
...L.A.N.G.I.T.S.T.O.R.Y.B.U.M.I...
...Karena Kamu, Langit...
🐝Marahnya Citra🐝
***
Tubuh Bumi meremang karena tatapan tajam dan sinis dari wanita yang kini tengah berdiri di depannya sambil melipat tangan di dada.
Tatapan yang menghunus, seakan ingin melumpuhkan mangsa.
Bibirnya mengulas senyum, namun membuat Bumi bergidik.
Bumi meneguk saliva dan berusaha santai agar tak mudah di intimidasi. Juga tak lupa tujuannya, mencari informasi masa lalu yang berkaitan dengan Bunda.
“Wow, Bumi Lathesia anak dari pasangan Wulan Anastasya dan Gibran Malik!” penyambutan mengejutkan yang Bumi dapat. Bahkan wanita itu mengetahui identitasnya tanpa diberitahu.
“Apa tujuan kamu kemari sehingga berani menginjakkan kaki di rumah ini?”
Wanita itu menyilangkan kaki dan bersandar pada ujung sofa sambil menatap remeh Bumi.
“Tante siapa?” pertanyaan yang sedari kemarin Bumi simpan. Rasa penasarannya bergejolak, sebenarnya banyak pertanyaan yang berkeliaran di pikiran Bumi yang sangat ingin ia tanyakan.
“Kamu tidak mengenal saya siapa?”
__ADS_1
Bumi menggeleng atas pertanyaan yang baru saja ia dengar.
“Saya merasa sangat kecewa karena Ibu kamu tidak menceritakan siapa saya,” keluhnya dengan wajah yang murung.
“Okeh, kalau begitu biar saya yang memperkenalkan diri. Nama saya Citra, tentu kamu tidak asing dengan Sakti juga…. Langit.” Citra menjeda ucapannya sambil menunggu reaksi Bumi.
“Saya Ibu dari Sakti juga Ibu tiri dari Langit.”
“Apa hubungan Tante dengan Bunda?” Tanya Bumi tanpa basa-basi. Tak mampu lagi memendam penasaran yang semakin mencuat.
“Bunda kamu ya? Hmmm…” sengaja, Citra seakan suka melihat wajah Bumi yang penasaran. Ia ingin bermain-main bersama Bumi.
Bumi geram namun ia tahan untuk menghormati tuan rumah. Pun juga karena ia harus menghormati orang yang lebih tua seperti pesan Bunda.
Menghormati yang tua dan menyayangi yang muda.
“Bumi ga suka basa-basi! Jawab pertanyaan Bumi, Apa hubungan Tante dengan Bunda?”
Pfftttt, Citra menutup mulutnya sembari menahan untuk tidak terbahak. Perkataan Bumi menurutnya sangat lucu bahkan sampai membuat perutnya geli.
Tahan dan sabar! Bumi tanamkan dalam hati.
Pantas saja sikap Sakti seperti itu, jika ibunya saja seperti ini pikir Bumi. kasihan Langit harus punya Ibu tiri seperti Citra.
“Ada yang lucu? Bumi rasa ga ada perkataan Bumi yang mengundang tawa tapi kenapa Tante ketawa? Apa jangan-jangan Tante….”
__ADS_1
“Apa?” tantang Citra.
Raut wajah yang tadi menahan tawa mendadak berubah, dalam wajah Citra yang sekarang terpancar raut marah, kecewa, benci menjadi satu.
“Kamu tau apa yang membuat saya tertawa? Kata-kata kamu! Iya, memang ga lucu, tapi menggelikan!” suara Citra meninggi.
Inilah sosoknya yang asli. Penuh dengan kebencian dan pembalasan dendam.
“Tunggu! Apa Bumi ga salah dengar, tante bilang menggelikan? Justru sikap Tante yang bikin Bumi jijik!”
Entah keberanian darimana sehingga Bumi dengan lantangnya membalas ucapan Citra.
Mungkin karena ia lelah, sudah beberapa kali bertanya dengan baik-baik namun Citra seakan mempermainkannya sehingga rasa hormat yang Bumi junjung, runtuh begitu saja.
Brak,
Citra menggebrak meja kayu, tak terima dengan perkataan Bumi.
“Kamu! kamu dan Ibu kamu yang menjijikan, bukan saya!. Apa kamu tau? Kamu itu lahir dari seorang wanita rendahan!” ucap Citra dengan menggebu, wajahnya memerah dengan napas yang tersengal.
###
Baru bisa up karena ketidakberdayaanku dengan kesibukan dunia nyata awokwok. Habisnya aku juga perlu cuan untuk mengisi perut dan menghadapi kenyataan.
Ternyata dunia nyata tak seindah dunia halu. Andai ada yang bilang gini "aku ada uang 1M buat kamu" maka akan ku sambut dengan wajah yang berbinar dan tentu saja dengan sepenuh hati wkkkk.
__ADS_1
Ah, aku cuma bercanda awokwok.
...Happy reading gaes...