
Sebuah mobil Suv berwarna hitam melaju dengan kecepatan tinggi di tengah-tengah hujan deras. Hal ini tentu tidak hanya akan membahayakan pengemudi mobil tersebut melainkan juga pengendara lain.
Emosi Nathan saat ini sedang dalam kondisi yang tidak stabil. Keinginan untuk membalas dendam atas kematian Austin sudah tidak terbendung lagi.
Tujuan pria itu sekarang tidak lain adalah markas salah satu dari tiga geng yang menguasai peredaran di wilayah Philadelphia yaitu The Brothers.
Nathan mengetahui Andreas merupakan kaki tangan Robert pemimpin dari Geng Two Brothers yang beberapa bulan lalu dikirim untuk menyerang mobil Anthony dan Austin saat dalam perjalanan pulang.
Tangan pria itu mulai mencari-cari senjata api di balik jas. Tetapi dia sama sekali tidak menemukan senjata api miliknya baik di dalam jas maupun di dalam mobil.
Saat membuka penyimpanan dimensi milik System. Nathan hanya menemukan perkakas dan barang-barang lain yang sama sekali tidak bisa digunakan untuk membunuh.
"Ah! Kenapa aku tak menyimpanya disini saja sebelumnya?!" Nathan memukul stir dengan kesal karena tidak membawa senjata dalam perjalanan menuju markas Geng Two Brothers.
Membeli senjata dari Toko System juga tidak memungkinkan untuk Nathan yang sama sekali tidak memiliki saldo Poin tukar. Akhirnya dengan terpaksa pria itu memutar balik menuju Bar King's untuk mengambil senjatanya.
Setengah jam kemudian mobil Suv yang Nathan kendarai terparkir dibelakang bangunan Bar King's. Pria itu lalu segera bergegas masuk melalui dapur dan membuat beberapa pekerja disana langsung membungkukan badan untuk memberi hormat.
Nathan dengan hati-hati menuju ruang kerjanya agar tidak diketahui oleh anak buahnya dan anggota pasukan Saber. Tetapi yang paling ia hindari sekarang adalah Elizabeth.
Pria itu tidak ingin ada seorangpun yang ikut campur dalam urusan keluarganya. Ia berpikir hanya inilah satu-satunya cara menebus kesalahan kepada Austin dengan tidak melibatkan orang lain.
Setibanya di dalam ruang kerja. Nathan langsung mencari senjata api miliknya di atas meja dan laci tetapi tidak juga menemukannya, yang membuatnya merasa kesal hingga menyingkirkan apa saja yang ada di atas meja.
"Sialan!!!" Kesabaran Nathan sudah hampir habis dan rasa frustasi mulai menghantuinya. Dengan kesal pria itu membuang lampu di atas meja sampai pecah berkeping-keping.
Saat Nathan tengah mencoba mengendalikan emosinya yang tidak stabil. Dari arah belakang seorang wanita cantik langsung menempelkan ujung laras pistol di kepalanya.
__ADS_1
"Apa kau sedang mencari ini, Tuan Alexander? Oh iya atau bisa aku memanggilmu Tuan Nathan?" Elizabeth menyeringai sambil mengarahkan pistol di kepala Nathan.
Dari sebelum Nathan masuk ke dalam ruangan itu. Elizabeth sudah menunggu kedatangan pria itu disana untuk memberi sambutan hangat sebagai seorang predator.
Elizabeth sekarang sudah mendapatkan semua informasi tentang Nathan yang terlibat dalam konspirasi penyelundupan obat-obatan terlarang skala Internasional dua bulan lalu.
Membawa Nathan ke dalam penjara dan membuat pria itu membusuk di dalamnya. Sekarang tidaklah sulit untuk Elizabeth lakukan jika dirinya mau melakukan hal ini.
Elizabeth secara terbuka kemudian membongkar semua informasi yang berkaitan dengan Nathan. Mulai dari keluarga angkatnya di Kota Philadelphia sampai informasi tentang tiga anak buahnya.
Wanita cantik itu menaruh kecurigaan kepada Nathan yang bisa menghidupkan kembali tiga orang terpidana yang sempat diberitakan sudah tewas.
Mereka tidak lain adalah Joe, El Chapo, dan Harold. Walaupun sulit untuk membuktikan kecurigaannya, tetapi pada akhirnya Elizabeth berhasil mengungkapkan fakta mengejutkan ini.
