Langit Story Bumi

Langit Story Bumi
Its Show Time


__ADS_3

...L.A.N.G.I.T.S.T.O.R.Y.B.U.M.I...


...Karena Kamu, Langit...


🐝Its Show Time🐝


***


Trang,


Suara engsel yang terhempas keramik membuat Citra dan Bumi menoleh. Tak lama, setelah benda penghalang terbuka timbulah sosok yang tak asing.


Mata Bumi terus menatap sosok yang sangat ia rindukan beberapa hari ini. sosok yang selalu melekat dalam ingatan Bumi, Langit.


Cowok yang berdiri itu juga menatap Bumi Bumi dengan sorot kerinduan.


Langit melangkah dengan kaki jenjangnya yang dibalut sepatu kets putih. Dan berhenti disamping sofa yang Bumi dan Citra duduki.


Tangan Langit melepaskan cengkraman Citra di dagu Bumi dengan kasar lalu menghempaskan tangan wanita itu. Tak lupa juga Langit menyembunyikan Bumi dibelakang tubuhnya.


“Wow! Anak dari sahabat-sahabat saya berkunjung secara bersamaan hari ini, sungguh tak terduga,” ucap Citra saat melihat Langit dan Bumi.


Ya, dulu memang Citra, Arumi dan Wulan adalah sahabat. Mereka bersahabat karena satu sekolah waktu SMA. Namun persahabatan itu harus sirna karena keegoisan masa lalu.

__ADS_1


Arumi yang tergoda dengan Alex, suami Citra. Ia tega menggoda suami dari sahabatnya sendiri untuk mendapatkan kehidupan yang layak.


Sedangkan Wulan berbeda, ia tak bermaksud mengeruk harta Raga. Ia juga dulu sangat mencintai Raga, namun sikap kasar Raga setelah menikah tak mampu diterima Wulan.


Wulan sering merasa tertekan dan takut jika bersama dengan Raga. Wulan tak mau jika anak semata wayangnya juga terimbas kekerasan Raga.


Wulan ingin lepas dari jerat Raga, namun Raga punya kekuasaan yang kuat. Untuk itu ia mengambil harta Raga agar laki-laki itu tak lagi berkuasa dan ia bisa bebas.


Setelahnya Wulan pikir ia akan bebas dan bisa hidup dengan damai. Tapi ia salah, justru Citra mengintai Bumi.


Sudah berkali-kali Wulan meminta maaf dan mendatangi Citra untuk tak lagi mengusik hidup mereka. Namun Citra sudah berubah menjadi sosok yang tak mau memaafkan.


Prak prak,


Citra bertepuk tangan melihat pemandangan yang menggelikan antara dua remaja di depannya.


Bumi menahan lengan Langit yang mengepal. Karena jika Langit bertindak, Bumi yakin cowok itu tak bisa mengontrol tindakannya karena amarah yang memuncak.


“Saya akan membuat anda mendekam di penjara!” umpat Langit yang sudah muak dengan sikap Citra.


Sudah lama ia memendam kekesalan namun tak mampu ia lampiaskan pada wanita di depannya ini karena ingat pesan Ibunya, harus menghormati Citra.


Tapi sekarang, Langit ingin meminta maaf pada Ibunya. Langit tak lagi mau menuruti permintaam wanita yang telah melahirkannya.

__ADS_1


“Kamu pikir saya takut? tentu tidak! ucapan kamu itu hanya mimpi. Ga akan ada yang bisa membuat saya mendekam di penjara,”


Citra berucap dengan percaya diri. Orang suruhannya adalah orang yang terlatih dan professional, jadi jika hanya seorang bocah ingusan seperti Langit tak akan bisa menyainginya.


“Mau saya buktikan?” tantang Langit.


“Sebelum kamu buktikan ucapan kamu yang halu itu, lebih baik kita menonton pertunjukan, bagaimana?” Tanya Citra.


Ralat bukan bertanya karena sebelum Langit dan Bumi menjawab, Citra sudah memulai pertunjukan.


“Its show time,”


Prak prak prak,


Citra memberi tanda dengan bertepuk 3 kali. Ia tak sabar ingin menonton pertunjukan yang sudah ia persiapkan tadi ketika pertama melihat Bumi berdiri di depan pagar.


Ya, sebelum Bumi masuk ke dalam rumah, Citra sudah melihat Bumi. Citra pun dengan sigap menyusun rencana yang mengejutkan.


Awalnya memang hanya untuk Bumi, namun siapa duga Langit sepertinya juga tak ingin ketinggalan.


Deg,


Beberapa orang berbadan tegap masuk ke dalam rumah, juga tak lupa sebuah pistol yang masing-masing mereka genggam di tangan.

__ADS_1


__ADS_2