
...L.A.N.G.I.T.S.T.O.R.Y.B.U.M.I...
...Karena Kamu, Langit...
🐝Kisah Hujan🐝
***
Hari itu, ditempat pemberhentian lampu merah. tempat dimana Hujan melihat Bara sedang membonceng seorang cewek yang sangat cantik. Tubuhnya bagus, putih dan tinggi. Lebih tinggi dari Hujan.
Dibalik kaca mobil yang hitam, Hujan mengamati Bara yang sedang tertawa lepas dan sesekali cewek itu mencubit pelan bahu Bara.
Hati Hujan merasa seperti tersayat, dalam benaknya siapa cewek yang mampu membuat tawa terukir di wajah Bara yang dingin.
Tak mau mengambil kesimpulan begitu saja, Hujan memerintahkan supir untuk mengikuti mereka. Motor Bara berhenti disebuah restoran jepang.
Hujan melepas bando kuningnya, mengganti dengan topi hitam yang memang selalu tersedia dibagasi. Hujan turun dengan hati-hati, tak lupa juga memakai masker.
__ADS_1
Dari jarak yang tak terlalu dekat, Hujan bisa mendengar celotehan manja dari sang cewek. Dan yang paling menyakitkan hati Hujan adalah saat panggilan `Sayang` yang Bara ucapkan.
Bagai disambar petir, hati Hujan seperti tersayat sembilu. Meski sudah mempersiapkan hati, tapi tetap saja terasa menyakitkan.
Hujan pikir, Bara yang jutek, cuek dan dingin itu tak mempunyai kekasih. Sebab, sekian banyak cewek sekolah yang mendekatinya tapi tak seorang pun mampu membuat Bara terpincut.
Tapi Hujan salah, Bara begitu karena ia sudah memiliki kekasih di luar sekolah.
Hujan memutuskan untuk pergi karena ia sudah tak kuat lagi untuk melihat bagaimana mesranya Bara dengan cewek itu.
Hujan masuk ke dalam mobil, ia meminta untuk segera meninggalkan restoran. Dada hujan sangat sesak, ia berulang kali menepuk-nepuk dada mencoba untuk menghilangkan rasa yang teramat sakit.
Hujan tak mau mengubah suasana. Mungkin cukup dengan ia pendam sendiri.
Hujan berusaha untuk tidak jatuh lagi pada pesona Bara, bahkan berkali-kali Hujan menghindar jika berpapasan dengan Bara.
Hingga Hujan melihat Bara sewaktu pulang sekolah. Cowok itu sedang duduk di motornya sambil memainkan ponsel. Tak lama, cewek yang pernah Hujan lihat datang dengan seragam sekolahnya.
__ADS_1
Hujan mengemudi motornya lebih cepat. Sungguh sakit sekali, bagaimana bisa ia melupakan Bara jika mereka terus bertemu disekolah. Sesampai dirumah, Hujan meminta untuk pindah sekolah. Pindah ke tempat yang sangat jauh, sehingga ia tak lagi bertemu dengan Bara.
Dan keinginan Hujan terkabul, sekarang ia akan pergi meninggalkan cinta yang sepihak. Cinta yang bahkan belum dimulai!
Disamping itu, Bumi menatap punggung Hujan yang semakin jauh dan sekarang tak lagi terlihat. Bumi melangkah dengan gontai menuju motornya terparkir.
Sebelum memasang helm, Bumi mengambil ponsel yang ia simpan di dalam tas.
Membuka pesan yang ia kirim pada Langit. pesan itu ternyata masih abu-abu yang menandakan bahwa Langit belum mambacanya.
Seeetttt, suara decit ban mobil yang bergesekan membuat Bumi menoleh. Sebuah mobil sedan dengan warna hitam berhenti tepat dibelakang Bumi.
Bumi mendadak merasa takut, ia mengamati sekelilingnya yang sepi.
Glek, saliva pun terasa berat untuk Bumi teguk.
Dua orang pria berbaju rapi bagai orang kantoran keluar dari mobil tersebut. Tanpa ba bi bu dan tanpa permisi mereka menyeret Bumi dan memaksa Bumi masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Bumi memberontak namun tenaganya kalah besar dibandingkan dengan tenaga dua orang pria yang sedang mencekal lengannya.
“Diam atau gue potong leher lo!”