Hanya satu anak buah Nathan yang tidak bisa Elizabeth selidik saat ini yaitu Sebastian. Informasi mengenai tangan kanan Nathan itu benar-benar sangat minim baik dalam laporan kepolisian, catatan sipil, atau sumber dari internet.
Mendapati bahwa Elizabeth sudah mengetahui identitas asli dirinya dan tiga anggotanya. Nathan tertawa lirih sambil beberapa kali menganggukan kepala.
"Ya aku sudah menduga ini akan terjadi cepat atau lambat. Selamat atas keberhasilan anda, Nona Elizabeth..." Nathan sekarang hanya bisa mengagumi kinerja wanita cantik itu yang ternyata cukup baik.
Karir dan rencana Nathan untuk membalas dendam kepada empat targetnya yang tersisa mungkin saja gagal jika Elizabeth membuka suara di depan publik.
Nathan kemudian berbalik badan dan mengulurkan tangan sambil tersenyum untuk memberikan selamat atas keberhasilan Elizabeth.
Melihat ekspresi di wajah Nathan yang sama sekali tidak menunjukan rasa takut. Seketika membuat Elizabeth merasa heran sekaligus kesal di waktu yang bersamaan.
"Kau... Apa yang sebenarnya sudah kau rencanakan?!" Elizabeth bertanya dengan nada tinggi sambil mengancam akan menembak kepala milik Nathan yang merupakan kelemahanya.
__ADS_1
Elizabeth merupakan satu-satunya orang yang mengetahui arti dibalik semua senyuman Nathan. Dia juga sudah mengetahui sebuah fakta jika titik kelemahan pria itu ada di kepalanya.
"Sepertinya kau jauh lebih pintar dari apa yang sudah aku pikirkan." Nathan tersenyum tipis sambil memperhatikan ekspresi kesal khas yang dimiliki oleh Elizabeth.
Dari balik jas Nathan mengeluarkan dua buah buku dengan sampul berwarna merah, yang membuat mata Elizabeth membelalak lebar menunjukan seberapa terkejutnya dirinya.
Melihat jurnal pribadi miliknya ada di tangan Nathan. Elizabeth benar-benar merasa kesal dan langsung meminta kepada pria itu untuk mengembalikan jurnal pribadinya.
Nathan kemudian mulai mengungkapkan identitas asli Elizabeth. Wanita cantik itu memiliki nama lengkap Elizabeth Grace yang merupakan Putri sulung dari Keluarga Grace.
Keluarga Grace sendiri merupakan pemilik saham mayoritas Bank of England. Fakta lain tentang Elizabeth adalah Keluarga wanita cantik itu masih memiliki garis keturunan bangsawan dari Kerajaan Inggris yang informasi sangat sulit untuk dilacak.
Fakta inilah yang menjawab pertanyaan mengapa Elizabeth sangat kaya sampai mampu membayar semua anggota Pasukan Saber dengan sangat mahal untuk melayani dirinya.
Nathan lalu meminta kepada Elizabeth untuk menutup rapat-rapat semua informasi yang wanita cantik itu tentang dirinya agar tidak diketahui oleh publik dan Margareth.
Pria itu menyadari jika Elizabeth belum memberikan informasi ini kepada Margareth. Wanita cantik itu terlihat sengaja bertindak mengancamnya karena menginginkan satu hal darinya.
Sebagai ganti atas pertukaran ini. Nathan juga berjanji akan menutup rapat-rapat informasi mengenai keluarga Elizabeth dan bagaimana rapuhnya wanita cantik itu dari publik.
Elizabeth seketika terdiam mematung ditempat. Dia sama sekali tidak menyangka Nathan akan menggunakan cara licik dan hina untuk meraup banyak keuntungan dari seorang gadis yang mencoba melarikan diri dari keluarganya sendiri.
Melihat Elizabeth yang diam mematung ditempat. Nathan kemudian berjalan dan mulutnya disamping telinga wanita cantik itu. "Jadi bagaimana... Apa kau menyetujui kesepakatan ini, Tuan Putri?"
Elizabeth mengepalkan tangan erat-erat dan terlihat jejak kemarahan diwajahnya saat melihat senyuman dari seekor rubah licik seperti Nathan.
Dua pihak yang berbeda kubu dan pandangan namun memiliki perasaan yang sama satu sama lain. Sekarang keduanya saling menata, karena mulai saat ini permainan di antara mereka baru saja dimulai.
__ADS_1