Langit Story Bumi

Langit Story Bumi
Masa Lalu


__ADS_3

...L.A.N.G.I.T.S.T.O.R.Y.B.U.M.I...


...Karena Kamu, Langit...


🐝Masa Lalu🐝


***


Rahang Langit mengeras, bahkan darahnya mendidih hingga ke ubun-ubun. Kata pela-cur membuat Langit geram.


Tangan Langit mengepal bahkan buku-buku tangannya memutih. Menatap nyalang wajah Sakti hingga menembus tubuh cowok itu.


“Kenapa? Lo marah? Bukannya benar ya? Lo itu anak ha-ram dari seorang pela-cur!”


Sepertinya Sakti memang sengaja memancing amarah Langit, bahkan cowok itu kembali mengatakan kata terkutuk bagi Langit.


Tanpa ba bi bu lagi, Langit menghajar tubuh Sakti.


Ini memang yang diinginkan Sakti. Mereka berdua terlibat perkelahian.

__ADS_1


“Lo sialan, keparat!” ucap Langit sambil menghadiahkan satu pukulan telak di wajah Sakti. Cowok itu tak dapat menghindar dan membiarkan Langit memberi tanda keunguan.


Sakti tak mau diam, ia juga ingin memberi pelajaran pada wajah tampan Langit. “Lo yang bajingan! Lo ga pantas hidup!”


Langit mampu menangkis pukulan Sakti dengan pergelangan tangan. Sakti menghajar dengan membabi buta. Kesabarannya seakan dikuras habis jika mengingat kejadian di masa lalu.


“Lo dan Ibu lo sama-sama menjijikan,penjilat! Anak ha-ram dengan pela-cur memang cocok bersama!” umpat Sakti yang lagi-lagi dengan kasar. wajah cowok itu dibanjiri keringat. Kata umpatan terus terlontar dari mulutnya.


“Jangan pernah lo sebut Ibu gue dengan mulut lo yang kotor itu! Gue ga sudi!”


Walaupun Langit membenci orang yang melahirkannya, tapi tak mampu dipungkiri ia juga tak terima jika ada yang menghina orang yang telah melahirkannya. Hanya Langit, iya hanya Langit yang boleh membenci ibunya.


Langit memandang Sakti yang memegangi perutnya, napas mereka bersahutan seakan berebut oksigen di lingkungan lepas.


Sakti mengumpat dalam hati, jika berhadapan dengan Langit selalu saja dirinya yang kalah. Walaupun Sakti sudah mati-matian belajar bela diri, tapi mengapa dirinya selalu saja berada dibawah Langit?


Sakti bangun dengan seringai dan membetulkan jaketnya “Lo pikir dengan menjadi hebat, lo mampu menghapus kejadian di masa lalu?”


Sakti menggeleng “Gak!” ucapnya kembali menjawab pertanyaan yang ia ucapkan pada Langit.

__ADS_1


“Lo tetap harus bertanggung jawab atas kejadian di masa lalu!”


Setiap rentetan di masa lalu kembali terngiang di otak Sakti. Dulu hingga sekarang bahkan ia merasa seperti orang yang tak berguna, yang selalu kalah. Bahkan ia sempat mengalami depresi dan kehilangan kepercayaan diri.


Perlu waktu yang lama untuk Sakti kembali dari terpuruk, sering mengurung diri dan kadang tak segan melukai tubuhnya sendiri.


Hingga dari hari ke hari, minggu, bulan dan tahun, Sakti berubah menjadi pribadi yang tempramen dan penuh dendam seperti Sakti yang sedang dihadapi Langit.


Sakti mengelap darah segar yang mengalir si sudut bibirnya karena pukulan Langit yang cukup keras.


“Gue ga akan berhenti sampai gue dapat apa yang gue mau!” ucap Sakti sambil tersenyum penuh arti. Ia telah menyiapkan sesuatu untuk Langit dan ia yakin Langit akan kehilangan akal karena rencananya.


“Gue tunggu!”


“Hh, lo emang belagu! Gue pastikan lo akan mengemis minta ampun sama gue!”


“Cara lo menjijikan! Mengancam lawan dengan orang yang ga bersalah!”Langit tau orang yang mengancam Langit waktu itu adalah Sakti.


“Tapi sempat buat lo ketar-ketir!” ejek Sakti yang puas karena amarah Langit memuncak saat ia mengirimkan ancaman.

__ADS_1


“Ambil mata-mata lo! Gue ga sudi lama-lama sama pengecut!”


__ADS_2