Langit Story Bumi

Langit Story Bumi
Rahasia Coklat


__ADS_3

...L.A.N.G.I.T.S.T.O.R.Y.B.U.M.I...


...Karena kamu, Langit...


🐝Rahasia Coklat🐝


***


Hari senin adalah hari yang paling melelahkan. Rasanya ingin rebahan tapi tertampar oleh realita. Apel pagi, tugas numpuk dan lebih parahnya tak ada jam kosong.


Panas terik matahari menyambut, padahal tak ada yang suka ia datang. apalagi jika sedang berdiri mendengarkan sambutan dari kepala sekolah. Terkecuali,,, Hujan.


“Hujan ga kepanasan?” Bumi menghindari terik matahari dengan bersembunyi dibelakang tubuh tinggi teman sebarisnya. Untung pendek celotehnya jadi bisa neduh di teman yang tinggi dan lebih enaknya baris paling belakang.


Hujan menggeleng, ia bahkan mengadahkan wajahnya tepat mengenai sinar mentari. Jangan sangka wajah Hujan hitam ya, ia putih karena kantongnya tebal.


Bumi menyipitkan mata, kali ini Hujan memakai bando kain berbeda dari biasanya namun warnanya tetap kuning membuat mata Bumi silau.


Setelah rumus mencari luas persegi panjang dari kepala sekolah, barisan bubar. Banyak siswa pintar yang ngacir ke kelas, siswa yang bandel pergi ke kantin dan ada juga yang langsung lari ke arah toilet.


Pengarahan dari kepsek membuat sakit kepala sampai mual dan akhirnya perlu jalan keluar dari bawah.


Sedang Bumi dan Hujan berjalan sangat pelan saat melalui kelas IPA 3B. Tak ada Langit ataupun Bara, dan sudah biasa karena mereka murid teladan. Ada yang tau murid teladan seperti apa?


Kedua cewek itu memandang kursi kosong di dalam kelas. Kursinya saja membuat hati deg-deg serrr.


“Hujan!” panggil Bumi seraya mendekap dadanya yang bergemuruh.

__ADS_1


“Iya,” jawab Hujan sekenanya. Bumi yang sedari tadi fokus dengan pandangan ke dalam kelas Langit kini menoleh pada Hujan yang juga sedang mendekap dadanya.


**


“Oh, ya gue ada sesuatu buat loe!” Hujan mencari sesuatu dalam tas kuningnya.


Mereka sudah duduk dikursi dengan posisi bersebelahan. Hujan mengeluarkan kotak persegi panjang dengan kantong mengkilap.


“Buat Bumi yang imut tiada tara dari Hujan yang cantik jelita!”


“Oleh-oleh lagi?” Bumi antusias, pasalnya Hujan baru saja datang dari Kalimantan. Berangkat sore sabtu dan pulang sore minggu. Alasannya karena ingin makan soto banjar langsung dari daerahnya.


“Isinya?” Bumi menyerngit, masa kuah soto dimasukin kotak?


“Coba dibuka aja!”


Ponsel apel digigit berwarna Pacific Blue. Epon 12 pro max gaes!


Tangan Bumi sampai bergetar memegangnya.


“Ini apa, Hujan?”


“Ponsel!”


“Ihh, Bumi juga tau ini ponsel. Maksud Bumi ponsel ini buat apa?”


Hujan ber-ohh sambil manggut-manggut. “Buat Bumi, gue sakit mata keseringan liat ponsel butut loe!”

__ADS_1


“Ihh, kok gitu sih? Bumi ga bisa terima, Bumi masih sayang ginjal!”


“Siapa juga yang minat sama ginjal lo, palingan isinya kecil! Cepetan terima! Loe mau mata gue rusak karna liat ponsel lo keseringan!”


Bumi mengangguk dengan ragu sedang Hujan tersenyum riang. Sebenarnya yang merasa diuntungkan siapa sih?


Ah, mau juga jadi temen Hujan. Ini lo, ponselku sudah dililit pakai getah karet. Kalau Hujan liat pasti langsung bikin katarak!


**


Jam pembelajaran kedua, dan anggota inti Artas baru saja menampakkan wajah. Bara dan Guntur sudah terlebih dahulu masuk ke dalam kelas, sedang Selatan lagi-lagi ke arah toilet.


Langit sampai bingung dengan makanan yang selalu Selatan sebut dengan Jeje, katanya sih sih enak. Makannya sama nasi campur, nikmat tiada tara. Masakan Mak Njir emang aduhai.


Langit berdiri menghadap lokernya yang masih tertutup rapat. Seperti biasa di depan loker cowok itu penuh dengan tempelan coklat batang dan beberapa surat.


“Heh loe mau?” seorang cowok berkacamata juga sedang membuka lokernya di samping Langit. Dengan cepat mengambilnya sebelum Langit bersuara kembali.


Loker terbuka setelah kunci diputar. Ada coklat perak berwarna emas, coklat itu berhasil masuk karena bentuknya yang mirip dengan koin.


Langit menghela napas, jelas coklat tersebut dari Bumi.


“Loe ma…” cowok culun tadi sudah menghilang dari tempatnya.


Langit mengambil coklat tersebut dan mengantonginya sampai menemukan tempat sampah. Tak lupa juga secarik kertas yang terselip bersamaan coklat emas yang isinya berbeda dari biasanya.


3177444 Merah + Hijau \= \k3 (x2+y2-1)3-x2y2\=0

__ADS_1


__ADS_2