Mafia Order System

Mafia Order System
Keluarga Anthony


__ADS_3

Elizabeth akhirnya sampai di sebuah restauran Italia. Dia segera memarkirkan mobil dan bergegas masuk ke dalam untuk mencari keberadaan Nathan.


Sayangnya wanita cantik itu tidak menemukan keberadaan Nathan. Elizabeth hanya mendapati tempat yang di gunakan oleh pria itu sekarang sudah kosong dan seperti baru saja ditinggalkan.


Mata Elizabeth kemudian tertuju ke arah beberapa orang wanita yang sebelumnya sempat mendekati Nathan. Jika tidak sedang berada di tempat, entah apa yang ingin dia lakukan kepada mereka.


Disisi lain empat orang wanita yang sebelumnya menggoda Nathan, sekarang menjadi ketakutan saat melihat seorang wanita cantik menatap tajam ke arah mereka.


Sebilah pisau tiba-tiba menancap di atas meja yang digunakan oleh empat orang wanita itu. Ini tidak lain merupakan sebuah peringatan yang diberikan Elizabeth dan keempat wanita itu tampaknya mulai menyadari siapa sosok wanita cantik tersebut.


Tidak menemukan keberadaan Nathan di restauran Italia itu. Elizabeth segera bergegas pergi untuk mencari ke daerah sekitar karena berpikir pria itu belum pergi terlalu jauh.


Sementara itu di lokasi lain. Nathan memarkirkan mobil di depan sebuah tempat pangkas rambut yang terletak di pinggiran Kota Philadelphia.


"Hah... Udara disini masih terasa sama seperti dulu." Nathan menghirup nafas dalam-dalam sambil memperhatikan laut yang ada disebrang jalan.


Pandangan Nathan kemudian tertuju kearah tempat pangkas rambut. Hanya dengan melihat tempat tersebut, dia seketika mengingat beberapa kenangan di masa lalu yang membuatnya merasa bernostalgia.


Nathan lalu melangkah masuk ke dalam dan sebuah bunyi lonceng khas terdengar ketika dirinya membuka pintu. Tempat itu terlihat sangat sepi dan tidak ada satupun pelanggan saat ini.


"Selamat datang silahkan duduk!" Sapa seorang pria berkulit hitam yang tampak memiliki perawakan berusia 58 tahun sekarang.


Pria berkulit hitam itu tidak lain adalah Anthony pemilik tempat pangkas rambut yang sudah dari lama ingin Nathan kunjungi.


Melihat pelanggan baru hanya berdiri saja di depan pintu masuk. Anthony langsung meminta pria itu segera duduk jika ingin memangkas rambut di tempatnya.


Nathan seketika tersadar dari lamunannya setelah mendapat teguran Anthony. Dia langsung meminta maaf dan segera duduk di salah satu kursi yang kosong.


Pria itu lalu meminta kepada Anthony untuk merapihkan rambutnya. Nathan juga meminta kepada Anthony memangkas kumis dan janggutnya yang sudah mulai tumbuh.


Anthony mengangguk paham dan langsung menyalakan alat cukur lalu mulai mengerjakan model pangkas rambut yang diminta oleh Nathan.

__ADS_1


Saat sedang menjalani sesi pangkas rambut. Nathan memperhatikan tempat pangkas rambut yang sangat dia kenal baik setiap sudutnya dari lama, dan tampaknya tidak ada yang berubah sedikitpun.


Nathan dan Anthony berbincang di sela-sela pangkas rambut untuk mencairkan suasana. Dalam perkenalan singkat Nathan mengenalkan diri sebagai Alexander kepada Anthony.


Hal ini sengaja Nathan lakukan agar Anthony tidak mengenali dirinya. Mengingat hubungan mereka di masa lalu yang sedikit memburuk karena masalah sepele.


Semua orang pasti tidak akan menyangka jika Anthony merupakan orang tua angkat dari seorang pengusaha muda dan aset berharga Amerika Serikat.


9 tahun lalu saat itu Nathan yang masih berusia 14 tahun melarikan diri dari ayahnya. Penyebab utama dia melarikan diri tidak lain karena sikap ayah kandungnya yang menjadi sangat kasar dan pemabuk setelah ibunya meninggal.


Sejak berusia 14 tahun Nathan harus menghadapi kerasnya hidup di jalanan dan berpergian ke tempat yang sebelumnya tidak pernah dia kunjungi.


Hingga saat berusia 15 tahun Nathan menemukan tempat pangkas rambut milik Anthony. Dengan hanya membawa uang 1 Dollar, dia memberanikan masuk ke dalam.


