Langit Story Bumi

Langit Story Bumi
Bumi-Bunda


__ADS_3

...L.A.N.G.I.T.S.T.O.R.Y.B.U.M.I...


...Karena Kamu, Langit...


🐝Bumi-Bunda🐝


***


Sore ini Bumi dan Bunda sedang berbelanja bersama. Memilah peralatan jahit menjahit yang telah habis. Biasanya hanya Bumi yang membeli, tapi entah kenapa sore itu Bunda memaksa untuk ikut bersama.


Dan disinilah mereka sekarang, sebuah toko yang lumayan besar dan lengkap yang berada di tengah kota.


Bunda memilih beberapa kain sembari terus bertanya pada Bumi.


“Bumi lebih suka warna yang mana?” Bunda memegang dua kain dengan warna silver dan wardah. Kain dengan motif bunga-bunga kecil dari payet.


Bumi menyerngit, kenapa harus bertanya? Bukankah Bunda bisa langsung membeli warna pesanan klien tanpa harus bertanya pada Bumi?


“Kenapa tanya sama Bumi? Klien Bunda mau nya warna apa?”

__ADS_1


Bunda tersenyum “Bukan buat klien,”


Bumi yang sedang melihat-lihat beberapa kain langsung berbalik dan menatap Bunda yang tengah merentangkan kedua gulungan kain.


“Buat Bumi, Bunda ingin membuatkan baju yang bagus buat Bumi pakai waktu perpisahan,” jelas Bunda sebelum Bumi bertanya.


Wanita itu menatap kain dengan wajah berbinar. Seolah sedang mendapatkan sesuatu yang sangat istimewa.


“Baju samaan ya? Bumi mau, Bumi sama Bunda pakai baju yang sama saat perpisahan Bumi nanti,” Bumi mengangguk sambil menatap kain kembali memilah warna yang ia sukai untuk di pakai bersama Bunda.


“Yang ini, bagus. Bumi suka!” Bumi menunjuk kain dengan warna silver. Bunda mengangguk dan membawa gulungan ke dalam keranjang mereka yang mulai penuh.


Bumi melihat toko ice cream di seberang jalan. Naluri anak-anaknya muncul seketika. Ia ingin memakan ice tersebut bersama Bunda.


Setelah membujuk Bunda, mereka menyebrang jalan tanpa menaiki motor. Dua cone ice cream telah berada di tangan Bumi. mereka duduk di kursi yang telah disediakan. Menikmati bersama rasa dari sebuah ice cream.


“Punya Bunda, enak!” ucap Bumi setelah mencoba rasa ice cream Bunda lalu kembali menyerahkannya pada pemilik.


Bunda kembali mengamati ice cream miliknya dan milik Bumi. lalu terkekeh perlahan karena ice cream yang mereka beli adalah ice cream dengan rasa yang sama.

__ADS_1


Bumi menyengir saat Bunda menatapnya dengan senyum menggoda.


Setelah menghabiskan ice cream, Ibu dan anak itu merapikan tempat yang telah mereka duduki lalu perlahan menuju jalan raya untuk menyebrang.


Bumi menengok ke kiri dan ke kanan, memastikan jika tak ada lagi mobil dan motor yang berlalu, ia bersiap mengait lengan Bunda dan menyebrang bersama.


Jalan telah lenggang, Bumi melangkah bersama Bunda. Tiba-tiba dari arah kanan, sebuah motor melaju dengan kencang ke arah Bumi dan Bunda.


Bumi tak mampu mengelak karena kecepatan motor tersebut sangat kencang sehingga tak mampu Bumi perkirakan.


Bumi memejamkan matanya, tak mampu melihat apa yang akan terjadi ke depannya. Pegangan Bunda mengerat, dan…


Bruk!


Motor menabrak tubuh dan membuat sang pemilik terpental jauh beberapa meter.


Darah mengalir deras di kepala karena benturan yang sangat keras. Motor yang menabrak telah melaju dan menjauh meninggalkan korban yang hampir tak sadarkan diri.


Sorak ramai pengendara yang berhenti pun memekak telinga. Berdengung saling bersahutan.

__ADS_1


Ada yang hanya menonton dan ada yang berinisiatif menelpon ambulance untuk di bawa ke rumah sakit.


__ADS_2