
...L.A.N.G.I.T.S.T.O.R.Y.B.U.M.I...
...Karena Kamu, Langit...
🐝Cerita Masa Lalu🐝
**
Tangan Bumi mengepal menahan amarah. Jelas iya marah, orang yang melahirkannya disebut sebagai wanita rendahan.
Bunda yang selama ini Bumi sayang dihina oleh orang yang baru saja Bumi temui. Ingin Bumi menampar wanita didepannya agar tak sembarang dalam berkata.
“Apa maksud Tante? Bunda orang baik, bukan wanita rendahan seperti yang Tante bicarakan!”
Citra membuang muka ke samping sesaat sambil tersenyum mengejek lalu kembali menatap Bumi yang juga tengah menatap dengan tajam.
“Orang baik kamu bilang? Ga ada orang baik yang rela meninggalkan suaminya demi laki-laki lain!”
Dahi Bumi mengerut, perkataan Citra terlalu berbelit-belit dan Bumi tak suka. Kenapa tak langsung mengatakan intinya saja.
__ADS_1
“Siapa yang Tante bicarakan? Bumi ga ngerti! Bumi hanya bertanya apa hubungan Tante dengan Bunda?”
Bisakah Citra menjawab dengan cepat agar Bumi juga bisa pergi dari rumah yang membuat Bumi tak nyaman.
“Hanya bertanya? Baiklah akan saya jawab, tapi persiapkan mental kamu. saya ga mau ada orang pingsan di dalam rumah saya!”
Bumi benar-benar tak mengerti arah pembahasan yang Citra bicarakan. Terlalu banyak membuang waktu.
“Jangan berbelit-belit!” sahut Bumi.
“Ibu kamu dulunya menikah dengan adik saya, Ragantara. Saya kira Ibu kamu menerima lamaran adik saya karena cinta, tapi saya salah. Ibu kamu hanya menginginkan harta adik saya. Ibu kamu berselingkuh dengan laki-laki lain dan pergi meninggalkan adik saya setelah berhasil mengeruk semua harta adik saya!”
“Tante bohong! Bunda ga mungkin seperti itu!” bantah Bumi,
“Untuk apa saya berbohong, Ibu kamu pergi dan menikah dengan Gibran. Namun pernikahan mereka tak berlangsung lama karena Gibran sakit-sakitan dan akhirnya meninggal dunia. Saya tak heran, mungkin itu karma buat kalian karena telah menyakiti adik saya,”
Bumi terdiam karena shock, sedang Citra memerintahkan pada asisten rumah tangga untuk mengambil sesuatu di dalam kamar khusus.
Hening, Citra suka melihat wajah Bumi yang pucat. Tak lama asisten rumah tangga itu datang dengan membawa sebuah album. Citra membukanya dan melemparkan pada Bumi.
__ADS_1
Deg, tubuh Bumi semakin mematung. Foto pernikahan Bunda dengan seorang laki-laki.
Di dalam foto pernikahan tertera tulisan Wulan Anastasya dan Ragantara. Pun juga tertera tahun pernikahan yang di adakan satu tahun sebelum Bumi lahir.
“Saya tak yakin, apa kamu benar keponakan saya atau malah anak dari laki-laki selingkuhan Ibu kamu!”
“Cukup!” teriak Bumi. ia tak sanggup lagi menerima kenyataan yang sangat menyakitkan ini.
“Belum, Sayang. Masih ada satu rahasia lagi yang belum kamu ketahui!. Kamu tau siapa dalang dibalik kecelakaan Ibu kamu?”
Citra mendekat dan duduk di samping Bumi lalu mencengkram kuat dagu Bumi. Bumi meringis karena cengkraman Citra membuatnya ngilu.
“Tante tau?” Tanya Bumi dengan sedikit kesusahan karena tangan Citra masih mencengkram dagunya.
“Tentu saya tau, karena saya orangnya, ha ha ha!” tawa Citra menggema. Wajahnya mengerikan membuat Bumi ingin cepat-cepat pergi.
Citra benar-benar mengerikan. Rela membunuh siapa saja. Ternyata pilihan Bumi untuk mengetahui kebenaran dimasa lalu adalah sebuah kesalahan.
“Tante jahat!”
__ADS_1
“Saya memang jahat, saya juga ga segan untuk menghabisi kamu sekarang juga kalau saya mau!”