
Texas negara bagian Amerika. Seorang pria berusia 48 tahun tertidur dengan pulas tanpa mengenakan busana bersama seorang wanita yang usianya 3 tahun lebih muda darinya di sebuah rumah di dekat pantai.
Pria itu tidak sadar jika sudah ada beberapa orang berpakaian serba hitam dan membawa senjata api sudah mengelilingi kediamannya di pagi buta.
Gerakan mereka tampak sangat terorganisir dan hanya dalam hitungan kurang dari 20 detik berhasil membobol masuk ke dalam rumah tanpa mengeluarkan suara bising.
Satu-persatu ruangan mulai disisir oleh kelompok yang beranggotakan enam orang. Hingga mereka akhirnya menemukan pria yang keberadaannya sudah dicari-cari selama beberapa tahun.
Salah satu anggota kelompok tersebut kemudian duduk di depan kasur sambil membawa senjata api berjenis Desert Eagle. Pria itu tampak mengenakan topeng sama seperti anggota yang lain untuk menyembunyikan identitas.
"Tuan... Bisakah saya membangunkan mereka saja?" Tanya salah satu anggota yang tampak sudah sangat geram melihat pasangan tanpa busana dihadapannya.
Terlihat jika senjata api yang ada di tangan pria itu bergetar karena saking kesalnya, bahkan dia sudah sangat siap jika diberi perintah untuk mengeksekusi pasangan itu.
"Tidak perlu... Mari berikan mereka sedikit waktu untuk tidur, karena tidak lama lagi keduanya akan segera bertemu dengan mimpi buruk yang sesungguhnya..." Balas pria yang merupakan atasan kelompok tersebut dengan santai.
Tidak ada seorangpun dari mereka yang berani membantah perkataan pria tersebut. Semua orang patuh dan tunduk meski sebenarnya merasa kesal melihat target mereka yang masih bisa tidur dengan nyenyak.
Beberapa jam kemudian saat matahari mulai terbit dari arah timur laut. Jonathan bangun dari tidurnya usai cahaya matahari masuk melalui jendela dan mengenai wajahnya.
Saat terbangun Jonathan langsung terkejut melihat sudah ada banyak orang berpakaian serba hitam berada di dalam kamarnya tanpa ia ketahui sebelumnya.
"Siapa kalian? Apa yang kalian lakukan di dalam kamarku?!" Tanya Jonathan dengan kesal sambil mencoba meraba senjata api miliknya yang ada di atas meja untuk berjaga-jaga.
Raut wajah Jonathan mendadak menjadi pucat saat dirinya tidak menemukan senjata api miliknya. Tetapi saat mengalihkan pandangan ke depan ia mendapati salah satu penyusup menunjukkan senjata api miliknya.
"Tenanglah jangan panik, aku memiliki sebuah cerita yang cukup menarik. Mau mendengarnya?" Ucap pemimpin penyusup sambil mengeluarkan sebuah liontin emas dari balik pakaian.
Jonathan entah mengapa merasa tidak asing dengan nada dan logat bicara pria yang tampak berusia di atas 70 tahun dihadapannya. Ia merasa pernah mendengarnya di suatu tempat tetapi tidak bisa mengingatnya.
Ketika ditanya ingin mendengarkan cerita atau tidak, Jonathan memilih untuk bungkam dan tambah merasa waspada saat menyadari para penyusup itu membawa banyak senjata api.
__ADS_1
"Baik... Aku anggap diam mu sebagai jawab ya atas pertanyaan ku sebelumnya..." Ucap pemimpin penyusup sambil tertawa lirih.
Pria paruh baya itu kemudian menceritakan kisah tentang seorang pria yang memiliki bisnis di bidang keuangan dan merupakan orang tua tunggal dari seorang putri cantik.
Istri dari pria itu sudah meninggal akibat mengalami komplikasi paska melahirkan buah hati mereka, yang membuat pria tersebut harus menjaga putri mereka di tengah kesibukan.
Meski sibuk bekerja pria tersebut selalu meluangkan waktu untuk putrinya sampai beranjak dewasa. Hubungan yang terjalin antara pria itu dengan putrinya sangat harmonis sampai semua pada akhirnya berakhir.
Ketika beranjak dewasa putri dari pria tersebut mulai menjalin hubungan asmara dengan seorang pria yang tidak jelas asal-usulnya dari mana.
Tentu saja sebagai seorang ayah pria itu tidak mau jika putrinya berhubungan dengan pria tidak jelas dan memiliki latar belakang sebagai kalangan kelas bawah.
Namun pada akhirnya putri dari pria itu tetap bersikukuh melanjutkan hubungan dengan kekasihnya yang membuat pria tersebut naik pitam.
