Love Stifled By Destiny

Love Stifled By Destiny
Part 1 dalam season 2


__ADS_3

Kebahagiaan telah hadir dikeluarga kecil kami. Tidak menyangka jika wanita yang dulu sangat kucintai dan sempat berpisah, sekarang kembali lagi kepelukan.


"Terima kasih, Tuhan. Kebahagiaanku telah kembali, saat Amel sekarang menjadi istri sahku. Tidak ada kebahagiaan yang hakiki dalam hidupku, selain bersama Amel wanita yang sangat kucintai," ucap syukurku.


Bulan demi bulan telah berlalu. Alhamdulilah, kabar membahagiakan telah hadir dikehidupan kami, yaitu kehadiran seorang buah hati yang sebentar lagi akan muncul.


"Ibu, senang sekali, Nak. Akhirnya kita bisa berkumpul kembali, dengan sejuta kebahagiaan yang tak terperi lagi rasanya," ucap Ibu tersenyum manis kepada kami.


"Iya, Bu. Ini semua berkat doa Ibu juga. Semua tanpa berhasil, jika tidak ada campur tangandan hembusan seuntai doa-doamu," cakapku sudah memegang erat tangan beliau.


"Iya, Alex. Ibu sangat bersyukur sekali, saat kalian telah terpisah dengan berbagai rintangan yang menghadang, sekarang kalian bisa tersenyum sumringah bahagia," jawab beliau yang sangat gembira.


Amel hanya bisa memeluk tubuh erat beliau, dengan sikap yang bermanja ria. Aku hanya bisa menatap bahagia, saat berada disamping mereka berdua.


"Amel juga sangat bersyukur mempunyai orangtua seperti Ibu, yang selalu sabar dan baik hati terhadap kami," saut Amel.


"Hmm, kebahagiaan Ibu hanya satu, yaitu menginginkan kalian tetap bersatu. Walau bagaimanapun keadaan nanti, tetaplah mengharmoniskan rumah tangga kalian. Jangan ada kata perpisahan, mengerti!" nasehat beliau.

__ADS_1


"Tentu, Bu. Kami sangat mengerti,," simbatku.


Dunia serasa hanya milik kami berdua. Selalu bahagia walau dalam kehidupan sederhana. Semua bisnis resmi akulah yang memegang. Sebagian harta telah kami sumbangkan kepada pihak panti asuhan, agar sebagai amal tambahan untuk orangtua Amel diakhirat kelak.


Hidup tidak perlu harta banyak-banyak, yang terpenting kami cukup untuk makan saja, itu sudah sangat bersyukur. Kebahagiaan tidak dinilai dari seberapa besar harta, tapi rasa akan percaya dan saling mencintai antar pasangan, adalah hal utama alasannya.


Kehamilan Amel yang pertama ini, membuat dia semakin lemah. Setiap kali memasukkan makanan selalu dimuntahkannya.


Untuk menunjang kekuatan Amel agar tetap sehat, maka disarankan oleh dokter untuk meminum susu dan vitamin.


"Makanlah ini, sayang!" pintaku.


Kepala sudah tergeleng-geleng kuat. Sikapnya yang selalu menolak makanan, membuatku begitu khawatir dan tidak tega.


"Ayolah. Jika tidak makan, nanti tubuh kamu akan terus melemah. Sedikit saja ya ...ya! Kasihan dedek bayinya, apalagi tubuhmu itu," bujukku.


"Tapi aku takut, nanti ujung-ujung pasti akan muntah," alasannya.

__ADS_1


"Semoga saja tidak. Ini bubur buatan ibu lho, pasti enak dan akan bikin kamu ketagihan," rayuku.


"Heh, tapi sedikit saja, ya. Kalau nanti terasa mual-mual, maka aku akan stop memakannya," pinta Amel.


"Ok, sipp pokoknya."


Keadaan Amel yang melemah, terpaksa akulah yang menyuapinya. Perlahan-lahan sedok yang berisi bubur beras dicampur santan, gula merah, telah kusodorkan dimulut agar Amel segera memakannnya.


"Gimana? Enak 'kan?" tanyaku, saat melihat Amel sudah lahap memakan.


"Emm, ini enak sekali."


"Alhamdulillah, si dedek mau menerimanya," jelasnya.


"Syukurlah kalau begitu."


Itulah kehidupan kami yang baru beberapa bulan melangsungkan pernikahan mendadak. Pengantin pria yang tergantikan, membuatku malu padanya walau hubungan kami masih tetap baik sebagai teman.

__ADS_1


__ADS_2