Langit Story Bumi

Langit Story Bumi
Binatang Kesukaan


__ADS_3

...L.A.N.G.I.T.S.T.O.R.Y.B.U.M.I...


...Karena Kamu, Langit...


🐝Binatang Kesukaan🐝


Pagi ini Bumi memakai foundation yang cukup tebal di lehernya, tentu saja untuk menutupi tanda merah yang sekarang mulai memudar namun masih terlihat jelas.


Perasaan Bumi telah membaik daripada kemarin sore, tadi malam ia meluapkan segalanya pada Langit dan berjanji tak akan mengungkit hal itu lagi.


Bumi tersenyum sumringah saat motor Langit memasuki pekarangan, perasaannya semakin hari semakin tumbuh. Tak ada lagi Langit yang dingin, sekarang hanya ada Langit yang bucin.


Seperti sekarang ini,


“Tadi ada yang nyariin lo” Langit berujar sambil memasangkan pelindung pada kepala Bumi.


Bumi mengerut, siapa orang yang sedang mencarinya? Bumi marasa tak punya urusan dengan siapa pun. Atau jangan-jangan Kang Bakso di ujung gang yang sedang mencarinya lantaran beberapa hari ini Bumi tak pernah mesan bakso disana lagi.


“Siapa?” Tanya Bumi yang penasaran.


“Yagu!” jawab Langit seadanya, wajahnya datar namun nada suaranya sangat ketus.


Bumi mengingat nama satu persatu temannya mempunyai nama yang telah disebutkan Langit.


Bumi bergumam seakan tak pernah mendengar nama itu. Apa mungkin namanya yagulali?

__ADS_1


“Yague lah!” Langit berinisiatif menjawab sendiri tebakannya karena Bumi dinilai sangat lamban.


Bumi mengulum senyum dengan pipi yang merona. Sepertinya otak gesrek Bumi mulai menular pada langit.


“No bad! Lumayan bagus!” nilai Bumi sambil nyengir membuat Langit terkekeh.


“Keluarkan bakat terpendam Langit!” Bumi mengacungkan dua jempolnya sekaligus. Lalu perlahan menaiki motor Langit untuk sama-sama berangkat sekolah.


Gemes banget


Gumam Langit sambil tersenyum tipis, bersyukur jika Bumi bisa kembali ceria lagi, tak seperti kemarin.


Bumi telah berada di dalam kelas. Semenjak Hujan pindah, Bumi jadi tak punya teman dekat. Ia hanya bisa berkirim pesan dengan Langit sebagai pengalih perhatian dari sepi.


Ajarkan aku


Bila membencimu tak pernah cukup


Tuk hilangkan kamu


Adit konser sendirian, ia menjadikan sapu sebagai mic dan terkadang juga berubah menjadi gitar. Sesuai dengan imajinasinya sendiri.


Adit terus menyanyi dengan suara kencang mumpung tenaga masih full karena masih pagi. Bukan sekedar menyanyi, Adit melampiaskan rasa yang ia punya berharap Bumi peka jika ia memiliki rasa pada cewek itu.


Namun naas, hingga suara Adit serak pun Bumi tak menanggapi dan tak berniat untuk bergabung bernyanyi.

__ADS_1


Bumi malah fokus pada ponselnya, sesekali cewek itu tersenyum tersipu dan kadang tertawa terbahak. Adit merasa cemburu, bahkan pada ponsel yang Bumi pegang. Sial! Ia makin gagal move on.


“Move on!” tutur cowok di sebelah Adit sambil menepuk keras bahu Adit.


“Lo mukul kekencangan be-go!” umpat Adit karena tepukan temannya terasa sangat menyakitkan. Namun tak sesakit hatinya.


“Biar sadar!”


“Sial!”


Sedangkan disisi lain, Bumi kembali membalas pesan dari Langit.


Bumi lebih suka marmut!


Balas Bumi saat Langit menanyakan binatang kesukaannya.


Kalau Langit sukanya binatang apa?


Tak menunggu lama, pesan Bumi kembali terbalas. Bumi mengerut, balasan Langit sangat panjang.


Ayam, angsa, burung, cacing, cicak, domba, elang, gajah, harimau, kucing, kelinci, kambing, katak, musang, naga, pinguin, rusa, serigala, tikus, ular, unta, zebra.


Apa benar semua binatang itu yang disukai Langit. rasanya seperti sedang bermain abc tebak kata hewan.


Binatang kesukaan Langit banyak banget!

__ADS_1


Iya, tapi lebih banyak rasa suka gue ke lo!


Gubrak! Bumi menggebrak meja saat mendapat balasan dari Langit. bakat Langit sekarang berjalan sangat pesat. Langit dingin saja mampu membuat Bumi terjungkal, sekarang kalo Langit bucin Bumi akan seperti apa?


__ADS_2