Kultivator Tingkat Dewa

Kultivator Tingkat Dewa
67. Air Terjun Energi Bulan


__ADS_3

Air terjun Dewa Naga Bulan, dirubah oleh Arya menjadi Air Terjun Energi Bulan, karena energi yang terpancar dari air terjun itu sangat kuat, dan mengeluarkan wangi harum bunga yang semerbak, menambah daya rangsang tubuh yang kuat, untuk meningkatkan kekuatan kultivasi.


Wangi harum dan energi yang sangat kuat itu, berasal dari sebuah batu kristal bulan, yang berada didasar air terjun.


Batu kristal itu sangat besar sekali, sebesar rumah ukuran enam kali sembilan, dan tinggi empat meter, tertanam didasar air terjun dengan kokohnya, sekokoh Kultivasi Arya, yang tak pernah goyah, walau dihantam kekuatan yang sangat besar.


Arya mengedarkan mata malaikatnya, memindai batu kristal bulan yang bening itu, untuk meneliti lebih dalam lagi tentang manfaatnya.


Beberapa waktu kemudian, setelah Arya terus memindai batu kristal bulan, tampak dia tersenyum senang. Karena dia sudah menemukan sebuah celah yang dapat dimasuki oleh manusia, celah itu seukuran tubuh manusia, namun didalam batu kristal yang bening itu, ada ruangan yang cukup luas. Dan anehnya, didalam batu kristal itu tidak dimasuki air, tempatnya kering, serta bisa menampung sekitar sepuluh orang untuk berkultivasi.


Batu kristal bulan yang sangat kuat, dan sangat membantu seseorang untuk meningkatkan ranah kekuatannya beberapa tingkat, jika orang itu masuk kedalam batu kristal, lewat celah batu seukuran tubuh manusia, yang ada disamping batu sebelah timur, dan tidak diketahui oleh manusia atau makhluk iblis, karena selain keberadaannya didalam air terjun, juga celah itu tertutup oleh dinding tebing air terjun, seperti sebuah formasi yang menghalanginya, sebagai penghalang untuk mengamankan batu kristal bulan.


Begitu Arya selesai memindai dengan mata malaikatnya, dia langsung melesat terjun kedalam air, mendekati celah batu kristal. Lalu masuk kedalam dengan memiringkan tubuhnya, namun sangat aneh, setelah separuh tubuhnya masuk ke celah batu kristal, aura panas dan kuat menarik Arya, hingga tersedot kedalamnya.


Brugg.....


Suara tubuh Arya yang disedot oleh aura kekuatan batu kristal, seraya dilemparkan dengan kuatnya, hingga menabrak dinding batu.


"Uuhhh.... Benar-benar sangat kuat," ucap Arya dalam batinnya.


Mata Arya mengitari sekeliling ruangan didalam batu kristal, nampak ada cahaya biru kemilau dari setiap sudut batu, yang menerangi ruangan itu.


Sekitar lima menit mata Arya mengitari ruangan, kemudian dia mencoba berkultivasi, ditengah-tengah ruangan batu kristal.


Dengan sikap lotus, dia berusaha menyerap seluruh kekuatan didalam batu kristal. Terasa olehnya, ada sebuah kekuatan yang menyeruak masuk kedalam tubuh Arya, seperti aliran listrik yang menyengat sekujur tubuhnya. Terasa tubuhnya seperti disetrum dengan kekuatan aliran listrik yang tinggi, sehingga membuat tubuhnya bergetar hebat.


"Argh.... Ahhh..."


Suara erangan menahan rasa sakit, terdengar keluar dari mulut Arya, dan dari sekujur tubuhnya keluar keringat hitam, menandakan semua kotoran dan racun didalam tubuhnya telah keluar, berganti dengan wangi harum bunga memenuhi ruangan itu.


Batu kristal ini, dapat membersihkan seluruh kotoran dan racun didalam tubuh seseorang.


Begitulah yang terjadi didalam tubuh Arya, yang tubuhnya terus bergetar dengan hebatnya, mengeluarkan cairan keringat kotoran dan racun dari sel-sel didalam tubuhnya, hingga terasa tubuhnya menjadi ringan, serta getaran dahsyat didalam tubuhnya, berhenti dan berganti dengan suara teredam beberapa kali.


