
...L.A.N.G.I.T.S.T.O.R.Y.B.U.M.I...
...Karena kamu, Langit...
🐝Ngamen🐝
***
“Langit! Teriak Bumi memecah gendang telinga cewek disebelahnya. Bumi tak peduli yang penting Langit sedang menoleh ke arahnya meski helm full face masih melekat dikepala.
Langit mengerjap hampir tak percaya, mimpi buruk.
Sekarang bayangan gadis itu ada dimana-mana dan semakin hari semakin aneh.
Langit melepas helm dan turun dari moge hitamnya yang langsung diserbu oleh para fans cewek jelek kata Bumi, Karna yang cantik hanya dia.
Astaghfirullah, maafkan Bumi gaes. Maklum kepercayaan diri sudah melampaui batas.
Sedang lawan tanding Langit hanya menatap kesal karena kalah dan cabut bersamaan. Tak tahan jika kaktus tetangga lebih hijau, kalau rumput mah nanti dimakan sama kambing.
“Sayang!” panggilan Bumi sekan menjadi bunyi peringatan.
“Aku nunggu udah lama, nih! Tapi kamu malah deket-deket sama cewek lain,” Langit menyerngit. Bumi berjalan semakin mendekat dan mengait lengan Langit.
__ADS_1
Cewek-cewek menganga bahkan ada yang histeris sampai pingsan. Idola mereka punya cewek!
“Loe apa-apaan sih?” Langit berbisik sambil mendorong jidat Bumi.
“Ahhhh,” teriakan para gadis. Mereka mengira dua insan itu sedang menabur kebucinan, padahal aslinya sedang menabur kemicinan.
“Aku cemburu, Sayang!” rengek Bumi manja sambil merebahkan kepala pada dada bidang Langit tak lupa memeletkan lidah pada beberapa cewek yang memandangnya dengan tidak suka.
Banyak yang membubarkan diri karena kecewa ada juga yang iri terus ada juga yang mau muntah.
Langit mendengus melepaskan pegangan Bumi dan berjalan meninggalkan motor gedenya ke arah tempat peristirahatan Artas.
Sudah Langit lihat wajah menahan tawa dari Guntur dan Selatan. Anggota Artas jelas melihat dengan nampak tanpa buram kaya kamera, sedang Bumi terus saja mengejar .
Langit sudah duduk dikursi kebanggan, banyak yang mengucapkan selamat. Bagi Langit, sih sudah biasa. Bumi juga ingin duduk disana, disamping Langit. Kaya dua pasutri yang sedang bahagia.
Sedang Guntur hanya cekikikan, Bara, ia sedang asik dengan ponselnya.
Ada juga si Asep, Udin, Junai, dan masih ada beberapa lagi. Bumi tak lagi tertarik membaca nametag yang terdapat di dada jaket dengan lambang segita Bermuda, heh bukan.
Maksudnya lambang bingkai segitiga terus terdapat gambar harimau dengan kalung segitiga. Di atas kepala harimau ada logo 2 jari kelingking yang saling terikat.
“Bumi bukan mau ke pasar!”
__ADS_1
“Terus mau ngapain, Tante” tadi Neng sekarang Tante, besok Oma terus besoknya lagi almarhum. Astaghfirullah.
“Bumi mau ngamen!” jawab Bumi asal.
Selatan mengamati dari sandal swallow baju daster sampai rambut yang dicepol. Cocok sih kalau jadi pengamen.
“Ngamen kok disini?” Guntur tak tahan jika tak bersuara.
“Bukan disini kok,” sanggah Bumi.
“Lah terus dimana?” Tanya Selatan dan Guntur bersamaan. Makhluk 2 bernyawa itu sepertinya memang diciptakan untuk menjadi sejoli.
“Ngamen dihati langit!” Bumi cekikikan sambil mengedip-ngedip ke arah Langit.
“Kalau Langitnya ga mau?”
“Nyanyinya tambah keras, lihat jurus yang kan ku berikan jarang goyang-jarang goyang,”
Pfttt, mereka terbahak, dengan hadirnya Bumi membuat suasana menjadi….gila!
Ting,
Sebuah pesan masuk diponsel Bumi.
__ADS_1
CEPAT PULANG! OREK TEMPE BUNDA SAMPAI HANGUS KARENA NUNGGU GARAM!
Alamak, Bumi lupa!