Love Stifled By Destiny

Love Stifled By Destiny
Flash back sebelum menikah


__ADS_3

Diri begitu sedih yang akan menikah, dengan beberapa hitungan detik saja. Sehingga orang yang merias wajahkupun binggung, sebab saat riasan sudah terbubuh deraian air mata selalu saja terus mengalir.


Ceklek, pintu telah dibuka seseorang.


"Amel?" panggil Iwan bersamaan dengan ibu yang datang.


"Kenapa, Amel? Ada apa dengan kamu?" tanya ibu menghampiriku, tengah duduk didepan kaca rias.


"Kenapa kamu begitu sedih, dihari bahagia kamu? kenapa belum siap-siap juga, padahal semua orang sudah menunggu?" imbuh tanya ibu heran.


Tiba-tiba tangisanku begitu pecah atas pertanyaan ibu, yang langsung memeluk tubuh beliau. Mulut rasanya kelu, tak bisa menjawab pertanyaan ibu.


"Biarkan saya bicara sama Amel sebentar saja, bu? Jadi bolehkah tinggalkan kami berdua untuk berbicara?" Iwan meminta izin pada ibu.


"Baiklah, kalau itu mau kamu. Bicaralah baik-baik, jangan sampai ada pertengkaran," ucap ibu sebelum benar-benar berlalu keluar dari ruangan rias.


Tangisan masih belum mereda juga, walau beberapa menit lalu ibu mendekapku supaya tenang.


"Apa yang terjadi pada kamu, Amel? Kenapa kamu jadi begini? Apakah ini ada kaitannya dengan Alex dan kamu masih memikirkannya?" tanya Iwan menyelidiki.


Kepala hanya bisa tertunduk pelan, dengan deraian airmata yang semakin mengalir deras, sebab tak tahu harus menjawab apa atas pertanyaan Iwan.


"Aku tahu kamu masih mencintai, Alex! Jadi sekarang janganlah menangis dan bersedih lagi," Tangan lembut Iwan kini meraba menghapus airmataku.


"Maafkan aku Iwan," Tangisan semakin pecah dengan tersedu-sedunya.


"Gak pa-pa, Amel. Dari awal diri ini sudah tahu, bahwa cintamu hanya bisa tercurah hanya pada Alex seorang, jadi jangan khawatir. Kini aku akan merelakan dan ikhlas pernikahan kita dibatalkan sekarang," ucapan Iwan yang membuatku terbelalak melotot kaget.

__ADS_1


"Tapi, Iwan."


"Bagaimana dengan keluarga kamu? Aku tidak mau membuat kedua orang tuamu malu. Semua ini adalah salahku yang tak bisa membuat kamu bahagia atas cinta yang kau berikan. Maafkan aku Iwan," Penyesalanku berucap.


"Kamu tidak usah khawatir tentang semua itu, kalau ini sudah jalan takdir kamu untuk mendapatkan Alex kembali, apa boleh buat lagi? Walau rasa kecewa dan malu menghampiri kami, yang terpenting sekarang adalah kebahagiaan kamu. Aku tidak ingin melihat kamu terus-menerus menangis yang tak berkesudahan, hingga membuat hatiku ikutan sakit saat lelehan airmatamu tiada henti mengalir," kedewasaan Iwan berucap.


"Terima kasih, Iwan. Kamu adalah pria baik yang selalu hadir mengiringi hidupku. Diri ini hanya bisa berdoa agar kamu juga secepatnya mendapatkan yang terbaik juga," Kupeluk dia dengan deraian airmata, yang sudah pecah tak terkontrol lagi.


"Ya Allah, ternyata aku tak menyangka jika Iwan akan mudahnya menyerahkanku pada Alex lagi. Sungguh mulia hatinya mengembalikan semangatku dengan ikhlas, walau hatinya begitu kesakitan atas sikapku yang masih menginginkan Alex. Terima kasih Iwan, kau rela bersakit hati demi diriku," guman hati yang terus menatap wajah Iwan yang kini tersenyum paksa kelihatan baik-baik saja.


"Emm, tapi Iwan. Bagaimana aku bisa mendapatkan cinta Alex lagi? Sebab dia pasti akan tetap kekuh dengan pendiriannya, yang tak mau kembali padaku," tanya pada Iwan mencoba mencari ide atas cara dan solusi.


