan, yang tengah memulihkan keempat gadis belia itu.


Sekarang sudah enam gadis belia, yang telah diselamatkan oleh Arya, dan keenamnya dilatih oleh bawahan Arya didunia jiwa, yang nantinya bakal memperkuat Pasukan Khusus Srikandi, dibawah pimpinan Jenderal Ratnawati.


Setelah Wulan beserta jenderal Adiwiyata dan keempat gadis belia berada didalam dunia jiwa, Arya melesat keluar dari dalam Goa, dan kembali melanjutkan perjalanannya ke arah kota Metropolitan Garuda Kencana.


Dia terbang rendah dengan kecepatan sedang, melayang di atas hutan perbatasan Benua Tengah dengan Benua Timur, sambil sesekali pandangan mata malaikatnya mengitari kawasan hutan.


Tak berapa lama, Arya melihat sebuah perkampungan didepannya, Perkampungan itu terlihat sepi, seperti tidak ada penduduknya.


Arya melayang perlahan menghampiri gerbang perkampungan, sekitar berjarak seratus meter dari gerbang, dia turun dan meneruskannya dengan berjalan kaki.

__ADS_1


Setibanya didepan gerbang, Arya tidak segera masuk, tapi dia melihat kesebuah tulisan di atas gerbang dan membacanya, "Selamat Datang Di Perkampungan Salaksa Kencana."


"Perkampungan Salaksa Kencana," batin Arya.


Segera dia memasuki perkampungan, tidak ada penjaga sama sekali, tidak seperti diperkampungan lainnya.


Dia terus melangkahkan kakinya lebih kedalam lagi, sambil pandangan matanya mengitari ke sekelilingnya. Ternyata keadaannya sama, seperti perkampungan tanpa penduduk.


"Pada kemana penduduknya? Perkampungan ini seperti sudah ditinggalkan. Jendela dan pintu-pintu rumah dikuncinya rapat-rapat," batin Arya bertanya-tanya.


Dia penasaran, terus berkeliling mengitari seluruh lorong-lorong jalanan. Tak ada seorang pun yang terlihat. Akhirnya dia menggunakan mata malaikatnya, untuk memindai seluruh tempat diperkampungan itu.


Dari pandangan mata malaikatnya yang terekam, hanya ada dua sosok pria sepuh yang tengah duduk berhadapan, disebuah gubuk kecil, sekitar dua ratus meter dari perkampungan.


Dia pun melesat, menuju kearah tempat kedua pria sepuh itu berada. Sebelum menghampiri keduanya, Arya memindai mereka dari jauh.


"Hmmm.... Mereka hanya penduduk biasa, kayaknya dua orang warga kampung ini," ucap Arya dalam batin.


Dia pun bergegas melangkah, menghampiri kedua pria sepuh itu.


"Salam Tetua, maaf sedikit mengganggu. Penduduk kampung ini pada kemana?Kampung ini seperti tidak berpenghuni?" Tanya Arya pada kedua pria tersebut.


Keduanya menatap Arya tajam, dari bawah kaki hingga ujung kepala.


"Darimana kamu, Nak?" Tanya salah seorang pria sepuh, sambil terus menatap Arya.


"Aku seorang petualang, yang secara kebetulan melewati kampung ini," balas Arya.


Kedua pria itu saling tatap diantara temanya. Lalu salah seorang pria sepuh, mempersilahkan Arya duduk di bale-bale, duduk lesehan saling berhadapan.


"Nak, sebenarnya kampung ini sudah dua Minggu kosong. Para penduduknya pada mengungsi, mereka semua pada ketakutan. Bahkan sudah banyak anak-anak gadis dikampung ini, diambil paksa oleh makhluk jejadian itu," jelas pria sepuh.


"Makhluk jejadian!?" Seru Arya, bertanya penasaran.


"Iya, Nak. Ada sekitar dua ratus makhluk bertanduk menyeramkan, menyerang perkampungan ini," jelasnya.


"Hemm.... Aku mengerti," ucap Arya. "Tenang saja Tetua, semua makhluk-makhluk iblis itu sudah tidak ada lagi, mereka semuanya sudah pergi lagi ketempatnya. Aku tadi kebetulan melihat mereka pada pergi, dan menghilang entah kemana. Mungkin kembali lagi ketempat asalnya," tambah Arya, sedikit berbohong, untuk menyembunyikan identitas dirinya.


"Apa benar itu, Nak?" Tanya seorang pria sepuh lagi.


"Benar Tetua, aku tidak berbohong."


"Terimakasih, Nak. Aku akan segera mengabari ketua kampung, bahwa keadaannya sudah aman."

__ADS_1


Mereka berdua langsung pergi meninggalkan Arya, yang tersenyum melihat keduanya. Arya meneruskan perjalanannya lagi, menuju ke Kota Garuda Kencana.


Bersambung........


__ADS_2