Langit Story Bumi

Langit Story Bumi
Jangan Buat Diri Lo Terluka!


__ADS_3

...L.A.N.G.I.T.S.T.O.R.Y.B.U.M.I...


...Karena Kamu, Langit...


🐝Jangan Buat Diri Lo Terluka!🐝


***


Di dalam kamar mandi yang sepi, Bumi sedang memperhatikan lehernya yang tercetak tanda Sakti. Berulang kali Bumi menggosok dengan kain agar tanda itu hilang, tapi percuma dan hanya membuat lehernya semakin memerah karena usapan yang kasar.


Bumi bahkan telah berada di dalam kamar mandi hampir satu jam lamanya. Hingga dering ponsel membuat Bumi keluar dari kamar mandi.


Ternyata dari Langit.


Bumi menggeser tombol hijau dan meletakkan ditelinga.


Cukup lama, keduanya saling terdiam. Bumi menunggu agar Langit berbicara terlebih dahulu. Terdengar helaan napas diseberang sana.


Jangan buat diri lo terluka!


Deg


Perkataan Langit membuat Bumi tersentak. Bagaimana bisa cowok itu tau apa yang sedang Bumi lakukan? Bumi merenung sebelum menucapkan sepatah dua patah kata.

__ADS_1


Apa Bumi menjijikan?


Suara Bumi tercekat, tenggorokannya terasa kering. Pertanyaan yang tak mampu ia utarakan waktu bertemu dengan Langit. bahkan Langit tak ada sedikitpun membahas tanda dilehernya.


Lo cantik!


Bukan! Bukan itu jawaban yang Bumi mau. Meski hatinya sempat berdesir karena ungkapan cantik karena sebelum-sebelumnya Langit tak pernah memujinya cantik.


Lang—


Stop jika lo mau ngomong itu lagi!


Tekan Langit dengan tegas.


Tapi Langit ga nanya itu tanda apa? Langit juga ga ada bahas! Bumi tau, pasti Langit anggap Bumi menjijikan!


Bumi menahan isakannya agar tak terlalu kencang dan membuat Bunda penasaran.


Sejujurnya saat ia datang pun Bunda sudah memasang wajah yang penasaran dan berulang kali bertanya ada apa. Dengan sekuat tenaga Bumi tak menangis dan berkata baik-baik saja.


Apa gue sejahat itu?


Pertanyaan Langit membuat Bumi bungkam. Bukan itu yang ia maksud. Langit salah paham dan salah mengangkap pertanyaan Bumi. Bumi hanya—

__ADS_1


Jawab gue Bumi! apa menurut lo gue sejahat itu?


Hiks, hanya isakan yang terdengar. Langit berusaha menahan amarahnya saat Bumi mengatakan hal yang tak ia sukai.


Lo salah paham!


Bumi terdiam, isakannya mengecil dan menunggu penjelasan Langit.


Gue ga bahas tanda itu bukan berarti gue anggap lo menjijikan. Gue Cuma ga ingin lo kembali ingat kejadian itu. Karena kalo gue bahas, lo akan semakin mengingat kejadian itu lagi. Gue ga mau buat lo semakin tersiksa, Bumi!


Langit menarik napas panjang dan kembali berujar,


Ga ada sedikitpun terlintas kata menjijikan bagi gue buat lo. Lo tetap Bumi, Bumi-nya Langit.


Telepon dari Langit membuat Bumi tenang. Sempat terlintas dibenak Bumi untuk menjauhi Langit. bukan karena ia takut berada disisi Langit tapi karena ia merasa tak pantas jika bersama Langit.


Bumi malu saat Langit melihat tanda yang Sakti berikan pun ditambah dengan Sakti yang menindihnya saat itu. Bumi malu, sangat malu. Ia merasa seperti menjadi cewek mu-rahan.


Diseberang sana, dibawah langit yang sama. Seorang cowok sedang berdiri di balkon menghirup udara malam yang dingin.


Langit, ia sedang memikirkan bagaimana cara melindungi Bumi dari Citra dan Sakti.


Langit yakin, Sakti tak akan berhenti begitu saja. Cowok itu pasti akan kembali mengganggu Bumi. sekalipun jika Langit melepaskan Bumi, Sakti pasti akan tetap mengincar Bumi karena Sakti mengetahui bahwa Bumi adalah orang yang Langit sukai.

__ADS_1


__ADS_2