"Emmm, sebentar-sebentar akan aku akan pikirkan," Mata Iwan terbalik keatas, sedang berpikir keras mencari cara.


"Gimana, kalau kamu pura-pura bunuh diri saja? Pasti Alex akan mau sama kamu, kujamin itu pasti berhasil," Ide gila Iwan datang.


"Singkirkanlah rasa takutmu itu dulu karena ini sangat genting, dan hanya itu satu-satunya cara biar Alex mau menerima kamu kembali," ucap Iwan memberi semangat.


"Beneran hanya itu cara satu-satunya? Tapi aku beneran takut. Gimana kalau nanti sampa jatuh beneran, 'kan repot jadinya?" Keraguanku bertanya lagi.


Hanya anggukan yang dapat diberikan Iwan, atas idenya yang membuatku sedikit takut. Tapi apa boleh buat jika itu adalah cara satu-satunya, yang dapat mempersatukan cintaku pada Alex kembali.


"Tenang saja, aku akan mengawasi kamu. Lagian ada Alex, pasti dia tak akan membiarkan orang dicintainya mati sia-sia begitu saja," tutur Iwan ada benarnya.


"Baiklah, jika itu adalah jalan satu-satunya agar hidupku bahagia lagi," ucapku yang mantap.


"Semoga saja berhasil dan bisa membuka mata hati Alex lagi, untuk kami kembali bahagia seperti dulu," rancau hati yang siap.

__ADS_1


Dengan tekad yang sudah bulat, kini diriku berusaha naik dipagar pembatas tangga. Semua orang sempat begitu terkejut atas tindakanku, tak terkecuali dengan Alex. Dia begitu ketakutan atas tindakanku yang akan benar-benar bunuh diri.


Sudah beberapa menit diri ini membujuk Alex, tapi dia begitu kekuh tak ingin kembali padaku juga. Kaki sudah gemetaran melihat ke bawah, tapi Alex masih tetap saja tak mau menerima cintaku kembali, dengan terpaksa kenekatan untuk bunuh diri harus terlakukan, biar dia percaya bahwa tindakanku tak main-main. Iwan hanya bisa mengawasi dari kejauhan, yang terus mengacungkan jempol atas sandiwara yang kulakukan.


"Maafkan aku, Alex. Jika harus benar-benar melakukan ini, sebab kamu masih saja kekuh tak mau menerimaku kembali," guman hati yang siap akan meluncur kebawah.


Hati sebenarnya begitu ketakutan saat tubuh bergelayut sedikit lagi jatuh kebawah, untung Alex begitu sigap menangkapku sehingga diri ini tak jatuh seketika.


"Alhamdulillah, ternyata aku tak jadi jatuh beneran," rancau hati kebingungan saat akan jatuh.


Setelah berhasil menangkap tubuhku, Alex begitu marah dengan rahang berkali-kali mengeras bergemerutuk, seperti ingin menelanku bulat-bulat akibat tindakan bodoh yang telah bunuh diri.


Lama sekali Alex memarahiku, dengan suara lantangnya, sampai akhirnya Iwan datang menegahi kami, dan memberi restu untuk hubungan kami selanjutnya. Pada awalnya Alex sempat kekuh terus menolak, tapi berkat desakan Iwan, akhirnya Alex mau menerimaku kembali, dan pernikahan kamipun terjadi.


Rasa syukur tak henti-hentinya kuucapkan, setelah lika-liku perjuangan cinta kami penuh drama kehidupan, akhirnya aku dapat memililki Alex seutuhnya. Semoga cinta kami akan abadi selamanya, sampai anak cucu mengiringi kisah cinta kami, yang begitu bahagia sekarang ini, amin.


TAMAT


Jika ada kesempatan lain, kisah ini akan dilanjutkan ke season 2 nanti.


Terima kasih yang sudah hadir mendukung atas like, vote, hadiah, masuk rakπŸ™πŸ™πŸ™


Tiada kata lain selain doa untuk oembaca setia agar kalian selalu dilimpahkan rezeki yang banyak dan sehat selalu😊 amin ya robbal alamin.


Terima kasih bagi pembaca yang telah mampir di cerbung sayaπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™, semoga kalian sehat selalu, amin.


Salam sejahtera dan damai dari author😊.

__ADS_1


__ADS_2