
Saat hari sudah menjelang malam. Nathan akhirnya sadarkan setelah menggunakan Plasma Sel yang membuatnya tertidur selama seharian penuh dengan pulas.
[ Selamat proses regenerasi berhasil dilakukan. Kondisi tubuh Tuan rumah saat ini sudah pulih. Mohon kedepannya jangan membahayakan diri lagi ]
Mendengar notifikasi System langsung membuat sudut bibir Nathan berkedut. Menurutnya bagaimana bisa kecerdasan buatan itu memperingatinya untuk tidak membahayakan diri.
Sementara misi yang diberikan oleh System sendiri terbilang sangat berbahaya untuk dilakukan, bahkan mengancam keselamatannya sendiri.
Nathan menghela nafas kasar dan meringkuk di dalam selimut kemudian beranjak dari tempat tidur. Begitu keluar dari selimut, terlihat jelas tubuh Nathan mengalami perubahan.
Tubuh Nathan yang sebelumnya kurus dan hanya sedikit berisi. Sekarang menjadi atletis dengan otot-otot kencang dan tinggi badannya bertambah 10 sentimeter.
Semua luka di tubuh Nathan sekarang sepenuhnya sudah sembuh, dan hanya menyisakan bekas luka luar seperti tembakan, sayatan, tusukan, sampai bekas luka setrum.
Nathan tidak menyadari jika penampilan dirinya sedikit berubah. Ia hanya merasa tubuhnya sudah jauh lebih baik tidak ada rasa sakit, dan pandangannya menjadi lebih jernih yang membuat dirinya tidak perlu lagi menggunakan kacamata.
Merasa tubuhnya berkeringat, Nathan yang masih setengah sadar kemudian mencari kamar mandi untuk mendinginkan tubuhnya yang terasa kepanasan.
Begitu sampai Nathan langsung membuka pakaian dan berdiri dibawah pancuran air shower, sambil memegang dinding untuk menyangga tubuhnya.
"Ini jauh lebih baik..." Nathan mendongak keatas membiarkan air membasahi wajahnya secara langsung.
Selesai membersihkan diri dan mendinginkan tubuhnya yang sempat berkeringat. Nathan lupa jika ia tidak memiliki pakaian ganti.
Tetapi ditengah kebingungan yang sedang ia alami. Nathan tidak sengaja menemukan satu setelan pakaian yang tampaknya sengaja sudah di siapkan oleh Sebastian untuk dirinya.
"Aku tak menyangka pria itu sudah bisa menebak jika aku akan mandi di malam hari." Nathan tersenyum kecil sejenak lalu segera mengenakan pakaiannya.
Begitu selesai dari kamar mandi, Nathan berjalan menuju ruang tamu dan mendapati Sebastian yang sedang tertidur di atas sofa sambil memegang sebuah buku dengan sampul berwarna merah gelap.
__ADS_1
Malam ini rencananya Nathan ingin berpamitan dengan Sebastian, tetapi melihat pria tersebut sudah tertidur. Membuat dirinya tidak enak jika harus membangunnya.
Nathan akhirnya memutuskan untuk menulis pesan di secarik kertas lalu meletakanya diatas meja bersama sejumlah uang tunai yang ia dapatkan dengan menukarkan semua Poin Tukar.
Total 500.000 dollar uang tunai yang Nathan berikan kepada Sebastian. Meski terdengar sangat banyak, tetapi ia merasa jumlah tersebut sesuai dengan apa yang dilakukan pria tersebut kepada dirinya.
Dengan mengenakan jaket tebal berwarna hitam, Nathan keluar dari kediaman Sebastian dan menemukan bahwa ia sekarang berada di sebuah permukiman terpencil.
Pandangan Nathan kemudian tertuju ke arah sebuah mobil Ford F-150 yang terparkir di halaman rumah Sebastian. Tentu saja ia langsung menghampiri kendaraan tersebut.
"Aku hanya akan meminjamnya sebentar, bukan mencuri." Ucap Nathan sambil mencoba untuk membuka pintu mobil yang sepertinya terkunci.
Tidak kehabisan akal, Nathan kemudian mencari benda yang ada di sekitarnya untuk membuka pintu mobil. Betapa terkejutnya ia saat kembali menemukan jika pintu mobil ternyata sudah tidak terkunci.