Bom.... Bom.... Bom.... Bom.... Bom.... Bom.... Bom.... Bom.... Bom.... Bom....

__ADS_1


Terdengar suara teredam didalam tubuh Arya menandakan bahwa dirinya telah naik tingkat dengan dahsyatnya. Menerobos naik sampai sepuluh tingkat, dari semula ranahnya berada ditingkat Great Imortal Bintang Tiga tahap puncak, kini naik ketingkat yang lebih tinggi lagi, berada di ranah Great Imortal Bintang Tujuh tahap awal, namun Arya masih meneruskan kultivasinya, karena pondasinya masih kokoh, dan malah semakin kokoh saja setelah berada didalam batu kristal bulan. Kekuatan pondasi kultivasinya masih full seratus persen.


Sungguh luar biasa, energi dari batu kristal bulan yang sangat dahsyat itu, mampu meningkatkan ranah kultivasi seseorang secara gila-gilaan.


Bom.... Bom.... Bom.... Bom.... Bom....


Terdengar lagi suara terendam didalam tubuhnya sebanyak lima kali, dia berhasil menerobos lagi secara drastis, setelah menyerap energi dari batu kristal bulan.


Kini ranah Arya sudah hampir menembus batas di Alam Dewa Agung Lapisan kedua ini, yakni paling tinggi di alam ini sampai Great Imortal Bintang Sembilan tahap akhir. Sedangkan Arya berada ditingkat Great Imortal Bintang Sembilan tahap puncak, satu langkah lagi menembus batas ranah di Alam Dewa Agung.


Jika sudah mencapai batas terakhir ranah di alam ini, Arya bakal ditarik ke alam di atasnya, yang ranahnya lebih tinggi lagi dari alam ini, dan seterusnya dapat mencapai Alam Dewa Agung Lapisan Kesembilan, yang ranah tertingginya di Alam Dewa Agung Lapisan Kesembilan, berada ditingkat Great God King tahap sempurna, atau ditingkat Raja Dewa Agung tahap sempurna.


"Aku harus bisa menembus Alam Dewa Agung Lapisan Kesembilan," ucap batin Arya.


"Calon Penguasa Agung Semesta Alam Raya, kamu tidak perlu khawatir. Karena kami akan membantumu," ucap suara tanpa wujud, tiba-tiba terdengar ditelinga Arya.


"Siapa anda, Tuan? Mohon tunjukkan diri Tuan yang sebenarnya?" Tanya Arya terkejut.


"Kami berada di sekelilingmu, karena kami berempat sebagai penjaga batu kristal, yang diperintahkan oleh Penguasa Dewa Agung Lapisan Kesembilan untuk menjaganya, sampai tibanya seseorang yang mampu menyerap energi batu kristal bulan ini. Dan siapa yang berhasil menyerapnya, dialah Calon Penguasa Agung Semesta Alam Raya, dan pemilik batu kristal ini. Silahkan Calon Penguasa Agung, pindahkan batu kristal ini kedalam dunia jiwamu. Karena batu kristal ini sudah resmi menjadi milikmu, dan agar bisa dibawa kemana-mana," jelas penjaga batu kristal, menjelaskan kepada Arya.


"Baiklah calon Penguasa Agung, bawalah batu kristal ini masuk kedalam dunia jiwamu. Nanti batu kristal ini akan berubah sendiri, sesuai permintaan dari tuannya," tambah penjaga batu kristal.


"Terimakasih Tuan Penjaga," balas Arya senang, sambil dia mencoba apa yang dikatakan oleh penjaga batu kristal.


"Wahai batu kristal bulan, berubah lah menjadi kecil," ucap permintaan Arya.


Tak begitu lama, batu kristal itu berubah menjadi kecil, lalu Arya memungutnya, dan menyimpannya didasar kolam energi Dewa Nirwana, didalam dunia jiwanya.


