
...L.A.N.G.I.T.S.T.O.R.Y.B.U.M.I...
...Karena Kamu, Langit...
🐝Permainan Dimulai🐝
***
Langit mengendarai motor menuju markas setelah mengantarkan Bumi pulang dan memastikan cewek itu untuk masuk ke dalam rumah.
Meski dengan raut bingung, Bumi menuruti apa yang dikatakan Langit. Karena cewek itu yakin, jika itu demi kebaikan dirinya.
Langit juga hati-hati
Kalo Langit terluka, Bumi juga terluka
Ucap Bumi dengan wajah khawatir, bahkan tadi Bumi sempat menahan lengan Langit agar berlebih lama tinggal di rumah Bumi sekaligus menahan Langit agar tidak pulang. Takut jika cowok misterius itu mengikuti Langit.
Langit memasuki markas dengan wajah gusar, beberapa anggota Artas telah duduk menunggu pemimpin mereka.
Langit duduk di sofa, tangannya mencengkram kedua sisi kepala. Lalu mendongak, mengamati satu persatu anggota Artas.
“Hh, udah out dia?” Tanya Langit sambil tersenyum sinis.
“Dia ga akan bisa menginjakkan kakinya lagi disini!” balas Bara yang juga dengan seringai.
Dua orang terkuat dalam Artas sedang menyeringai, membuat seisi markas bergidik.
__ADS_1
“Sekarang kita harus mengawasi Vargos. Karena gue yakin mereka sedang ngerencanain sesuatu!”
Guntur, Selatan dan anggota Artas mengangguk memahami.
“Bagaimana keadaan Bumi,Bos? gue dengar tadi Sakti ada disini,”
Guntur bertanya serius, bagaimana pun Bumi adalah spesies langka dan harus dilindungi menurut Guntur.
“Dia baik-baik aja!”
Meski Langit berkata baik-baik aja, tapi Guntur tau jika hati cowok itu sedang resah.
“Jadi bagaimana rencana kita selanjutnya, Bos?” Tanya salah satu anggota Artas.
“Apa kita serang aja mereka? Gue udah ga tahan pengen mukul orang!”
“Sama, tangan gue juga udah gatel pengen ninju orang!”
Kegiatan rutin lain yang sering mereka lakukan adalah berbagi dengan rakyat tak mampu seperti anak jalanan yang untuk makan saja harus bersusah payah.
“Kita ga akan mulai jika mereka ga ganggu!” terang Langit memberi arahan. Sebagai ketua, ia tak ingin merusak citra Atras yang selama ini selalu dikenal baik.
“Tapi dia ganggu Bumi, Bos!” Guntur menyela tak terima. Ia juga tak sabar ingin kembali mengasah kemampuannya dalam beradu.
Guntur menatap Selatan seolah memberi kode, yang diberi kode malah melongo tak mengerti.
Be-go
__ADS_1
Ucap Guntur tanpa suara saat Selatan tak menangkap arti kode yang ia kirim.
Guntur beralih menatap Anggota Artas dan memberi kode yang sama dengan Selatan.
“Ia Bos, Sakti udah berani ngancem Bos dengan nakut-nakuti Bumi!”
“Hm betul!” Guntur menyahut dengan antusias. Ia tersenyum puas, sambil merenggangkan kedua otot bahu. Ia tak sabar ingin menghadiahkan pukulan pada salah satu anggota Vargos.
Guntur kesal, karena beberapa hari yang lalu ia dicuri start saat membeli pc k-pop dari seorang cewek.
Guntur telah mengidamkan pc itu sangat lama, lalu dengan mudahnya anggota Vargos merebutnya dengan imbalan harga yang lebih tinggi dari harga yang ditawarkan Guntur.
“Soal Bumi ga ada hubungannya sama Artas! Gue hanya minta bantuan beberapa dari kalian untuk jaga Bumi kalo gue lagi ada urusan!”
“Bumi cewek lo, Bos! Cewek ketua Artas! Cewek dari Bapak Negara Artas yang berarti Bumi adalah Ibu Negara Artas. Aset artas juga sesuatu yang harus dijaga!”
Guntur kembali menghasut sekuat tenaga.
“Mulut lo aset!” umpatan Bara diiringi dengan…
Prang, satu gumpalan kertas yang menimpa kepala Guntur
Guntur juga ikut-ikutan mengumpat, kepalanya terasa nyeri karena gumpalan kertas itu berisi batu.
“Siapa itu woy!” kaca pecah berserakan karena beberapa batu yang dilempar dari luar. Suara knalpot motor menderu dengan bising dan menghilang dengan cepat.
Artas tak dapat mengepung karena pintu digembok dari luar.
__ADS_1
Langit mengambil gumpalan kertas besar dan membukanya.
Permainan dimulai!