"Bukannya tadi terkunci?" Nathan merasa heran tetapi langsung mengabaikan hal tersebut dan menganggap jika dirinya masih terkena efek serum yang di berikan oleh System.
Dengan santai Nathan masuk ke dalam mobil milik Sebastian dan mencoba menyalakan mesin seperti yang pernah ia lihat di sebuah video tutorial tanpa menggunakan kunci.
Tidak ingin menyerah begitu saja, Nathan terus menerus mencoba untuk menghidupkan mesin mobil. Tetapi sayangnya ia masih belum barhasil dan justru merasa frustasi.
"Butuh ini?" Tanya seseorang dari kursi belakang sambil menyodorkan sebuah kunci mobil kepada Nathan yang masih saja mengutak-atik kabel.
Nathan yang melihat seseorang menyodorkan kunci tentu merasa lega dan menerimanya dengan senang hati, kemudian segera menyalakan mesin mobil.
Entah sudah sadar atau masih terpengaruh efek samping serum Plasma Sel yang dibeli dari Toko System, Nathan dengan polosnya segera memacu mobil meninggalkan kediaman Sebastian.
Dengan bantuan GPS dari System Nathan pergi menuju tanda merah yang mengarah ke sebuah lokasi yang letaknya tidak begitu jauh dari tempatnya berada.
"Kau ingin pergi kemana saat tengah malam?" Tanya seorang pria yang dengan tenang duduk di kursi belakang.
__ADS_1
"Aku ingin menemui seseorang di penjara. Ada bisnis yang mau aku tawarkan kepada pria itu." Jawab Nathan yang masih belum sadar jika ada orang lain di dalam mobil.
Pria yang mendengar jawaban Nathan hanya mengangguk pelan dan melihat keluar jendela dimana jalanan sekarang sedang diguyur hujan deras.
Beberapa saat kemudian Nathan yang sedang mengemudi akhirnya sadar jika orang yang berbicara dengan dirinya bukan System miliknya, melain orang lain.
Nathan menelan salivanya dan dengan gugup melihat kebelakang melalui kaca tengah. Betapa terkejutnya ia saat mendapati jika ternyata orang yang diajak bicara ternyata adalah Sebastian.
Disisi lain Sebastian hanya tersenyum tipis saat menyadari Nathan sedang melihatnya melalui kaca tengah, yang langsung membuat pemuda tersebut tertawa gugup dan menepikan kendaraan.
"Aku bisa menjelaskan..." Belum sempat Nathan menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba ia kaget saat mendengar suara buku yang ditutup oleh Sebastian.
Sebastian menyimpan kacamata yang ia pakai dan melihat kearah Nathan melalui kaca tengah dengan raut wajah tegas seakan-akan ingin marah.
"Tidak perlu dijelaskan, kau sudah mengatakannya sendiri tadi jika ingin menemui seseorang dipenjara." Sebastian memotong perkataan Nathan.
Suasana di dalam mobil mendadak menjadi sangat canggung dimana Nathan sudah tertangkap basah saat meminjam kendaraan milik Sebastian tanpa meminta izin terlebih dulu.
2 koper berisi uang senilai 500.000 dollar kemudian Sebastian kembalikan kepada Nathan. Yang membuat pemuda tersebut tidak bisa berkata-kata lagi.
"Aku tak perduli bisnis apa yang ingin kau lakukan dengan seorang tahanan. Tetapi harusnya kau sadar waktu yang tepat untuk berkunjung."
Sebastian mencoba mengingatkan Nathan yang ingin melakukan kunjungan di malam hari, padahal sudah jelas jika aturan tersendiri yang mengatur kunjungan ke penjara.
"Maafkan aku, Tuan Sebastian..." Nathan menundukkan kepala dan memutar mobil kembali menuju kediaman Sebastian.
Karena terburu-buru ingin menyelesaikan misi yang diberikan oleh System, Nathan sampai bisa lupa tentang aturan berkunjung ke penjara.
Tidak hanya itu saja, Nathan juga merasa bersalah karena meminjam kendaraan milik Sebastian tanpa sepengetahuannya.
__ADS_1
Nathan bisa saja dilaporkan dan kembali ke dalam penjara. Yang paling buruk adalah jika ditemukan oleh para oknum yang berniat menghilangkan nyawanya.