Langit Story Bumi

Langit Story Bumi
Kembali Ke Bumi-Sakti


__ADS_3

...L.A.N.G.I.T.S.T.O.R.Y.B.U.M.I...


...Karena Kamu, Langit...


🐝Kembali Ke Bumi-Sakti🐝


***


Disisi lain


Bugh, satu tendangan tepat mengenai asst Sakti. Sakti meringis sambil memegangi asetnya yang mendadak ngilu tak terkira. Ia mengumpat dalam hati, masa depannya tak boleh lecet sedikitpun.


“Lo kurang ajar! Ga tau sopan santun!” teriak Sakti menggema diruangan. Ia berusaha menghampiri Bumi meski dengan tertatih.


Bumi berlari ke arah pintu, berusaha kembali memutar gagang pintu sekuat tenaga.


“Tolong!” teriak Bumi dengan prustasi karena merasa usahanya sia-sia. Siapa yang akan mendengarnya ditempat yang sepi seperti ini. jika pun ada yang mendengar dipastikan adalah orang-orang Sakti.


Sakti semakin mendekat, Bumi kembali memutar otak. Ia berlari ke arah sudut ruangan yang terdapat sebuah sapu. Mengambilnya dan mengarahkan pada Sakti.

__ADS_1


“Jangan mendekat atau Bumi pukul!” ancam Bumi sambil mengarahkan gagang sapu ke arah Sakti. Berharap cowok di depannya takut dan berubah pikiran.


Sakti tertawa sinis sambil terus mendekat dan mendekat.


Bumi tak tinggal diam, ancamannya tak mempan berarti ia harus bertindak.


Bumi mengarahkan sapu ke wajah Sakti, lalu hendak memukul bahu Sakti. Namun usaha Bumi kembali sia-sia, Sakti memegangi gagang sapu yang Bumi arahkan.


Mereka saling adu kekuatan, meski akhirnya Bumi kalah. Karena bagaimana pun tenaga perempuan akan kalah jika harus melawan laki-laki.


Sakti melempar sapu ke belakang, lalu mencengkram pipi Bumi dengan kasar membuat Bumi meringis.


“Sakti jangan macam-macam atau Langit ga akan maafin Sakti!” Bumi berujar dengan susah karena mulutnya terus saja dicengkram Sakti.


Sakti menyukai wajah takut Bumi dan membayangkan betapa murkanya Langit jika tahu Sakti berbuat sesuatu pada Bumi.


“Apa bibir lo ini pernah dicum-bu sama Langit?” Sakti mengusap bibir Bumi dengan tangan sebelahnya, sedangkan tangan yang satunya tetap mendengkram pipi Bumi.


“Atau…” tangan Sakti perlahan turun dan mengenai leher Bumi. ia mengambil beberapa rambut Bumi dan mulai menggulungnya sambil memiringkan wajah karena Bumi seperti ingin memandang Sakti.

__ADS_1


“Hhh” Sakti terus saja menggoda Bumi. ia bahkan sekarang menciumi rambut Bumi.


Lihat Langit! lihat apa yang sedang gue lakukan sama cewek kesayangan lo!


Bumi memberontak karena merasa jijik. Bahkan melihat wajah Sakti membuat Bumi mual.


Bumi ingin memukul Sakti andai ia bisa. Member cowok itu pelajaran karena telah menganggapnya cewek murahan.


Sakti mengambil kedua tangan Bumi dan meletakkan tangan itu di atas kepala Bumi, lalu menghimpit tubuh Bumi ke dinding hingga Bumi tak bisa memberikan perlawanan.


Bumi tercekat, ia sangat takut dengan cowok di depannya. Sakti mengerikan! Lebih mengerikan dari seekor binatang buas.


Dalam pikirannya, Bumi berharap Langit membuka pesan yang ia kirim dan segera datang menemui Bumi lalu membawa Bumi pergi dari tempat terkutuk ini.


“Gimana? Lo suka permainan gue atau permainan Langit?” Tanya Sakti Lagi.


Sakti membenamkan wajahnya diceruk leher Bumi. Bumi meringis sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Ingin berteriak namun tangan Sakti menutup mulut Bumi.


Bumi menangis tanpa suara, ia sangat jijik dengan dirinya sendiri, ditambah Sakti yang semakin liar bermain dileher Bumi.

__ADS_1


Tes! Air mata Bumi menetes diantara pipi, mulai menganak dan terus mengalir.


Langit! tolong Bumi!


__ADS_2