
Duduk begitu tidak tenang. Seluruh anggota terasa bergetar ketakutan. Rasanya ingin menyalahkan diri sendiri. Lampu telah menyala merah, tanda kalau keadaan Alena begitu gawat darurat.
Cukup membuat gelisah. Pihak keluarga sudah kuhubungi, yang tinggal menunggu mereka datang. Semua persyaratan sudah diurus, sehingga tinggal menunggu kabar baik ataukah ada buruknya, saat Alena sedang mengalami sakit lama yang sepertinya kambuh lagi.
"Kenapa kamu begitu bodoh, Arnald. Kamu tahu Alena wanita lemah dan sering sakit. Kenapa kamu selalu bikin dia makin tak berdaya lagi," guman hati yang menyesal.
Kepala kutundukkan, rasanya tidak kuat hanya sekedar menyangganya. Kepala terasa berat dan pusing. Jika terjadi sesuatu pada Alena, maka akulah orang pertama yang harus disalahkan disini, karena tidak bisa menjaga baik wanita yang jadi kekasih.
"Ini minumlah, Tuan. Semoga bisa sedikit meredakan kekhawatiranmu!" Suara bik Amel telah menyodorkan sesuatu.
"Iya, Bik. Terima kasih. Taruh disitu saja," Tanpa melihat apa yang diberikan olehnya, kepala masih saja tertunduk dengan tangan berusaha menyangganya.
"Baiklah. Tapi segera minumlah, agar kamu bisa sedikit tenang," suruhnya memaksa menyodorkan lagi.
"Huuuuffffffffff!" Nafas kasar berhasil kuhembuskan.
"Terima kasih atas perhatiannya." Kopi didalam cangkir plastik telah diberikan.
Ujung bibir mulai menyeruput. Rasanya begitu manis dan aromanya bikin suasana hati sedikit adem. Tadi menolak, tapi setelah terasa dilidah tak sabar ingin meneguk semuanya.
"Terima kasih sudah memberikan ini."
__ADS_1
"Iya, Tuan. Semoga bisa membantu kegelisahanmu."
"Iya, Bik. Terima kasih sudah mengerti akan sikapku yang tidak tenang ini."
"Iya, sama-sama."
"Kalau boleh tahu, sakit apakah nona Alena? Kenapa kelihatannya dia menderita sakit parah?" tanyanya yang penasaran.
"Dia sakit kanker kelenjar getah bening atau disebut limfoma."
"Astagfirullah. Apakah sudah lama majikan menderita penyakit ini."
"Cukup lumayan juga, hampir sekitar beberapa tahun terakhir ini."
"Sebagian pasien memiliki kemungkinan sembuh. Namun, hal ini tergantung pada jenis limfoma yang mereka alami. Tergantung seberapa parah sakit itu sudah mengogoti. Selama ini Alena dinyatakan baik-baik saja, tapi entah mengapa penyakit itu hari ini hadir kembali," Kesedihan menjelaskan.
"Tuan, yang sabar dan harus kuat untuk nona Alena. Mungkin hanya Tuan 'lah penyemangatnya sekarang, jadi tetap tenang dan kalau bisa tetap tersenyum agar nona Alena juga bahagia. Kalau tuan baik-baik saja tidak khawatir berlebihan begini, mungkin dia ketika sadar tidak akan sedih. Jika melihat betapa kacaunya tuan hari ini, sebab berlebihan mengkahwatikan dia mungkin nona juga ikutan akan sedih," Pembantu sudah memberikan semangat.
"Iya, Bik. Terima kasih, atas memberi semangat. Mungkin apa yang kamu katakan sekarang benar."
"Iya, Tuan. Semangat. Jangan lemah dan harus tetap semangat tujukkan kebahagiaan pada nona Alena."
__ADS_1
"Iya."
Cukup lama juga menunggu orang-oramg berseragam khas putih keluar. Sampai pada akhirnya hadir juga, dengan wajah mereka nampak tegang, sehingga sedikit membuatku bertambah khawatir.
Manusia memiliki sistem limfatik atau getah bening yang tersebar di seluruh tubuh dan berperan dalam sistem kekebalan atau imunitas. Saat sel limfosit (sel darah putih) di dalamnya berkembang secara tidak normal, kondisi ini bisa menjadi kanker yaitu kanker getah bening atau limfoma.
Limfoma atau kanker getah bening memiliki puluhan tipe atau jenis, yang dikelompokkan ke dalam dua kategori besar, yaitu limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin. Setiap jenis limfoma bisa menimbulkan gejala atau ciri-ciri yang berbeda. Bahkan, beberapa jenis kanker kelenjar getah bening mungkin tidak menimbulkan ciri-ciri pada penderitanya, terutama pada stadium limfoma 1 atau awal.
Limfoma merupakan kanker yang menyerang kelenjar getah bening. Penyakit ini awalnya berkembang dari limfosit, yakni salah satu sel darah putih yang bertugas melawan infeksi.
Limfosit yang abnormal dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh Anda. Hal ini akan mengurangi ketahanan terhadap bibit penyakit yang berbahaya dari luar.
Karena kelenjar getah bening dan jaringan limfatik lainnya tersebar di seluruh tubuh, limfoma dapat muncul di hampir semua bagian tubuh, termasuk hidung atau sinus (rongga hidung yang berisi udara di belakang tulang wajah).
Pertumbuhan jaringan limfoid pada hidung atau sinus dapat mengikis bagian dalam pembuluh darah dan akhirnya menyebabkan mimisan.
Selain masalah perdarahan berupa mimisan yang dialami pasien kanker, ada kalanya darah juga tampak pada gusi, muntah, feses, ataupun urin.
Oleh sebab itu, kondisi ini kemungkinan besar akan mengarah pada trombositopenia (jumlah trombosit yang rendah). Jika perdarahan terus terjadi, biasanya dokter akan menyarankan pasien untuk melakukan transfusi trombosit.
Selama menjalani pengobatan kanker, sebaiknya hindari hal-hal yang dapat memperparah mimisan, seperti mengupil terlalu dalam, menggosok hidung terlalu keras, atau memasukkan sesuatu ke rongga hidung.
__ADS_1
Setelah proses pemeriksaan, dokter ingin mengajak berbicara empat mata saja. Keluarga belum datang, sehingga akulah yang harus mewakili untuk membicarakan seberapa parah sakit Alena sekarang. Bik Amel kusuruh berjaga-jaga didepan ruangan Alena dirawat, dikarenakan sewaktu-waktu ada yang dibutuhkan dia bisa mewakili. Jikapun keluarga datang dia bisa memberitahu dimana aku sekarang.
Ketegangan mulai terjadi, takut-takut kalau keterangan dokter akan membuatku lemas saja dikarenakan berita buruk. Pikiran mencoba menyetir agar berpikiran positif, kalau keadaan Alena sekarang semoga baik-baik saja.