Langit Story Bumi

Langit Story Bumi
Adu Bogem


__ADS_3

...L.A.N.G.I.T.S.T.O.R.Y.B.U.M.I...


...Karena Kamu, Langit...


🐝Adu Bogem🐝


**


Area parkir yang teduh meski mentari bersinar terang. Berkali-kali Bumi mengecek satu persatu motor yang terparkir dan anehnya motor Langit tak ada pada tempatnya.


Bukannya tadi jelas-jelas ia melihat dengan seksama jika motor yang ia tempelkan sticker berbaris rapi bersama motor Artas. Dan sekarang, tak satu pun motor anggota Artas Bumi temukan.


Tak seperti biasanya, Bumi tak sempat melihat Langit pulang dengan mengendarai moge.


Dengan wajah yang ditekuk, Bumi menghidupkan motornya dan berlalu meninggalkan sekolah. Kecewa, tak dapat melihat reaksi Langit.


Disisi lain,


“Artas tak lebih dari pecundang, pengecut. Kalian tak pantas dinobatkan sebagai geng terkuat!” teriak Sakti dengan lantang.


Sakti merupakan ketua dari geng Vargos. Ia dengan terang-terangan menantang Langit. Apa Langit takut? Heh tidak pemirsa. Justru sekarang ia tersenyum mengejek.

__ADS_1


Dibawah terik matahari, dijalan yang tak banyak dilalui, mereka ingin memulai pertarungan.


Pantas saja Bumi tak melihat keberadaan Langit.


Meski jumlah Artas kalah banyak dari Vargos, hal itu tak membuat nyali Langit menciut.


Langit mengikat slayer hitam dikepala sambil mengatur pemanasan pada leher dan kepala.


Langit maju selangkah diikuti dengan Bara disamping kanan. Guntur dan Selatan berada satu langkah dibelakang Langit dan Bara.


Dibelakangnya lagi diikuti beberapa anggota Artas yang lain.


“Orang yang banyak omong tapi gak ada bukti, ga lebih dari seorang pecundang! Seorang pemimpin seharusnya memberi contoh yang baik buat anggotanya, bukan malah menjadikan mereka yang lemah menjadi budak, menjadikan mereka bawahan yang mampu lo suruh,”


“Loe emang pantas diberi pelajaran, biar mulut lo ga sembarang ngomong,” bukan Sakti yang bicara, tapi seorang cowok grondong dibelakang Sakti yang maju dan hampir memberikan bogem pada pipi kiri Langit.


Tapi tak semudah itu, meski dengan perancangan yang matang, cowok gondrong itu tak berhasil dan hanya memberikan angin pada bahu kiri Langit.


“Sepertinya anak buah lo perlu dilatih lagi, biar ga malu-maluin,” oceh Guntur yang terbahak dengan adegan di depannya.


“Asu, seraaaaaaaang!” Sakti mengomando Vargos untuk maju melawan Artas. Karena merasa lawan yang menjual, mau tak mau Langit akan membeli.

__ADS_1


“Kalian jual, kami beli,” ujar Selatan dan Guntur bersamaan.


Bugh, satu pukulan tepat mengenai cowok rambut grondong. Hadiah penyambutan dari Bara. Guntur dan Selatan melawan dengan gagah, meski mereka berwatak konyol. Sedang Langit berhadapan dengan Sakti.


Teriakan dan pukulan berbaur menjadi satu, memekak telinga. Sudah sekitar 18 menit namun pertempuran tak menuju titik selesai.


“Yang laki, woy. Jangan letoy, gimana mau mukul kalo lo lemah kaya gitu. Ah bos lo memang payah, masa yang setengah gini di ajak tawuran,” celoteh Guntur yang merasa lawan tandingnya tak sesuai.


Keringat mulai mengalir dipelipis Bara, cowok itu entah sudah memukul yang ke berapa kali. Tenaganya terkuras.


“Ayo pukul gue! Lo ga capek pemanasan terus?” tantang Langit pada Sakti yang terus mencoba memberi pukulan pada tubuh Langit. Namun tak satupun pukulan dapat menyentuh tubuh Langit.


“Lo brisik,” ucap Sakti menggebu. Amarahnya sudah sampai pada puncak.


Langit jengah, ia mulai melawan dan memberikan satu pukulan tepat pada pipi kanan Sakti.


Sakti terhunyung beberapa meter, mulutnya mengelurakan darah. Sial umpatnya. Sakti mengeluarkan benda tajam di dalam saku jaket, sebuah pisau.


Sakti tersenyum smirk sambil menggenggam erat pisau dan berlari cepat ke arah Langit.


Namun sekali lagi, sepertinya Langit diberi pelindung. Belum beberapa langkah Sakti berlari, terdengar suara sirine dari mobil polisi.

__ADS_1


Tanpa ba bi bu, Sakti mengarahkan untuk meningalkan lokas, pun sama dengan Artas, mereka menaiki motor masing-masing.


Meski gagal membuat Langit terluka, kali ini Sakti tak kecewa. Karena ia dapat satu informasi penting, sesuatu yang dapat membuat Langit lemah dan pasti akan bertekuk lutut padanya.


__ADS_2