Menghadapi masalah bisnis dan ditambah putrinya yang mulai membangkang. Pria tersebut akhirnya secara spontan mengusir putrinya dari rumah dan menarik semua fasilitas hidup yang diberikan olehnya.
Dalam kondisi terpuruk, di malam hari pria tersebut mengingat kembali mending istrinya dan kenangan bersama putrinya.
Namun sayangnya sang putri menolak untuk kembali meski sudah dibujuk. Dia lebih memilih hidup bersama dengan suami dan putra mereka lalu membuat usaha sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
Sebagai seorang ayah tentu saja pria itu merasa kecewa dan putus asa saat putrinya lebih memilih hidup sederhana dengan pria tidak jelas bahkan sampai memiliki seorang anak.
Bahkan saat mencoba memberikan bantuan kepada putrinya yang sedang dalam kesulitan keuangan, bantuannya justru ditolak mentah-mentah oleh putrinya.
Pria itu akhirnya hanya bisa pasrah, meskipun begitu ia selalu memantau keadaan putri serta cucunya setiap saat untuk melepas rasa rindunya.
Sampai ketika mendengar jika putrinya jatuh sakit dan meninggal dunia, pria tersebut menjadi sangat terpuruk dan menganggap jika dirinya gagal menjaga putrinya.
Pria itu kini hanya memiliki cucunya dan bertekad untuk menjaga satu-satunya anggota keluarganya. Tetapi saat ingin menjemput cucunya dari tangan menantunya, dia kembali dibuat kecewa saat mendapat kabar jika cucunya kabur dari rumah dan hilang tanpa kabar.
Tidak ingin mengulang kesalahan untuk kesekian kalinya. Pria itu mengutus salah satu anak buahnya yang setia untuk mencari keberadaan cucunya.
__ADS_1
Hanya dalam kurun waktu beberapa bulan. Pria itu akhirnya mendapat kabar baik jika cucunya saat itu masih hidup dan bekerja untuk membiayai sekolahnya sendiri.
Merasa tertarik dengan kehidupan yang dijalani oleh cucunya, pria itu akhirnya memutuskan untuk tidak langsung menjemputnya pulang melainkan meminta kepada anak buahnya untuk terus memantaunya.
Segala aktivitas cucunya mulai ia pantau mulai dari masa sekolah sampai kerja dan memiliki seorang kekasih. Merasa puas, pria itu akhirnya memutuskan untuk meminta kepada anak buahnya menjemput cucunya yang saat itu sudah menginjak usia 23 tahun.
Tetapi kejadian buruk kembali terjadi di saat pria itu mendapatkan kabar jika cucunya dijebak oleh sekelompok orang dan masuk ke dalam penjara super ketat.
Beruntungnya saat itu cucunya masih selamat meski sudah disiksa dan akan ditenggelamkan ke dasar danau, lalu dirawat oleh anak buahnya.
"Apa kau tahu, sekarang cucuku sedang merencanakan perampokan di salah satu Bank yang merupakan bagian dari anak bisnis milik ku..." Ucap pria tersebut mengakhiri ceritanya.
Para anak buah yang mendengar cerita atasan mereka tampak prihatin, sedangkan disisi lain Jonathan merasa tidak asing dengan cerita tersebut.
Tiba-tiba wanita yang ada di sebelah Jonathan bangun dan terkejut melihat sudah ada banyak orang di dalam kamarnya pagi-pagi sekali.
"Siapa mereka?!" Tanya wanita itu kepada Jonathan sambil berusaha menutupi anggota badannya menggunakan selimut.
Doorrr!!!
Timah panas langsung ditembakkan oleh pemimpin kelompok tersebut tepat di kepala wanita itu sampai membuatnya tewas seketika.
Jonathan yang melihat kekasihnya tewas tepat di sampingnya seketika marah, tetapi dia tidak memiliki keberanian saat ini untuk melawan mengingat para penyusup tersebut memegang senjata api.
"Jangan khawatir... Kita baru saja akan memulai permainannya, Jonathan..." Ucap pemimpin penyusup sambil melepas topeng yang ia kenakan.
Mata Jonathan seketika membelalak lebar melihat orang yang ada dihadapannya saat ini ternyata merupakan mertuanya sendiri.
"Ayah..." Ucap Jonathan dengan gemetaran melihat kelompok tersebut di pimpin oleh Alexander.
Alexander hanya tersenyum tipis melihat tatapan kosong dari Jonathan, dan meminta kepada anak buahnya untuk membawa pria itu kemudian membakar rumah tersebut beserta mayat dari seorang wanita di dalamnya.
__ADS_1