
...L.A.N.G.I.T.S.T.O.R.Y.B.U.M.I...
...Karena Kamu, Langit...
🐝Adik Kakak?🐝
***
Bumi terhenyak, tubuh cowok di depannya mirip seperti tubuh cowok yang kemarin mengintai. Bumi mundur ke belakang hingga menubruk tubuh Hujan.
“Lo kenapa?” Tanya Hujan sambil memegangi kedua bahu Bumi. terlihat raut takut diwajah Bumi.
“Hai adik ipar!” sapa cowok itu lagi sambil mengulurkan tangan. Bumi terdiam, matanya masih mengarah pada wajah cowok didepannya.
“Bumi, lo baik-baik aja kan?” Tanya Hujan lagi saat Bumi tak bersuara, bahkan tak menerima uluran tangan cowok di depan.
Bumi tersadar saat Hujan menggoncang pelan lengannya. Bumi menggeleng lalu beralih menatap tangan yang masih menggantung diudara.
“Kamu siapa?” Tanya Bumi saat cowok di depannya tersenyum ramah tapi terasa seperti terpaksa bagi Bumi.
Bumi ingat, kemarin cowok ini mengacungkan jari tengah pada Langit. Dan dari gelagatnya kemarin juga seakan tak menyukai Langit, pun dengan ekspresi Langit yang juga menunjukkan rasa tak sukanya saat cowok itu mengintai Bumi.
__ADS_1
“Gue Sakti, Kakaknya Langit! lo cewek Langitkan? Berarti lo adik ipar gue! eh tunggu, gue ralat calon adik ipar gue,”
Ya, didepan Bumi sekarang adalah Sakti. Orang yang kemarin mengintai Bumi.
Sakti mengalihkan pandangannya pada tangan yang masih menggantung. Meminta Bumi untuk membalas jabatan tangannya.
Bumi ragu, ingin membalas uluran tangan Sakti. Ia kembali mengamati wajah Sakti. Apa kemarin Sakti dan Langit sedang marahan? Sehingga Sakti bersikap demikian.
Bumi menggerakkan tangan ingin menjabat tangan Sakti, namun tiba-tiba tangan Sakti ditepis kasar oleh…. Langit.
“Jangan pernah sentuh cewek gue!” Langit berujar lalu mendorong kasar tubuh Sakti hingga tergeser beberapa langkah. Lalu Langit menarik lengan Bumi.
“Ikut gue!”
“Gue udah dijemput, nanti gue kabarin lagi,”
Hujan menunjuk sebuah mobil mewah yang terparkir tak jauh dari mereka berada.
Hujan melangkah sambil melambai dan dengan cepat masuk ke dalam mobil.
“Jadi adik itu harus sopan sama kakaknya!” ucapan Sakti membuat pandangan Langit dan Bumi yang sedari tadi mengamati Hujan beralih menatap Sakti.
__ADS_1
“Dia kakak Langit ya?” pertanyaan Bumi tak dihiraukan Langit. Justru cowok itu maju beberapa langkah dan menyembunyikan Bumi ke belakang tubuh. Seakan tak membiarkan Sakti menatap Bumi lebih lama.
“Gue ga pernah ngerasa punya kakak kaya lo!”
Tekan Langit penuh emosi, dan Bumi merasakan itu. Bahkan Bumi melihat tangan Langit mengepal.
Apa yang sebenarnya terjadi? Bumi bertanya-tanya. Hubungan seperti apa yang dimiliki keduanya?
Bahkan Bumi tak pernah tau jika Langit punya kakak. Dan dirumah Langit pun Bumi tak melihat satu pun foto Sakti yang terpajang di dinding atau pun di atas meja. Yang ada hanya foto ayah Langit.
Bumi semakin penasaran, kehidupan apa sebenarnya yang dijalani Langit?
“Wow! gue sebagai kakak lo merasa tersanjung! ternyata lo cukup segan buat ngakuin gue sebagai kakak lo, bahkan di depan cewek lo sendiri!” Sakti berujar dengan wajah mengejek.
“Apa lo malu? Bukanya seharusnya gue yang malu ngakuin lo sebagai adik gue?” Tanya Sakti kembali sambil menepuk bahu Langit.
Bumi mengintip dari celah tangan Langit. Tubuh Langit yang besar dan tinggi mampu menutupi tubuh Bumi sepenuhnya.
“Kita selesaikan nanti!” Langit memutar tubuh untuk meninggalkan Sakti. Ia sungguh enggan jika harus berdebat di depan Bumi dan membuat cewek itu ketakutan.
“Kenapa? Lo takut dia tau semuanya!” Langit tak memperdulikan, ia menggenggam erat tangan Bumi dan mengajak cewek itu untuk mengikuti langkahnya.
__ADS_1
Sakti tak tinggal diam, ia menarik tangan Bumi membuat Bumi terhenti.
“Lo tau siapa Langit sebenarnya?”