Langit Story Bumi

Langit Story Bumi
Kepribadian Ganda?


__ADS_3

...L.A.N.G.I.T.S.T.O.R.Y.B.U.M.I...


...Karena Kamu, Langit...


🐝Kepribadian Ganda?🐝


***


Langit menendang beberapa tempat sampah hingga berserakan dan menghalangi jalan. Lalu kembali menelusuri gang kecil. Bersembunyi disebuah semak yang cukup tinggi.


Tangan Bumi gemetar, wajahnya juga pucat. Kakinya sampai melemas dan hampir ambruk jika saja Langit tak mendekap bahunya.


“Jangan takut, ada gue,” ucap Langit yang tak Bumi percaya jika perkataan itu keluar dari mulut Langit. Sepertinya Bumi harus periksa, takut otaknya memang tak bekerja dengan normal.


“Tenang aja, lo bakal aman sama gue,” lagi, perkataan Langit bagai halusinasi di indera pendengaran Bumi.


Bumi meneguk saliva dengan berat, takut jika hal kecil itu dapat membuat mereka ketahuan.


“Kemana mereka pergi?” Tanya cowok satu pada cowok lainnya yang sedari tadi mengejar Langit dan Bumi.


Bumi menutup mulut, merasa kembali takut. Ia ingin menangis, karena salah satu dari mereka membawa kayu besar.

__ADS_1


Dag dig dug, adrenalin Bumi berpacu dengan cepat.


Jantungnya berdetak tak normal. Entah karena merasa takut atau karena Langit yang tiba-tiba memeluknya dengan erat dan menenggelamkan wajah Bumi pada dada bidangnya. Membungkus tubuh Bumi dengan lengannya.


Bumi dapat mencium aroma maskulin dari tubuh Langit, bahkan jidatnya tepat mengenai bandul kalung Langit. Bandul yang kemarin membuat Langit marah hanya karena Bumi tak sengaja memegang.


“Kita mencar sekarang! Jangan sampai penguntit itu lolos! Cari sampai ketemu, bagaimana pun caranya. Dan beri pelajaran yang setimpal!”


Bumi mengeratkan pegangan pada baju Langit sambil memejamkan mata. Lumayan lama.


“Kita aman!”


“Lari sekuat yang lo bisa dan ingat, jangan pernah lo nengok kebelakang. Lo paham!” Bumi mengangguk dengan cepat.


Langit mengecek kembali sekitar, ketika sudah dirasa aman mereka lari dengan sekuat tenaga yang terisisa.


Tangan Bumi kembali digenggam erat Langit dan lari ke luar gang. Dihalaman yang tak terlalu luas, motor Langit terparkir.


“Motor Bumi disana,” Bumi menunjuk arah yang berlawanan.


Langit memakai helm dan mengeluarkan kunci motor, tak menghiraukan ocehan Bumi.

__ADS_1


Bumi ingin menuju motornya, tapi ia takut tertangkap. Tapi tak mungkin jika ia akan terus berdiam diri saja. Dengan ragu, Bumi melangahkan kaki menjauhi Langit. Namun tiba-tiba lengannya dicekal Langit


“Ikut gue!” bukan tawaran tapi lebih pantas perintah.


“Motor Bumi ada kok disana,”


“Lo ikut gue,”


“Tapi Bumi gak pakai helm,”


“Lo— ah sial,” perkataan Langit terhenti saat korneanya tak sengaja melihat yang siapa Bumi tak tahu. Tapi untungnya mereka tak melihat Bumi dan Langit.


Lengan Bumi kembali ditarik, dan tanpa hitungan detik, Bumi telah duduk di motor Langit. Tapi yang lebih mengejutkan, sekarang Bumi bukan duduk di belakang, tapi malah duduk di depan berhadapan Langit dengan posisi menyamping.


Tubuh Bumi dibungkus jaket oleh Langit.”Pegangan sama gue,” titah Langit sambil melingkarkan tangan Bumi dipinggangnya. Dengan ragu, Bumi mengikuti sambil berpegangan erat saat motor melaju dengan kencang.


Angin berhembus, dan hari mulai gelap. Wajah Bumi tak terlihat karena tenggelam di dada bidang Langit. Bumi bisa mendengar detak jantung Langit dengan jelas.


Bumi tak tau sekarang ia berada dimana, karena disepanjang jalan Langit hanya diam.


Hampir tak percaya dengan kejadian yang ia alami hari ini. Bumi melihat sisi lain dari seorang Langit Shanakara Bramantio. Sisi yang tak pernah Bumi lihat saat mereka berada di sekolah. Apa langit mempunyai kepribadian ganda?

__ADS_1


__ADS_2