Langit Story Bumi

Langit Story Bumi
Gak Keduanya!


__ADS_3

...L.A.N.G.I.T.S.T.O.R.Y.B.U.M.I...


...Karena Kamu, Langit...


🐝Gak Keduanya!🐝


***


Bumi menangis tertahan, berkali-kali ia mencoba mendorong tubuh Sakti yang terus menghimpit. Berusaha menjauhkan cowok itu dari tubuhnya.


“Bagaimana cantik! mau lagi?” Tanya Sakti menghentikan aktivitasnya. Ia telah membuat tanda merah dileher Bumi sebagai bukti pada Langit jika ia telah menyentuh Bumi.


Bumi tak ingin melihat apa yang dilakukan Sakti. Bahkan membayangkan saja membuat Bumi jijik.


“Tunggu, rasanya ada yang kurang jika hanya gue yang menikmati,” tutur Sakti kembali, ia hendak mengambil ponsel untuk mengabadikan kelakukan bejatnya, tentu saja untuk membuat Langit marah.


Kesempatan itu tak Bumi sia-siakan, ia melepaskan diri dari Sakti.


Sakti mengumpat karena lupa membawa ponsel, rencananya untuk mengabadikan jadi gagal karena keteledorannya sendiri.

__ADS_1


Srettt, Sakti menarik kain baju di bahu Bumi karena cewek itu berusaha lari. Baju Bumi koyak hingga menampakkan bahunya yang mulus.


Bumi meringis karena kuku Sakti juga ikut mengoyak sedikit kulit bahunya. Namun mampu mengeluarkan darah meski tak terlalu banyak.


Sakti menangkap Bumi dan membawa cewek itu ke dalam pelukannya lalu berbisik tepat ditelinga Bumi “Jangan banyak gaya, lo cukup nikmati apa yang gue lakuin!” ancam Sakti semakin membuat Bumi takut.


“Lepasin Bumi, Bumi mohon, biarin Bumi pulang,” pinta Bumi dengan wajah memelas.


Air matanya sudah menetes tak terkira. Berharap ada keajaiban yang datang dan membuat Sakti berubah pikiran lalu membiarkan ia pergi.


Bumi kembali meringis karena Sakti memegangi bahunya yang koyak, “Gue ga akan lepasin lo!”


Sakti meletakkan tubuh Bumi di atas ranjang, perlakukan Sakti semakin membuat Bumi takut. Ia terus melakukan perlawanan sekuat tenaga. Pikirannya tak polos, ia tau maksud dari perlakuan Sakti. Ditambah saat Sakti menindih tubuh Bumi.


Langit tolong Bumi!


Pinta Bumi lagi, hatinya terus saja berujar berharap Langit bisa merasakan panggilan telepati yang ia berikan.


Sakti mulai membuka baju yang melekat ditubuhnya, lalu kembali menatap Bumi yang berada dibawah kungkungannya.

__ADS_1


“Lo tenang aja, gue akan main secara halus,” perkataan Sakti semakin membuat Bumi takut. Ia menutup baju yang telah koyak, berusaha menutupi tubuh sebisa yang Bumi bisa.


“Lo mau buka baju lo sendiri? Silahkan, biar gue liat bagaimana cara membuka baju dengan benar!”


Sakti berbicara dengan wajah mengejek, ia masih bertahan berada di atas tubuh Bumi.


Bumi menggeleng, ia tak akan pernah membuka baju untuk Sakti. Ia akan mempertahankan kehormatannya sebisa mungkin.


“Atau mau gue bantu, tapi…. Gue bukanya dengan cara gue, tentu dengan cara yang berbeda,” tawaran Sakti tak berpengaruh, Bumi semakin mengeratkan pegangan pada bajunya.


Bumi memandang Sakti penuh kebencian, ia tak pernah bertemu dengan orang sebejat Sakti.


Sakti dan Langit memang adik kakak, tapi kelakuan keduanya sangat berbeda, jelas jika Sakti selalu dibandingkan dengan Langit.


Langit memang menjengkelkan, tapi sikap Langit tak pernah sebejat Sakti. Sosok Sakti begitu menjijikan di mata Bumi.


“Lo mau pilih tawaran gue yang pertama atau yang kedua?” Tanya Sakti dengan seringai. Ia meletakkan kedua tangan di sisi tubuh Bumi. menatap Bumi dengan intens dan sangat dekat sambil mengangkat kedua alisnya.


“Gak keduanya!”

__ADS_1


__ADS_2