
...L.A.N G.I.T.S.T.O.R.Y.B.U.M.I...
...Karena Kamu, Langit...
🐝Gombal🐝
***
Terjawab sudah segala pertanyaan yang berputar di otak Bumi. Aldo, ternyata cowok itu adalah anak dari klien Bunda yang katanya baru datang dari liburan. Cowok itu satu sekolah dengan Bumi, tapi Bumi tak pernah melihat sosok Aldo. Jelaslah, di mata Bumi hanya ada Langit, Langit, dan Langit. Hingga yang lain pun tak Nampak.
“Gue udah lama kok kenal sama loe,” jawab Aldo menjawab kesekian pertanyaan Bumi.
Bumi mengangguk paham, tapi ada yang aneh. Mengapa cowok itu bisa sampai masuk ke dalam mimpinya. Dan yang lebih anehnya, nama cowok yang di depannya dan cowok yang ada dalam mimpinya sama persis dan terlihat sangat nyata.
“Karena gue kangen sama lo waktu liburan di jepang,” jawab Aldo lagi, membuat Bumi mencibir gombal sekali pikirnya.
“Lain kali, jangan masuk ke dalam mimpi Bumi lagi. Ga boleh, mimpi itu privasi orang,” ucap Bumi dengan nada tak suka. Ia menatap intens Aldo dengan bibir yang cemberut.
__ADS_1
“Lo ga suka?” Aldo balas menatap Bumi, lalu beralih mengambil gelas yang berisi cairan teh di atas meja lalu menyerahkan pada Bumi untuk diminum. Minuman yang disajikan seharusnya untuknya, karena air minum untuk Bumi sudah habis diminum cewek itu .
“Kamu mau masuk mimpi Bumi lagi,” meski kesal, Bumi mengambil gelas lalu meminumnya tanpa rasa sungkan.
“Andai bisa, gue mau ngulangin hal itu lagi,” jawab Aldo dengan santainya, sambil terus mengamati setiap pergerakan Bumi. Bahkan hanya dengan meneguk minuman, cewek di depannya terlihat sangat cantik. apa Langit tak sadar? Sungguh, Langit akan menyesal jika menyia-nyiakan cewek secantik Bumi. Aldo terus saja bergumam.
Uhuk, “Maksud kamu apa?” Bumi tersedak teh, untung tak sampai menumpahkannya.
Bumi melotot, dengan tergesa meletakkan gelas yang sudah tandas setengahnya lalu menutup mulut seraya sedikit menjauh dari Aldo. Bulu kuduknya mendadak merinding.
Bumi berkedip beberapa kali, memandang dengan aneh makhluk di depannya.
Pertanyaannya dijawab dengan pertanyaan tak masuk akal. Apa cowok di depannya menyukai Bunda? Bumi menggeleng dengan keras, tak mau punya ayah tiri yang seumuran dengannya.
“Buat apa nomor hape Bunda? kamu mau deketin Bunda? kamu suka sama Bunda? Bumi ga mau punya ayah tiri berondong!” Bumi menolak dengan tegas seraya membentuk tanda x dengan kedua tangannya sambil menatap nyalang Aldo.
Aldo terbahak dengan keras, sambil memegang perut. Membuat dahi Bumi berkerut. Lalu berucap “Katanya lo pinter, gunain buat berpikir dong! Emang muka gue tipe cowok yang kaya gitu?”
__ADS_1
Bumi diam dan masih dengan mata tajam seakan ingin menghunus mangsa di depannya. Ia tak akan mudah percaya begitu saja.
“Jangan tatap gue kaya gitu, kan gue jadi tremor ditatap cewek secantik lo,”
Bumi mengalihkan pandangan sambil berdehem, mendadak merasa canggung akan pujian yang Aldo berikan.
“Gue Cuma mau bilang, terimakasih sudah ngelahirin princess secantik lo ke Bumi,”
Bugh,
Bukannya baper, Bumi justru mengambil bantal di ujung sofa lalu melempar tepat mengenai wajah Aldo. “Jangan kebanyakan gombal, nanti Bumi diabet,”
Aldo mengambil bantal yang jatuh dipangkuan setelah mengenai wajah “Gue ga suka gombal. Gue sukanya Bumi,”
“Berani yah, gombalin anak temen Mamih. Belajar dari siapa kamu, Hah!” seorang perempuan cantik dan elegan tiba-tiba datang dan langsung menjewer pelan telinga Aldo.
“Aduh Mih, ampun Mih,”
__ADS_1