Langit Story Bumi

Langit Story Bumi
Ajang Balap


__ADS_3

...Bisakah aku menjadi salah satu yang kamu sukai meski hanya sekata dalam buku tebalmu...


...~Bumi Lathesia...


...L.A.N.G.I.T.S.T.O.R.Y.B.U.M.I...


...Karena kamu, Langit...


***


🐝Ajang Balap🐝


***


Malam minggu malamnya kebanggan bagi para pebucin.  Pamer pacar seakan jadi kewajiban saat nongki. Padahal mah, pas nongkrong juga dikacangin, si doi sibuk ketawa-ketiwi sama temannya atau yang paling nyebelin malah asik main mobile legend.


Sedang jomblo hanya berdoa semoga turun hujan di malam minggu, biar ada alasan ga malam mingguan karna hujan, alibi.


Selamat membucin buat yang punya doi, yang jomblo jangan nanges. 


Kalau buat Langit, malam minggu jelas saatnya berkeliaran memacu adrenalin.


Suara deru motor bersahutan saling bergantian, seakan sedang adu kekuatan. Suara bising ditambah dengan suara teriakan penonton tak memecah konsentrasi Langit.


Sampai tak sadar dari sekian riuhnya teriakan, ada suara perempuan yang selalu mengganggunya sedang memakai sebuah destar rumahan dengan warna polkadot, siapa lagi kalau bukan Bumi.


Bumi melirik ke kiri dan ke kanan, ini pertama kalinya ia menonton ajang balapan.


Bukan karena suka, jelas karena ingin melihat Langit.


Sudah lama Bumi ingin melihat Langit di arena balap, tapi selalu dilarang. Bukan Langit yang negalarang tapi Bunda dalam kurung Bunda Bumi.


Kalau sekarang Bumi sudah ga dilarang? Oh tidak pemirsa, jangan salah paham.


Bumi yakin, Bunda dirumah pasti sedang mengomel karena Bumi membeli garam di warung sampai 2 jam lamanya. Ah, Bumi berusaha tak perduli. Kapan lagi ia bisa melihat Langit di malam hari.

__ADS_1


“Langit, semangat Sayang!”


“Langit kok ganteng banget sih?”


“Langit pemilik hidup dan matiku!”


“Ade rela jadi yang kedua!”


Teriakan dari para gadis membuat Bumi kesal.


“Langit kenapa kalo upil rasanya asin? Ya kalau manis itu kamu!” bumi menatap tajam perempuan diseberang sana. Ternyata Sisi, si pemilik akun facebook dengan nama ShieShie Eyang Shelalu Mhenchintahimu. Diprofilnya sih tertera kalau bekerja di PT. pencari cinta sejati.


Dan brummm, gombalan Sisi lenyap bersamaan dengan motor Langit yang semakin menjauh. Lawannya entah siapa yang jelas, apa gaes? Bumi hanya melihat Langit!


Ada rasa khawatir saat Bumi melihat Langit mengendarai motor hitamnya dengan cepat. Ingin melarang, tapi ia bukan siapa-siapa dan balap adalah dunia yang disukai Langit.


Bisakah aku menjadi salah satu yang kamu sukai, meski hanya sekata pada aline dalam buku tebalmu.


“Dapat ngga?”


“Dapat kan?,”


“Yes!”


3 cewek dengan rambut merah, kuning hijau mengalihkan perhatian Bumi.


“Susah tau dapetinnya!” ujar cewek rambut hijau.


“Wah gantengnya ciptaanmu,” cewek rambut merah memuji.


“Ganteng banget kaya Bright Vachirawit," cewek rambut hijau menambahi.


“Emang mas lampukan?”


“Yang ono versi nyata ga bisa digapai, kalau yang ini versi halu tokoh sejuta umat,”

__ADS_1


Bumi semakin penasaran, ia berjalan perlahan dan mulai mengintip. Heh, foto langit yang sedang duduk di atas motor. Tak bisa dibiarkan dan tak boleh didiamkan. 


Bumi tak tinggal diam, “Gue mau liat juga dong!”


3 cewek tadi menoleh, merasa asing dan hampir mengumpat. Bu ibu daster sedang nonton ajang balap. 


“Lo siapa?” 


“Sama kaya kalian,”


Ketiga cewek tadi menatap dari atas sampai bawah. Rambut dicepol, baju daster dan sandal swallow.


“Ini trend masa kini,” jelas Bumi.


“Masa, sih?” tanya cewek rambut hijau tak percaya.


“Iya, ini trend luar negeri,” mimik Bumi serius dan terlihat meyakinkan.


“Ohhhh,” ketiganya mengangguk bersamaan. Lihat betapa mudahnya Bumi mengelabui, atau lampu lalu lintas yang terlalu polos?


“Boleh gue liat fotonya?”


“Boleh, nih,”


Bumi mulai melancarkan aksinya sambil mulut yang terus memuji ketampanan Langit. 


“Wah itu Langit sudah di garis finished!” teriak Bumi sambil menyerahkan ponsel ke tangan cewek dengan rambut warna hijau.


“Mana?” sontak mereka menoleh.


“Ga ada?”


“Lo boh…” Bumi sudah menghilang dari tempatnya dengan menyisakan kebingungan. Cewek dengan rambut warna merah mencebik sambil mengambil ponsel dari genggaman temannya.


“Asu, woy!”  

__ADS_1


“Kenapa?”


“FOTO LANGIT DIHAPUS!”


__ADS_2