
...L.A.N.G.I.T.S.T.O.R.Y.B.U.M.I...
...Karena Kamu, Langit...
🐝Tamat🐝
***
Tak pernah Bumi duga seumur hidupnya, bayangan bagaimana pernikahan yang tanpa persiapan. Bumi kira Langit hanya bercanda, tapi ternyata cowok itu membenarkan ucapannya.
Sekarang di depan banyak orang dengan memakai gaun pengantin yang indah, Bumi berdiri di samping Langit yang saat ini memakai jas hitam.
Setelah kejadian yang bertubi-tubi datang. Tangis kesedihan, kehilangan yang Bumi rasakan berganti dengan tangis haru.
Langit menggenggam erat tangan Bumi, cewek disampingnya sangat cantik bahkan Langit tak bisa melepaskan pandangannya.
“Lo cantik!” puji Langit tepat ditelinga Bumi.
Bumi masih shock,beberapa jam lalu ia dirias dan diberitahu akan menjadi pengantin. Bahkan sampai sekarang ia masih berpikir jika ini mimpi.
Langit mengusap pelan pipi Bumi sambil tersenyum teduh.
Diujung sana, Alex menghapus sudut matanya yang berair. Selama ini ia tampak acuh, namun tanpa Langit ketahui laki-laki itu selalu memperhatikan. Merasa bersalah karena tak mampu mengeskpresikan rasa sayangnya.
Anak yang lahir diluar nikah itu harus menerima hinaan dan kebencian dari orang sekitar. Tapi sekarang Alex akan melindungi, ia hanya ingin anak dan menantunya bahagia.
Dibalik keharuan ada beberapa cowok yang asik menikmati hidangan.
“Ga nyangka gue, Bos ngebet banget nikahan Bumi,” Selatan mengoceh sambil menyuap sepotong kue coklat.
“Itu tandanya cowok yang gentle,” Guntur menimpali.
“Lo nyindir gue?” Selatan tak terima, karena seperti yang diketahui, Selatan adalah anggota Artas yang dikenal dengan sebutan playboy. Ceweknya ada dimana-mana. Banyak yang terjerat karena gombalannya.
“kalo ngerasa ya Alhamdulillah, kalo ga kayanya lo harus di ruqiyah,”
“Ck, iri tanda ga mampu. Daripada ngurusin percintaan gue mending lo pdkt sana sama Jingga,” Selatan menunjuk dengan mulutnya ke arah dimana Jingga sedang bekerja menata hidangan agar rapi dan mengganti wadah-wadah yang kosong.
“Males gue sama cewek penipu. Andai lagi di luar udah gue samperin tuh cewek buat bikin perhitungan,” Guntur menatap benci pada Jingga.
“Awas jadi suka,”
“Ga bakalan!” ucap Guntur dengan tegas.
Sedang Bara hanya diam. Hatinya masih teringat akan cewek yang pergi meninggalkannya untuk selamanya. Rasanya masih sakit jika Bara mengingat tragedi mengenaskan itu.
__ADS_1
“Lo mau gue kenalin sama cewek cantik ga, Bar?” Selatan mencoba menghibur.
“Gak!” Balas Bara dengan tegas.
Selatan mencebik, dua temannya ini sama-sama menyebalkan. Selatan bersandar dikursi dan memandang sepasang pengantin yang saling melemparkan tawa.
“Kalo nanti kita punya anak, Langit mau beri nama anak kita apa?” Tanya Bumi yang sudah duduk dikursi pengantin setelah berjam-jam berdiri menyalami tamu undangan.
“Apa aja, yang penting ada unsur sayurnya,” jawab Langit sambil mengulum senyum.
“Kenapa harus ada unsur sayurnya, emang mau jualan!” Bumi kesal akan jawaban Langit yang mengada-ngada.
“Biar sehat, jadi harus ada unsur sayurnya, hahahaha”
“Masa anak kita kalo cowok namanya Steven Wortel,” Sungut Bumi dengan wajah yang cemberut juga menahan senyum. Lumayan lucu gumamnya.
