
...L.A.N.G.I.T.S.T.O.R.Y.B.U.M.I...
...Karena Kamu, Langit...
🐝Tentang Aldo🐝
***
Ada yang datang dan ada yang pergi. Ada yang hanya sekedar singgah dan ada yang memilih menetap. Dunia tempatnya sementara, kehilangan pun sesuatu hal yang biasa.
Yang tak biasa adalah saat kamu tak mampu mengikhlaskan mereka yang pergi meski kamu tau itu percuma. Bersedih meratapi sesuatu yang tak akan kembali adalah hal yang sia-sia.
Perkataan Bunda membuka pikiran Bumi. tak ada gunanya menangisi yang telah hilang. Terpuruk hanya akan membuatmu terjerat dalam masa lalu.
Pagi ini, Bumi menunggu Langit untuk menjemput. Entah mengapa sejak tadi malam cowok itu lebih posesif dari biasanya.
Bertanya lagi siapa? Sama siapa? Ngapain aja? Selalu saja itu pertanyaan Langit padahal ia baru bertanya beberapa menit yang lalu.
“Lo ga kenapa-napa? Apa ada yang mencurigakan tadi malam? Bunda mana? Baik-baik aja kan?”
Tanya Langit beruntun dan tak seperti biasanya. Seperti ada sesuatu yang ia khawatirkan bahkan wajah khawatir cowok itu terlihat sangat jelas.
”Bumi baik-baik aja. Tadi malam juga ga ada apa-apa. Bunda juga baik, Langit kenapa sih?”
__ADS_1
Langit menggeleng sambil bernapas lega “Emang ga boleh khawatir?” Tanya Langit membuat Bumi bungkam.
“Yuk berangkat, nanti kesiangan,” ajak Langit seraya menggiring Bumi menuju motor dan mereka berangkat bersama.
Sesampai di sekolah, banyak pasang mata yang tak percaya melihat Bumi dan Langit berboncengan dan ada juga yang melihat iri.
Bumi tak peduli karena ada sesuatu yang ingin ia bicarakan dengan Langit yaitu mengenai Aldo.
“Langit!” panggil Bumi setelah melepas helm.
Tangannya menarik pelan ujung baju Langit.
“Hm,” Langit berbalik, sorot matanya menatap Bumi.
Hening, manik mata Langit menatap Bumi dengan intens. Ada sorot keraguan yang dapat Bumi tangkap.
“Dia udah pergi,” tatapan Langit berubah menjadi sendu.
“Langit tau sesuatu?”
Tanya Bumi mengiba, Bumi yakin Langit tau tentang Aldo melebihi Bumi.
“Dia udah pergi jauh, dia udah ga sakit lagi!”
__ADS_1
Bumi menutup mulut tak percaya. Sakit? Apa selama ini Aldo sakit? Berarti tebakan Bumi selama ini benar dan itu sebabnya wajah Aldo selalu terlihat pucat.
“Sakit apa? Kenapa selama ini Bumi ga tau? Dan kenapa Langit baru ngasih tau Bumi sekarang?”
Bumi memegang kedua sisi seragam Langit. Matanya mendongak kembali meminta jawaban yang dapat memuaskan hati.
“Kanker! Karena itu yang dia mau. Bersikap seolah-olah kuat, karena ga mau dikasihani karena penyakitnya,”
Tangis Bumi pecah, ia memeluk erat Langit tak peduli jika mereka sedang berada diparkiran.
“Tapi Bumi ga gitu kan Langit? Kenapa Langit boleh tau sedangkan Bumi ga boleh tau?”
Langit mengangguk meski Bumi tak melihat “Gue juga baru tau sepulang dari pesta ulang tahun Selatan, Aldo sengaja nemuin gue dan ngasih tau semuanya,”
Langit mengusap puncak kepala Bumi membuat Bumi merasa tenang. Langit paham apa yang dirasakan Bumi, meski ia sedikit cemburu.
“Itu sebabnya Langit deketin Bumi, karena Aldo yang nemuin Langit dan minta Langit buat suka sama Bumi?”
Bumi melepaskan pelukan, matanya yang basah menatap Langit. Ingin melihat bagaimana reaksi Langit atas pertanyaan yang baru saja ia ucapkan.
“Aldo ga pernah minta gue buat suka sama lo. Tapi berkat Aldo, gue berani ambil keputusan yang dulu sangat gue takuti,”
“Apa yang Langit takuti?”
__ADS_1
“Memiliki lo!”