Usai mengerjakan semuanya, gegas Arya naik lagi kepermukaan air terjun, yang kini energi air terjunnya sudah menghilang, karena batu kristal bulannya sudah dipindahkan kedalam dunia jiwa.


Arya muncul dipermukaan air terjun, berendam sebentar. Tiba-tiba Komandan Seno Adji dan Ratu Derwani datang, untuk melaporkan semua pekerjaannya.


"Salam Penguasa Agung, semua perintah sudah kami kerjakan. Pembangunan istana Dewa Dewi, saat ini sedang berjalan, bersamaan dengan penataan untuk ibukota Dewa Dewi," lapor Komandan Seno Adji.


"Bagaimana denganmu, Ratu Derwani?" Tanya Arya, menatapnya.

__ADS_1


"Semua prajurit sudah dibagi menjadi beberapa pasukan, sesuai dengan kemampuannya. Dan semua pasukan itu, sudah kami tempatkan sesuai dengan arahan dari Penguasa Agung," jelas Ratu Derwani.


"Bagus...! Jika nanti ada kekurangan, segera laporkan kepadaku," ucap Arya.


"Baik, Penguasa Agung," balas keduanya, lalu mereka berdua pergi meninggalkan Arya yang masih berendam.


Tak lama kemudian, Arya pun beranjak dari air terjun itu. Lalu mengeluarkan pakaian yang sangat sederhana dari cincin penyimpanannya, dan mengganti pakaiannya yang basah dengan pakaian sederhana.


Lantas dia berjalan melangkahkan kakinya menuju kesebuah Pendopo, yang terbuat dari kayu jati dengan ukiran yang bagus dan menarik. Membuat semua orang yang melihatnya, pasti ingin singgah di Pendopo itu, untuk merasakan kenyamanannya.


Setelah tiba di bale-bale Pendopo, Arya langsung membaringkan tubuhnya sejenak. Meluruskan sendi-sendi tulang, dari mulai kaki sampai ke seluruh tubuhnya.


Waktu pun tak terasa, saking nyamannya rebahan di Pendopo, dia tidak menyadari bahwa siang hari sudah berganti menjadi senja hari, hampir menjelang gelapnya malam.


Dia beranjak meninggalkan tempat itu, ingin berkeliling diperkampungan besar yang tengah dibangun dan ditata oleh para bawahannya, dan para pekerja yang diambil dari penduduk setempat, setelah semua makhluk iblis dibersihkan oleh Arya dan bawahannya.


Ketika Arya tengah berkeliling diperkampungan besar itu, dia melihat ada seorang gadis kecil tengah diseret oleh dua orang pria setengah baya, hingga gadis itu menangis dan meronta-ronta ingin bebas.


Arya segera meloncat menghadang kedua pria setengah baya itu, dan langsung memukul dantian kedua pria itu, hingga keduanya menjerit kesakitan.


"Nah, dengan menjadi sampah, kalian berdua sudah tidak akan mampu lagi menindas orang yang lemah. Apalagi anak kecil, yang semestinya kalian lindungi," ucap Arya.


Kedua pria setengah baya itu marah, namun keduanya tidak berdaya. Setelah kekuatannya dihancurkan oleh Arya, keduanya bergegas pergi meninggalkan Arya, sambil memberikan ancaman.


"Tunggu pembalasanku, pasti Tuan Brata akan mencari mu," ancaman pria setengah baya, berlalu meninggalkan Arya.


Seorang gadis kecil itu, dibawa masuk oleh Arya kedalam dunia jiwanya, lalu memerintahkan bawahannya, untuk menempatkannya di tempat khusus penampungan anak terlantar.


Setelah menyelamatkan gadis kecil, Arya keluar lagi dari dalam dunia jiwa.


Whuuss.....


Arya muncul lagi ditempat semula, dijalan perkampungan besar. Lalu dia melanjutkan perjalanannya lagi, berkeliling melihat pembangunan dan penataan kembali, yang kini namanya sudah dirubah oleh Arya, menjadi kota besar ibukota Dewa Dewi, Ibukota Penguasa di Benua Dewa Bulan, salah sebuah Benua di Alam Dewa Agung Lapisan kedua.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2