
Nathan saat ini terlihat duduk di sofa menunggu luka jahitan miliknya di perbaiki. Bukan oleh Harold melainkan Elizabeth yang bersikeras ingin membantu dengan keahlian jahit miliknya sendiri.
"Apa kau yakin benar-benar bisa menjahit luka?" Nathan meragukan kemampuan menjahit Elizabeth mengingat wanita cantik itu terkenal sangat emosional dan memiliki ketelitian yang minim.
Awalnya memang Nathan ingin Harold saja yang menjahit luka miliknya. Tetapi dia tidak ingat sudah memberikan tugas kepada pria itu untuk membuat masker awet muda untuk menyelesaikan misi dari System.
"Tentu saja aku percaya diri dengan kemampuan menjahitku. Lagi pula aku sudah sering belajar dari Jasmine!" Elizabeth berdecak kesal karena Nathan selalu meragukan kapasitasnya sebagai seorang asisten terlatih.
Memang benar jika Elizabeth sering belajar dari Jasmine yang merupakan tenaga medis di dalam Grub miliknya. Tetapi selama pelatihan wanita cantik itu sering mengacau.
Nathan meringis kesakitan saat Elizabeth menekan luka miliknya karena merasa tersinggung dengan pertanyaan yang dia katakan sebelumnya.
Tidak mau membuat Elizabeth bertambah kesal dan membocorkan informasi kepada Margareth. Nathan menghela nafas dan membiarkan wanita cantik itu menjahit luka miliknya.
Suasana di dalam ruangan tersebut seketika menjadi hening. Nathan yang sedang menunggu jahitan miliknya selesai merasa penasaran dengan Elizabeth karena tidak biasanya diam seperti ini.
Disisi lain Elizabeth merasa bersalah saat melihat bekas luka milik Nathan yang di akibatkan oleh dirinya saat pertama kali mereka bertemu.
Elizabeth sangat mengingat jumlah tembakan yang mengenai Nathan saat mereka berdua sedang kejar-kejaran sampai pada akhirnya mobil milik pria itu jatuh ke jurang.
Bekas luka sayatan lebar di punggung Nathan menjadi bukti kejadian hari itu. Elizabeth mungkin saja sudah membunuh Nathan jika pria itu tidak cukup beruntung saat kecelakaan.
Elizabeth akhirnya memutuskan bertanya kembali kepada Nathan tentang alasan pria itu membunuh beberapa anggota kepolisian dengan sangat terorganisir.
Pertanyaan yang di ajukan Elizabeth seketika memecah suasana hening di dalam ruangan tersebut, sekaligus membuat Nathan tiba-tiba tertawa lirih setelah mendengarnya.
"Sebagai seorang prajurit terlatih seharusnya kau sudah menyadari ada hal yang janggal bukan saat melihat luka di tubuhku?" Ucap Nathan sambil menggelengkan kepala.
__ADS_1
Apa yang dikatakan Nathan memang tidak salah. Bahkan Elizabeth sebenarnya sudah mulai mencurigai adanya konspirasi besar tentang berita penangkapan pria itu akibat kasus penyelundupan obat-obatan terlarang skala Internasional.
Elizabeth mengetahui dari Anthony dan melihat sosok Nathan 5 tahun lalu yang terlihat seperti pria baik-baik, meski sekarang justru masuk ke dalam dunia hitam.
Tidak menutup kemungkinan Margareth terlibat dalam konspirasi ini, mengingat wanita itu ikut ambil bagian dalam kasus tersebut dan mendapatkan keuntungan lebih banyak dari anggota yang lain sampai jabatannya meningkat secara drastis.
Elizabeth sadar Nathan tidak akan memberitahu apa yang sebenarnya terjadi kepadanya secara langsung. Pria itu lebih memilih memberikan sebuah petunjuk untuk dipecahkan oleh dirinya.
Melihat banyak luka di tubuh Nathan termasuk bekas luka tersetrum yang tidak lazim. Elizabeth mulai berpikir jika pria itu sebenarnya dipaksa mengakui kejahatan yang tidak dia lakukan.
Elizabeth menjadi pusing memikirkan konspirasi yang melibatkan Margareth mengingat wanita itu merupakan pembimbingnya sejak masih berusia 15 tahun.
Sekarang Elizabeth berada di persimpangan antara memilih orang yang sudah berkontribusi besar dalam hidupnya sejak masih muda yaitu Margareth.
Atau Elizabeth akan memilih mempercayai penjahat seperti Nathan yang baru dia kenal selama satu bulan dan sudah membuat cara pandangannya akan dunia menjadi lebih berwarna.
Setelah selesai menjahit kembali luka milik Nathan. Elizabeth kemudian meminta kepada pria itu untuk segera istirahat dan mengancam akan menyebarkan informasi yang dia pegang kepada Margareth jika tidak melakukannya.
