Langit Story Bumi

Langit Story Bumi
Semakin Takut Kehilangan


__ADS_3

...L.A.N.G.I.T.S.T.O.R.Y.B.U.M.I...


...Karena Kamu, Langit...


🐝Semakin Takut Kehilangan🐝


***


“Maaf!” lirih Langit. Bumi seperti ini karenanya, karena dirinya. Langit menyalahkan dirinya sendiri.


Padahal ia sudah berjanji untuk menjaga Bumi jika ia berani membawa cewek itu ke sisinya. Tapi sekarang apa? Langit tak bisa membayangkan jika terlambat sedikit saja.


“Maaf!” ulang Langit kembali. Ia tak akan bisa memaafkan dirinya sendiri jika terjadi hal yang lebih dari ini. bahkan melihat penampilan Bumi yang seperti ini saja sudah membuatnya kehilangan akal.


Langit kembali mengingat bagaimana perjalanan mereka tadi, cowok itu mengendarai motor dengan cepat. Bahkan beberapa kali hampir menabrak pengendara yang lain.


“Bumi takut, Langit!” Bumi memeluk erat tubuh Langit. kembali menumpahkan air mata yang terus saja menganak dipelupuk mata.


“Sakti bukan manusia, dia mengerikan. Bumi takut!” kembali Bumi mengeluh, menceritakan bagaimana menakutkan sosok Sakti di mata Bumi. sosok yang tak pernah ia lihat pada manusia manapun.

__ADS_1


Langit mengangguk dan membalas pelukan Bumi lalu mengelus pelan rambut Bumi yang tergerai, membiarkan sang pujaan menumpahkan ketakutan, kekesalan dan kemarahannya yang tertahan.


Bumi melepaskan pelukan saat Langit berkata jika mereka harus cepat-cepat pergi dari sini. Disini tak aman, dan Bumi membenarkan. Memang sungguh tidak aman.


Rumah terkutuk, Bumi menyumpah untuk tidak menginjakkan kaki lagi di tempat ini. Bahkan ia memberikan mantra agar rumah ini tak lagi memanggilnya.


Langit mengiiring Bumi dan menggandengnya dengan erat. Menuruni tangga satu persatu, melihat kondisi rumah yang sudah berantakan.


Beberapa orang suruhan Sakti dan anggota Vargos telah terkapar. Disudut sofa beberapa anggota Artas sedang duduk bersantai, terlebih Guntur dan Selatan sedang memakan kacang kulit yang memang telah tersedia di atas meja.


Bumi melogo, ia ketakutan setengah mati sedang mereka telah duduk dengan santainya setelah menghajar beberapa orang dan memporak porandakan isi rumah.


“Beres, Bos!” lapor Guntur ditambah dengan cengiran, berusaha mencairkan suasana ditambah wajah Bumi yang masih pucat.


Diperjalanan Bumi hanya diam. Kejadian barusan sempat membuatnya tergoncang. Bumi kembali memeluk Langit dengan erat saat di atas motor.


Mata Langit memandang tangan Bumi yang sedikit gemetar, dan mengusap tangan Bumi agar cewek itu merasa tenang.


“Semua akan baik-baik aja! Gue janji!” ucap Langit, Bumi mendengar namun hanya mengangguk pelan menanggapinya.

__ADS_1


“Kita makan dulu, ada menu makanan kesukaan lo disana!”


Bumi menggeleng pelan, ia merasa tak lapar dan nafsu makannya hilang. Ia hanya ingin pulang ke rumah dan menenangkan diri.


“Bumi ga laper, Bumi ingin pulang.” Pinta Bumi dengan wajah memelas.


Langit menghela napas, lalu menatap manik mata Bumi.


“Maafin gue!”


Kembali kata itu terulang, Langit mengambil tangan Bumi dan menggenggamnya erat. Tak peduli jika mereka sedang berada di pinggir jalan.


“Langit ga salah, Sakti yang jahat! Bumi ga suka sama Sakti, Langit janji harus jauh-jauh dari Sakti!”


Wajah Bumi sangat khawatir, ia sekarang yakin jika Sakti akan melakukan apa saja yang ia mau. Menghalalkan segala cara agar rencananya berhasil.


Langit mengangguk agar Bumi tak khawatir.


Disituasi seperti ini bahkan Bumi mengkhawatirkan dirinya, bukan mengkhawatirkan diri sendiri. Sekarang Langit semakin menyukai Bumi. rasa sukanya sekarang tak terlukiskan.

__ADS_1


Jika ia diminta untuk menuliskan seberapa suka ia terhadap Bumi maka jawabannya adalah tak mampu karena Langit tak bisa menjabarkan secara rinci. Cewek di depannya ini memang mengagumkan.


Langit semakin takut….kehilangan Bumi.


__ADS_2