
...Bagaimana bisa aku membencimu, sedang kamu adalah tokoh utama dalam ceritaku. Langit story Bumi...
...L.A.N.G.I.T.S.T.O.R.Y.B.U.M.I...
...Karena Kamu, Langit...
🐝Tokoh Utama🐝
***
Langit mulai menghitam, menyisakan rona jingga mentari yang juga mulai memudar. Hawa panas berganti dingin, taman yang tadinya sepi, mulai banyak di datangi remaja.
Bumi mengamati sekitar, entah sudah berapa jam ia merenung. Bumi mengambil ponsel dari dalam tas.
12 panggilan tak terjawab dari sang Bunda, pasti wanita itu sedang mengkhawatirkan putri kesatangannya yang tidak biasa pulang terlambat.
Bumi bergegas pulang, dengan perasaan menyesal karena membuat Bunda khawatir.
“Kamu dari mana aja, Sayang? Kenapa baru pulang? Bunda telepon juga gak di jawab?” Tanya Bunda beruntun saat Bumi baru saja mematikan motor, bahkan helm pun masih melekat di kepala.
“Maafin Bumi, Bunda. Tadi Bumi kerja kelompok di rumah temen, Bumi lupa ngabarin Bunda dan ponsel Bumi lagi disilent,” jelas Bumi seraya mencium punggung tangan Bunda dan tak lupa mencium pipi kiri dan kanan Bunda.
“Bumi mau mandi dulu ah, gerah,” Bumi dengan cepat melongos pergi ke kamar saat sang Bunda menatapnya lekat, seakan tak percaya.
__ADS_1
15 menit cukup untuk Bumi berada dalam kamar mandi. Berusaha membersihkan diri dari rasa yang melekat, andai bisa hilang hanya dengan dibawa mandi.
“Bunda!” lirih Bumi dengan terkejut saat mendapati sang Bunda yang sudah menunggunya keluar dari kamar mandi.
“Duduk!” titah Bunda, beruntung Bumi sudah memakai baju piyama ketika keluar dari kamar mandi.
Bumi duduk disebelah Bunda, tak ada percakapan, Bunda hanya diam sambil menatap lekat Bumi.
“Menangislah jika itu membuat kamu lega, Sayang. Jangan berpura-pura kuat, kita memang tidak boleh lemah tapi bukan berarti kita tidak boleh menangis,”
Bunda meregangkan tangannya, seketika tangis Bumi runtuh. Air matanya kembali bergejolak minta ditumpahkan. Rasa sesak yang ia tahan kembali menyeruak, pirasat Bunda memang tak perlu diragukan.
“Apa Bumi ga cantik?” Tanya Bumi dengan masih terisak.
“Bumi cantik dimata mereka yang bisa melihat apa arti kata cantik yang sebenarnya,” Bunda mengusap puncak kepala Bumi.
“Kenapa tanyanya gitu?”
“Kenapa orang yang Bumi suka ga suka sama Bumi? Kenapa orang yang Bumi suka malah milih cewek lain disbanding Bumi? padahal Bumi udah coba berbagai cara biar dia suka sama Bumi,”
“Suka ga bisa diatur kita maunya sama siapa. Bumi ga bisa maksain orang buat suka sama Bumi,” jelas Bunda member pengertian pada putrid semata wayang.
Bumi memang sudah besar, tapi menurut Bunda, tetap seperti beberapa tahun yang lalu. Saat putrinya menangis meminta dibelikan mainan.
__ADS_1
“Kata Bunda, Bumi harus mengejar masa depan Bumi dan Bumi yakin kalau Langit adalah masa depan Bumi,”
“Jadi namanya Langit?” Bumi mengangguk, lekas Bunda tersenyum menanggapi.
Setelah mendapat wejangan dari Bunda, Bumi seperti mendapat arahan.
“Kejar selagi Bumi mau, tak ada yang sia-sia jika kita berusaha. Tapi ingat, setelah hujan tak mesti ada pelangi, juga ada tanah yang basah karenanya. Bunda hanya berpesan, jika sakit, berhenti. Cari kebahagiaan Bumi yang lain,” petuah dari Bunda.
Bumi mengambil ponsel dari dalam tas, lalu mulai membuka aplikasi merah. Ia mengetik sesuatu dipencarian. Langit_Ar.
Bumi kembali mengirim pesan seperti biasanya pada cowok itu mesti pesannya tak pernah dibalas dan hanya dibaca. Meski begitu, Bumi merasa senang.
Langit masih marah sama Bumi?
Bumi minta maaf ya
Jangan marah lagi,
Jangan terlalu deket juga sama Mini, Bumi
cemburu
Jangan capek-capek, jaga kesehatan
__ADS_1
Selang 10 menit, pesan Bumi telah dibaca tanpa balasan. Bumi meletakkan ponsel di atas nakas dan merebahkan diri ke ranjang, memejam mata yang tak mengantuk.
Bagaimana bisa aku membencimu, sedang kamu adalah tokoh utama dalam ceritaku. Langit story Bumi