
...L.A.N.G.I.T.S.T.O.R.Y.B.U.M.I...
...Karena kamu, Langit...
🐝Pelet🐝
**
Berkali-kali Bumi mengecek jam tiga puluh lima ribu dengan logo Dior kw yang melilit pas di tangannya. Sudah lewat 20 menit dari jam pulang dan Langit tak saja terlihat dari pandangan Bumi bahkan motor hitam cowok itu masih saja terparkir dengan rapi.
Sudah berkali-kali ia mengubah metode pendekatan. Mulai dari pemberian bunga seperti bunga melati, kamboja hingga kantil. Lalu berubah menjadi coklat cha cha, coki-coki dan sekarang coklat perak.
Apa Langit tak tersentuh setelah melihat perjuangannya? Tanya Bumi setiap hari.
Langit Langit Langit
Bumi menggosok tangannya 3 kali lalu menghembuskannya dengan kencang. Sampaikan panggilan Bumi untuk Langit.
Dan, benar saja
“Langit!” panggil Bumi pada Langit yang baru saja menampakkan batang hidungnya.
Langit tak menatap Bumi, pandangannya lurus ke depan. Tanpa ba bi bu, Bumi setengah menghampiri dan menyandarkan dagunya di stang motor cowok itu.
Langit tak bersuara hanya jakunnya bergerak.
“Minggir!” Meski bersuara, tatapan Langit tetap lurus ke depan.
“Kok marah aja ganteng sih Langit?” gombal Bumi sambil menatap wajah Langit yang berada di atasnya. Jelaslah di atas, posisi Bumi kan sedang merebahkan kepala di stang motor Langit.
Guntur dan Selatan mengamati sambil cekikikan, Bara? Sudah pergi karena enggan menonton ftv secara langsung.
Satu,
“Langit coba tebak, cecak, cecak apa yang bisa bikin mati?"
__ADS_1
"Cecak nafas liat senyum kamu,”
Gelak tawa Guntur dan Selatan seketika hening saat ada isyarat pergi atau gue penggal aset berharga kalian dari Langit.
“Langit, kamu tau ngga apa bedanya kamu sama kalender ?"
"Kalau kalender 1 tahun kalau kamu selamanya,”
“Bisa diam gak?” Langit bersuara.
“Maunya diam dihati kamu,”
Dua,
Kesabaran Langit mulai menipis.
“Langit, kamu itu kaya kain katun. Soalnya selalu nyerap pikiran aku,” kikikikik, Bumi mulai melanjutkan gombalan berikutnya.
Dua setengah,
"Iya barang. Barangkali kita bisa bersama,”
Tiga
Dan eh, Langit menempelkan gantungan kunci dengan bentuk akrilik di kening Bumi. Lalu….
LANGIT MENCIUM BUMI
**
Disebuah kasur yang empuk, Langit merebahkan diri. Pikirannya berkecamuk. Sial, bisa-bisanya ia bersikap melenceng seperti itu.
Langit berpikir itu salah, salah dan memang benar-benar salah. Benarkah yang tadi itu dirinya.
Langit mengubah posisi menjadi duduk. Apa mungkin ia berubah karena memakan coklat dari Bumi. Hah, seharusnya ia tidak teledor.
__ADS_1
Benda pipih yang sedari tadi diam di atas nakas, lekas Langit ambil dan mulai mencari sesuatu di laman mbah google dengan kata kunci pelet.
Memelet seseorang dengan coklat
Efek dari kena pelet
Pelet paling ampuh
Lama Langit berselancar di laman tersebut namun tak memiliki titik terang. Justru berujung pada iklan yang menawarkan jasa pelet dengan imbalan sepasang babi hutan yang berumur 25 tahun.
Langit menghela napas, merasa tidak masuk akal dengan permintaan imbalan. Di kota seperti ini, dimana Bumi akan mendapatkan babi hutan.
Tak lupa juga bertanya pada Selatan yang sering memakan pemberian dari Bumi. Jawaban cowok itu biasa, tak terjadi apa-apa.
Sial! besok, ia harus memberi perhitungan pada cewek itu.
Sedangkan disisi lain
Kenapa orang melakukan ciuman?
Bumi sedang rebahan didalam kamar. Tak henti-henti tersenyum sambil memegang jidatnya. Ia berguling kegirangan, meski mimpi sempat membuatnya emosi, tapi yang nyata melebihi ekspektasi.
Bumi menelusuri google untuk menemukan jawaban.
Bagi sebagian pria, ciuman merupakan ungkapan cinta kepada wanita yang disayanginya.
Demi dewa neptunus yang sering disebut dalam kartun spoongebob, Bumi ga bisa napas sekarang!
Tadi saja sehabis adegan kecup-kecup manja walaupun tak secara langsung, eh hahaha, Bumi langsung lari terbirit-birit, tiba-tiba ia merasa malu menatap Langit.
Di dalam toilet sekolah ia sembunyi, bukan pak cepak cepak jerdarr lagi sekarang bunyinya ngiuuu ngiuuu ngiuuuu.
Bumi hampir dibawa ke rumah sakit karena tekanan yang berlebih.
Sedang Langit sudah tak ada wujudnya setelah Bumi menuju parkiran kembali.
__ADS_1