
...L.A.N.G.I.T.S.T.O.R.Y.B.U.M.I...
...Karena Kamu, Langit...
🐝Dari Coklat Turun Ke Hati🐝
***
“Artiin!”
“Buset baru datang gue, Lang!”
Jam isitirahat dan Bara baru saja menempatkan pantatnya di warung Mak Njir. Ia terlambat karena harus mengumpul tugas teman-temannya ke wali kelas. Bara itu anaknya pintar gaes, tapi kelakuannya Naudzubillah!
Warung Mak Njir memang dekat dengan sekolah dan bersebelahan dengan markas Artas.
Meski kesal, Bara tetap mengambil kertas yang diberikan Langit.
“Tugas kapan, Bos. Kok gue ga ngerasa pernah dapat soal ginian?” Guntur ikut mendekat, tumben Bos mereka peduli soal tugas biasanya mah kalo ada soal yang disalin cuma soal ga ada jawaban. Paham gak sih kalian?
“Mak kopi pait satu!” Bara tak peduli, Langit pun tak menyaut sedang Selatan fokus pada ponselnya. Selatan main ponsel bukan karena Chattingan gaes tapi karena main squid game.
Katanya sih gamenya lagi viral terus ada dramanya juga. Aku belum nonton, kalau kalian?
“Eh mau tau ngga?” Guntur memulai dunia gibah.
__ADS_1
“Ngga!” Bara menyahut.
“Belom selese!”
“Ga minat kita gibah sama loe!” Selatan menimpali sambil tersenyum mengejek.
“Buset dah, Bos, Gue cerita sama loa aja yah?” Guntur mengalihkan pandangan pada Langit dengan wajah memelas, berusaha mencari teman untuk di ajak mendosa.
“Hem,”
“Lebih parah ini mah!” gerutu Guntur sambil kembali menyuap bala-bala yang baru saja digoreng Mak Njir.
“Emang apaan?” Selatan sudah bosan main dan memilih menggibah bersama. Bara fokus menyelesaikan tugas.
Guntur tersenyum bahagia, akhirnya dunia pergibahan bisa dimulai karena ada fartner yang bisa di ajak menjulit.
Guntur meletakkan bala-bala yang sudah setengahnya ia gigit.
“Loe tau ngga, kemarin gue liat Sitikus jalan sama Keceng!”
“Keceng anak geng motor sebelah?” tanya Selatan, Guntur mengangguk dengan antusias.
“Yang jadi pertanyaan Sitikus siapa?” Bara akhirnya merespon.
“Itu anak Ips kelas 2B, namanya Siti Kusminah,”
__ADS_1
“Ohh yang kemarin ngasih Bos sepatu!” Selatan ingat kejadian beberapa hari lalu. Di depan markas, cewek bernama Sitikus itu nembak Langit. Kalau Bumi tahu, pasti sudah dicincang.
“Iya, baru kemarin ditolak, udah jalan aja tu cewek sama Keceng,” sahut Guntur.
“Emang ga ada yang ngalahin kuatnya Bumi, ditolak berkali-kali sama Bos tetap ha ha hi hi aja,” Selatan menggoda Langit sambil mencolek dagu cowok itu. Langit menepis sambil menatap jijik Selatan.
“Coklatnya mana, Lang?” tanya Bara.
“Coklat apaan, Ra?” Guntur penasaran.
Tatapan Langit seakan sedang bertanya, maksudnya apa Markonah!
“Loe dapat surat dari siapa?” Bara mengangkat secarik kertas berwarna pink tersebut, Selatan dan Guntur melotot bersamaan, tumben ada surat yang mendapat respon dari Langit. Apa jangan-jangan sandi brankas?
“Widih surat siapa, Bos?” Selatan mulai mengamati.
“Kalau Bumi tau bisa dilabrak nih cewek,” Guntur mendekat juga ikut mengamati. Alamak, benar-benar sandi brankas.
“Artinya apa?” Langit tak sabar.
3177444 Merah + Hijau \=\ k3 (x2+y2-1)3-x2y2\=0
DARI COKLAT TURUN KE HATI
Sial, Langit tak sengaja….
__ADS_1
MEMAKAN COKLAT DARI BUMI