Tidak ingin rencana balas dendam kepada Geng The Brothers gagal. Nathan akhirnya mengikuti saran dari Elizabeth dan memutuskan untuk benar-benar istirahat setelah terjaga selama beberapa hari.
Elizabeth mendatangi tempat sunyi yang tidak lain adalah atap Baru King's seorang diri untuk merenungkan keputusan yang akan dibuat ke depannya.
Saat Elizabeth sedang merenung. Tiba-tiba dari belakang seorang pria menepuk bahunya yang langsung membuat dirinya reflek berbalik dan hampir menghajar pria itu.
"Tuan Sebastian apa yang kau lakukan disini?!" Elizabeth terkejut karena tidak bisa menyadari kedatangan Sebastian yang pergerakannya sangat senyap.
Jujur selama tinggal bersama dengan Nathan dan anggota pria itu. Elizabeth sangat penasaran dengan sosok Sebastian yang setiap pergerakannya tidak bisa dia baca.
__ADS_1
Sebastian tersenyum tipis dan meminta maaf kepada Elizabeth karena sudah membuatnya terkejut. Tanpa basa-basi pria itu kemudian mengeluarkan sebuah buku dari balik jas dan menawarkan kesepakatan kepada Elizabeth.
Sebastian menjelaskan bahwa buku yang dia pegang saat ini merupakan catatan pribadi Nathan dan berisi tentang perjalanan pria itu selama lima tahun terakhir.
Mendengar informasi tersebut jelas membuat Elizabeth sangat bersemangat untuk mendapatkan jurnal pribadi milik Nathan yang di dalam tentu ada catatan konspirasi yang berkaitan dengan Margareth.
"Aku pikir kau adalah anggota yang paling setia kepada pria itu. Katakan saja apa yang kau inginkan sebagai ganti jurnal itu?" Elizabeth tidak menyangka jika Sebastian yang merupakan tangan kanan Nathan akan bermain dibelakang pria itu.
Tetapi Elizabeth tidak terlalu perduli tentang pengkhianatan yang dilakukan Sebastian. Hal yang terpenting saat ini adalah jurnal pribadi milik Nathan, karena dengan begitu dirinya bisa membalas pria itu karena sudah berani mencuri jurnal pribadi miliknya.
Sebastian tertawa lirih dan menyerahkan jurnal pribadi milik Nathan begitu saja kepada Elizabeth. Pria itu bahkan hanya meminta kepada Elizabeth untuk tidak memberitahu Nathan tentang ini sebagai kesepakatannya.
Elizabeth tentu saja merasa penasaran dengan kesepakatan yang diinginkan Sebastian karena terdengar cukup aneh. Tetapi dia tidak begitu perduli asalkan bisa mengetahui kehidupan pribadi Nathan selama lima tahun terakhir.
Lembar demi lembar jurnal pribadi Nathan mulai Elizabeth baca satu-persatu dengan sangat teliti dan rasa penasaran yang sangat tinggi.
Setelah membaca habis jurnal pribadi milik Nathan. Akhirnya Elizabeth mengetahui kehidupan Nathan dari saat bertemu dengan Anthony dan Austin sampai pengkhianatan yang dilakukan oleh Roxy.
Elizabeth sebenarnya diam-diam merasa iri kepada Roxy sekaligus berpikir jika wanita itu sangat bodoh karena menggugurkan kandung hanya untuk seorang Bos dari pialang saham.
Akhirnya sekarang Elizabeth mengerti alasan mengapa Nathan sangat menutup diri kepada wanita dan sering mengatakan hal-hal menyakitkan kepada dirinya.
Elizabeth kemudian bertanya kepada Sebastian tentang keterlibatan Margareth dan kebenaran apakah atasannya benar-benar melakukan kejahatan ini atau tidak.
Sebastian tidak menjawab dan hanya memberikan kunci pondok miliknya kepada Elizabeth sebelum pergi meninggalkan wanita cantik itu yang masih bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi.
Elizabeth lalu bertanya dari mana Sebastian mendapatkan jurnal pribadi milik Nathan karena sepengetahuannya pria itu sama sekali tidak membuat catatan semacam ini.
__ADS_1
Apa yang dipikirkan oleh Elizabeth memang tidak salah. Jurnal pribadi milik Nathan sebenarnya hanyalah catatan milik Sebastian sepanjang lima tahun terakhir selama mengamati kehidupan Tuan Muda dari Keluarga Alexander.
Tentu saja Sebastian sudah mendapatkan izin khusus memberikan catatan miliknya kepada Elizabeth karena ada hal tersembunyi yang sengaja masih ditutupi sampai sekarang.