Langit Story Bumi

Langit Story Bumi
Selesainya Ujian


__ADS_3

...L.A.N.G.I.T.S.T.O.T.Y.B.U.M.I...


...Karena Kamu, Langit...


🐝Selesainya Ujian🐝


Ujian berjalan dengan lancar, sudah beberapa hari mereka berkutat dengan soal yang membosankan. Bikin mual dan sakit kepala.


Berbeda dengan Bara, cowok itu merasa seperti sedang refreshing. Guntur saja sampai mengumpat karena setiap kali saat memasuki kelas Bara seperti mendapatkan angin segar karena akan berkutat dengan soal kesayangan.


Angap saja soal sebagai wanita kesayangannya yang ketiga setelah Wulan dan Mamanya.


“Gimana sama soalnya? Suka gak?” pertanyaan aneh Bumi saat baru saja memasuki kelas Langit karena ujian hari ini adalah yang terakhir.


Suka, Guntur ingin sekali menggetok kepala Bumi andai jika Langit tak ada. Tak adakah pertanyaan lain yang lebih menyenangkan hati, contohnya seperti pertanyaan seputar k-pop.

__ADS_1


Langit mengangguk menanggapi pertanyaan Bumi membuat Guntur melongo, bukannya tadi Langit selalu mengeluh karena soalnya terlalu sulit dan membuatnya semakin mengantuk.


Tapi sekarang apa? Langit mengangguk dan menganggap suka.


“Waaaahhh, cinta memang membagongkan!” Guntur menggeleng-geleng sambil memandang Selatan yang sedang mengulum senyum karena ekspresi Guntur yang berlebihan.


“Makanya cari cewek biar bisa ngebucin!” saran Selatan. Guntur selalu saja merasa jijik jika melihat mereka membucin.


“No!” tegas Guntur menyela. Tak akan pernah ia menjadi orang yang be-go begitu kenal cinta dan temannya yang bernama bucin. Spesialis yang harus Guntur hindari.


“Gue liat si Jingga anaknya cantik! Cocok sama lo!” kembali Selatan menambahkan.


“Cewek kaya gitu dibilang cantik! Ck, Ga mau gue sama dia, kaya ga ada cewek lain aja!”


“Ketelen ludah sendiri baru tau rasa!” Selatan berusaha menggoyahkan pendirian Guntur. Karena selama ini Guntur selalu merasa kesal jika mereka dekat dengan cewek, kan Selatan jadi berpikiran yang tidak-tidak.

__ADS_1


“Jingga siapa?” Bumi berbisik, ia duduk di samping Langit setelah cowok itu mengambilkan kursi kosong untuk Bumi.


Selatan menoleh lalu berujar “Itu warna-warna yang ada di lagu balonku ada lima!” sambil menahan senyum saat melihat ekspresi Bumi yang mengerut. Selatan yakin sebentar lagi akan ada—


“Merah, kuning, kelabu, hijau muda dan biru. Meletus balon hijau dor!” ternyata dugaan Selatan salah. Ia mengira Bumi yang akan bernyanyi ternyata makhluk langka di sampingnya yang terhasut.


“Ga ada disebutin Jingga dalam lagunya!” Guntur menyanyikan kembali lagu anak-anak itu dengan suara orang dewasa. Menghitung dengan tangannya apakah ada warna yang ia lewatkan.


“Be-gonya emang sampai ke akar-akar!” umpat Selatan karena Guntur tak menyadari jika sedang dikerjai. Bahkan sekarang Guntur sampai membrowsing di akang google.


“Lo yakin dia temen lo?” Tanya Bara yang terkekeh melihat ekspresi Guntur.


Langit acuh sambil mengangkat kedua bahunya dan memilih menatap Bumi daripada harus melihat kebodohan Guntur yang sudah di ambang tertinggi.


Langit menoleh, mengamati inci wajah Bumi yang menahan tawa. Langit beruntung mempunyai Guntur. Meskipun cowok itu bodoh, namun mampu membuat Bumi tertawa.

__ADS_1


Pipi gembul Bumi terlihat semakin berisi saat cewek itu tertawa. Membuat matanya semakin menyipit dengan bulu mata yang lentik.


Langit merasa lega namun juga merasa was-was. Pasalnya sudah beberapa hari ini mereka tak lagi berurusan dengan Sakti. Setelah kejadian kemarin, seharusnya membuat Citra semakin marah. Namun sebaliknya, mereka tak berbuat apapun.


__ADS_2