Langit Story Bumi

Langit Story Bumi
Menjalankan Misi


__ADS_3

...L.A.N.G.I.T.S.T.O.R.Y.B.U.M.I...


...Karena Kamu, Langit...


🐝Menjalankan Misi🐝


***


Jam pembelajaran siang adalah hal yang paling membosankan, ditambah dengan pembelajaran biologi. Hidup tak segan mati tak mau jadi semboyan untuk mereka yang malas belajar.


“Metabolisme tubuh merupakan proses kimia yang terjadi di dalam sel tubuh untuk mengubah makanan dan minuman yang kalian konsumsi untuk menjadi energi. Energi dibutuhkan oleh tubuh agar sel dan jaringan tubuh tetap sehat, tumbuh dan berkembang, serta fungsinya berjalan dengan baik,” jelas Pak Ridwan panjang lebar membuat beberapa siswa mengantuk. Bahkan Jono sudah molor dengan dengkuran tertahan di bawah meja.


Ada juga yang beralasan ke toilet, namun sudah sampai setengah pelajaran tak kunjung kembali, jelaslah karena toilet menyimpang ke arah kantin.


“Ga ngerti,” keluh Hujan sambil menyandarkan kepala di kursi. Berharap jam pelajaran segera selesai.


Bumi mendekat dan berbisik pada Hujan “Perumpamaannya sama kaya perasaan Hujan kalo liat wajah Bara. Maka saat itu terjadilah reaksi dalam tubuh yang menyebabkan tumbuhnya rasa semangat. semangat itu memacu tubuh Hujan buat rajin ke sekolah meski tiap hari adalah hari senin,” penjelasan absourd dari Bumi dengan perumpamaan bucin dan hebatnya Hujan lebih memahami perumpamaan dari Bumi.

__ADS_1


“Adapun komponen yang terdapat pada proses metabolisme yaitu enzim, Adenosin Trifosfat, dan Reaksi Oksidasi-Reduksi” sambung pak Ridwan kembali.


Dan lagi-lagi Hujan memandang Bumi minta penjelasan. “Dalam sebuah perasaan terdapat beberapa komponen seperti bahagia, sedih, kecewa. Itu semua hal wajar karena mereka itu satu paket komplit,”


Bumi terus mengoceh, melenceng dari penjelasan Pak Ridwan. Sedang Hujan hanya diam sambil menggut-manggut, tipe siswa yang rajin memperhatikan.


“Untuk tugas minggu depan silahkan hitung Basal Metabolic Rate pada pria. terserah menghitung basal adik, kaka, bapak, kakek kalian, yang terpenting adalah laki-laki, dan harus disertai dengan bukti,” titah Pak Ridwan dengan telak dan sudah pasti tak dapat diganggu gugat lalu setelahnya beranjak ke luar kelas menyisakan penderitaan pahit yang harus seisi kelas hadapi.


Sedang Bumi tersenyum licik, membuat Hujan menyerngit. Pasti ada sesuatu yang Bumi rencanakan dan pasti tak jauh dari Langit.


Jam istirahat kedua, Bumi tak menemui Langit karena cowok itu tak dapat Bumi temukan. Di dalam kelas, kantin, hingga markas. Bumi menyerah dan akhirnya disinilah ia sekarang. Biarlah menjadi sebuah kejutan.


“Bumi punya hadiah buat Langit, kali ini tak perlu ijab qobul, karena Bumi ikhlas lahir batin,” gerutu Bumi sambil membuka perekat sticker.


Sambil melirik kiri dan kanan, kali saja cowok itu tiba-tiba menampakkan diri. Atau ada guru yang melihat aksinya, bisa gagal dan ia akan berakhir di ruang BP.


“Aman,”

__ADS_1


Kurang lebih lima menit, Bumi telah berhasil menjalankan misi.


“Motor buat antar jemput Bumi,” sebuah sticker tertempel rapi dibelakang kendaraan Langit.


Bumi tersenyum puas, meskipun ia belum pernah dibonceng Langit. Tak apa, dengan adanya sticker tersebut, maka cewek-cewek jalanan gak akan nempel-nempel.


Bumi mengelus jok motor Langit, sambil mengucapkan mantra dan tak lupa memejamkan mata.


Buah manggis buah carmi


Dibukin rujak sama mba miya


Motor gede kepunyaan cami (calon suami maksudnya)


Tunggu casi (calon istri), sebentar lagi ya


Mantra yang lebih pantas dianggap pantun.

__ADS_1


Bumi mengamati sekali lagi hasil karyanya. Indah, apalagi jika menjadi nyata


__ADS_2