“Kalo cewek namanya Bunga Kembang Kol,” sahut Langit.
“Ha ha ha!” keduanya tertawa bersamaan.
Belum juga malam pertama sudah merancang perihal nama anak.
Seminggu telah berlalu, yang tanya apa mereka sudah melakukan malam pertama? Jawabannya ya tentu saja sudah.
Terus yang nanya lagi kenapa dinovel satunya ada unsur malam pertamanya? Jawabannya adalah karena saat itu author menulis dalam keadaan tak sadar.
Terus ada lagi yang nyahut, kenapa pas bikin novel ini authornya dibikin ga sadar aja? jawabannya adalah tiba-tiba author ingin menyantet online yang nanya awokwok canda gaes.
Seminggu telah berlalu, Langit dan Bumi telah mendaftar diuniversitas yang sama namun dengan jurusan yang berbeda.
Bumi mendaftar difakultas kedokteran sedangkan Langit mengambil jurusan Interior Desain.
Selatan, Guntur dan Bara juga mendaftar di universitas yang sama. Selatan dan Guntur yang mengambil jurusan Teknik Sipil, sedang Bara memilih jalur yang berbeda. Ia memilih jurusan hukum, bukan tanpa alasan. Bara memilih jurusan hukum karena ada sesuatu hal.
Diruangan yang hangat, Langit dan Bumi telah selesai mendaftarkan diri sebagai calon mahasiswa.
“Terimakasih banyak, Yah!” ucap Langit sambil memeluk erat tubuh Alex. Ya, Alexlah yang meminta anak dan menantunya untuk melanjutkan pendidikan, urusan biaya biarlah ia yang menanggung hingga tuntas.
Alex menepuk punggung Langit dengan lembut. Baru kali ini mereka bicara dengan hangat. Melampiaskan rasa yang tertahan karena keadaan.
Alex melambaikan tangan, meninta Bumi untuk bergabung. Bumi menurut dan ikut memeluk ayah mertuanya. Ketiganya hanyut dalam rasa haru keluarga baru.
...Coretan dengan tinta yang sama pun hasilnya akan berbeda...
...Tergantung seberapa ingin tanganmu untuk membuatnya indah...
__ADS_1
...Begitupun dengan kehidupan...
...Jangan risaukan seberapa sering kamu jatuh dan terluka...
...Tapi bangkit dan yakinlah akan ada indah pada hasilnya....
...Tamat!...
***
...Disini, ku ceritakan betapa aku mengaguminya dulu. Betapa kerennya dia saat pagi, saat cahaya mentari menyorot. Dia bersinar membuat fokusku hanya tertuju pada titiknya....
...Disini, ku jelaskan bagaimana matanya yang indah saat menatapku dengan tajam. Membuatku bergetar dengan tingkah tak karuan....
...Disini, ku deskripsikan bagaimana langkah, senyum dan aroamanya yang membuatku terpikat tanpa mengikat. Kata mereka sosoknya dingin, tapi mengapa mampu membuatku meleleh? Aku terbuai akan hadirnya yang memabukkan. Saat itu aku sadar, aku telah jatuh pada dasar terdalam akan pesonanya....
...Iya, cerita ini tercipta atas dasar kekaguman, pada sipemilik cahaya rembulan....
...Tawanya, aromanya indah melekat dalam ingatan....
...Bagai alunan klasik sebuah pertunjukan....
...Harmoninya mengikat lara pada lini yang tersimpan....
...Daksaku mengekang pada sebuah yang ku kira kenestapaan....
...Bukan, ternyata ia tak usang meski berbentuk kenangan....
...Katakan, bagaimana bisa aku bertahan jika bayangmu tak lepas dari genggaman?...
...Iya, dariku yang mengagumimu dalam keheningan...
...Menatapmu penuh harapan...
...Berharap lebih sekedar angan...
.......
.......
...Emje...
...28 Juni 2022...
...Banjarmasin, Kalimantan Selatan...
__ADS_1