Langit Story Bumi

Langit Story Bumi
Balas Pesan


__ADS_3

...L.A.N.G.I.T.S.T.O.R.Y.B.U.M.I...


...Karena Kamu, Langit...


🐝Balas pesan🐝


***


P


Satu pesan masuk ponsel Bumi. Setelah makan dan mencuci piring, Bumi masuk ke dalam kamar. Nomor tersebut tak memiliki foto, bahkan nama yang tertara pun hanya tanda titik.


^^^Siapa^^^


Gue


^^^*I*ya, kamu siapa^^^


Cowok paling ganteng


^^^Dih,pede banget^^^


Tapi lo suka


Bumi semakin penasaran , siapa sebenarnya cowok kepedean dibalik pak kurir ini.


^^^Kata siapa Bumi suka sama kamu?^^^

__ADS_1


Kata lo sendiri. Lebih dari 365 kali gue denger lo mau jadi pacar gue


Deg, Bumi melempar ponselnya. Untung hanya tergeletak di atas kasur. Kembali mengambil ponsel dan membaca berkali-kali. Mengulang pesan yang biar dibaca berkali-kali pun tak akan berubah.


“Apa beneran Langit?” Tanya Bumi pada diri sendiri.


Ting, satu pesan kembali masuk


Kenapa ga dibales, malu? Biasanya juga malu-maluin


What! OMG bibir Bumi mencebik kesal namun berbdeda dengan hatinya yang berbunga-bunga. Stop! Bumi tak ingin percaya begitu saja. Bisa saja ini akal-akalan Guntur untuk mengerjainya.


^^^Kalau kamu Langit, beri satu bukti biar Bumi percaya^^^


Jantung Bumi berdegup sembari menunggu balasan. Lumayan lama, hingga membuat Bumi berpikir jika ia memang benar-benar sedang dikerjai.


Lihat saja, nanti hari senin ia akan memberi pelajaran pada Guntur. Berani sekali mengerjai Bumi. Pikiran licik Bumi, ia ingin menghabisi Guntur.


Ting, satu pesan kembali masuk. Sambil menggerutu Bumi membuka pesan dari orang yang mengaku Langit.


“Aaaaaaaa!” teriak Bumi dengan kencang. Tiba-tiba bangun, bahkan selimut sudah terlempar dari kasur. Bumi memegang, dadanya yang berdebar tak karuan.


“Ada apa, Sayang?” Tanya Bunda dengan raut khawatir. Teriakan Bumi melengking, membuat Bunda terbangun.


“I-itu tadi ada kecoa Bunda. Tapi sekarang sudah pergi,” jelas Bumi sambil nyengir, membuat Bunda membuang napas lega. Ia sempat mengira jika Bumi terjatuh.


Bumi menutup pintu setelah Bunda melenggang pergi ke kamar sebelah. Setelah memastikan situasi aman, Bumi kembali mengecek ponsel.

__ADS_1


Satu foto Bumi terima dengan gambar bandul kalung Langit. Bumi sangat yakin itu punya Langit, karena ia pernah melihat dengan sangat dekat.


Bumi kembali membalas pesan, mengapa Langit tiba-tiba menghubunginya.


Naas, balasan dari Langit malah membuatnya kesal, cowok itu menjawab hanya karena ingin memastikan agar Bumi mencuci hoody yang Bumi pakai saat pulang kehujanan.


Ya, sewaktu Langit mengantar Bumi, cowok itu memakaikan hoodynya untuk Bumi agar tidak kedinginan.


“Dasar!”


Hanya karena pesan dari Langit membuat dunia Bumi jungkirbalik, sampai Bumi lupa ada Mini diantara mereka. Mulai sekarang Bumi, bisakah tak melibatkan hati?


Bumi memejam mata, dan hanya membaca pesan dari Langit yang membuatnya kesal.


Hingga mentari menampakkan diri, Bumi masih bergeming dengan posisi tidur yang tak mampu author jelaskan, nanti Bumi malu.


Tepukan pelan dari Bunda membuat Bumi terbangun dan mengeliat malas.


“Bangun, Sayang,”


“Sebentar lagi, Bunda. Bumi masih mengantuk,”


“Tidak ada tapi-tapian. Sekarang bersihkan diri lalu temui teman kamu, kasian nanti kelamaan nunggunya,” jelas Bunda membuat dahi Bumi mengerut. Ia tak punya janji hari ini. Bahkan ia berniat untuk bermalas-malasan sambil nonton drakor.


“Teman Bumi yang mana,Bunda? Apa Aldo?” Tanya Bumi dengan malas. Dasar Aldo, bertamu tak tau waktu, gumam Bumi.


“Katanya sih namanya….Langit,”

__ADS_1


“Hah!”


__ADS_2