Nathan sejak awal memberitahu kepada Anthony jika dirinya hanya membawa uang sebanyak 1 Dollar, dan tentu saja uang yang dia bawa kurang 5 Dollar dari harga yang sudah tertera.


Tetapi Anthony tidak perduli dan tetap memangkas rambut Nathan yang sangat kotor saat itu, tanpa memperdulikan uang yang dibawa oleh anak itu.


Setelah memangkas rambut. Nathan yang saat itu sudah berusia 15 tahun langsung memberanikan diri untuk melamar menjadi tukang pangkas rambut kepada Anthony.


Melihat keteguhan dimata Nathan kecil. Anthony saat itu akhirnya membiarkan pria kecil tersebut untuk bekerja ditempatnya dan mulai mengajari beberapa teknik pangkas rambut yang dia miliki.


Anthony juga memperkenalkan putranya yang seumuran dengan Nathan yaitu Austin. Jika dibandingkan dengan Austin jelas tubuh Nathan saat itu kalah besar.


Sejak saat itu Nathan mulai bekerja untuk Anthony dan berteman dengan Austin. Selama tinggal bersama mereka, Nathan mengetahui jika ayah dan itu merupakan imigran dari Nigeria yang mencari peruntungan di negara maju seperti Amerika Serikat.


Nathan juga mengetahui jika istri Anthony sudah meninggal saat melahirkan Austin. Melihat ayah dan anak itu sangat akur bahkan terlihat seperti teman dekat tentu membuat dirinya merasa iri.


Dibandingkan dengan ayahnya yang sangat kasar setelah kepergian ibunya. Nathan merasa jika Austin cukup beruntung memiliki seorang ayah yang sangat perduli dan mendukung setiap hal yang dia lakukan.


Tapi seiring berjalannya waktu. Austin yang menyadari jika Nathan sebelumnya hidup di jalanan, langsung meminta kepada Anthony untuk mengadopsi Nathan.

__ADS_1


Bahkan sebagai ganti selama Nathan bekerja disana. Anthony memasukan Nathan ke sekolah yang sama seperti Austin bahkan sekelas dengan putranya.


Anthony juga tidak membedakan perlakuan terhadap putra kandung dan putra angkatnya. Austin dan Nathan mendapatkan perlakuan serta bimbingan yang sama.


Di sekolah tentu tidak ada yang berani mengganggu Nathan mengingat Austin selalu menjaganya sebagai seorang kakak. Sebagai gantinya Nathan yang bisa dibilang cukup pintar membantu Austin untuk belajar mengingat kakaknya hanya sibuk mengurus otot saja.


Mengingat kejadian beberapa tahun lalu membuat Nathan yang sudah dewasa tertawa lirih, dan membuat Anthony merasa heran saat memangkas rambut pria itu.


Pandangan Nathan kemudian tertuju ke arah foto keluarga milik Anthony yang terpampang jelas di atas dinding. Di dalamnya terlihat jelas ada dirinya yang sedang berfoto bersama Anthony dan Austin saat masih kecil.


Setelah sesi pangkas rambut selesai. Saat Nathan yang ingin membayar biaya pangkas rambut, tiba-tiba seorang petugas kepolisian masuk ke dalam sambil membawa sebuah surat pengusiran kepada Anthony.


"Kumohon berikan aku waktu satu minggu lagi untuk membayar tagihan. Aku tak bisa kehilangan tempat yang sudah menemaniku selama 20 tahun ini. Kumohon..."


Anthony memohon kepada petugas tersebut dan mencoba membujuk agar dirinya bisa melunasi tagihan bulanan yang sudah menunggak beberapa kali.


"Maaf tapi kau harus segera pergi, Tuan Anthony. Jika saja kau tak memberikan layanan gratis kepada para tunawisma, mungkin saja hal ini tidak akan terjadi."


Petugas polisi itu sangat mengerti tentang Anthony. Tetapi tuntutan pekerjaan memaksanya untuk mengusir pria yang sangat baik itu.


Nathan tiba-tiba mengeluarkan sebuah dokumen dan menunjukan kepada anggota polisi itu. Disana tertera jika tempat itu sudah dia beli dan artinya masalah ini sekarang merupakan urusan Nathan dengan Anthony.


Petugas polisi mengangguk pelan memahami situasi dan membiarkan Nathan melanjutkan masalah sendiri kemudian pergi dari sana.


Nathan tanpa pikir panjang memberikan surat kepemilikan kepada Anthony yang membuat pria berusia 58 tahun itu hanya bisa terdiam tanpa bisa berkata-kata.


Anthony sangat terkejut pria yang baru saja dia temui 30 menit lalu, sekarang memberikan bangunan itu dan membuatnya tidak jadi pergi dari tempat yang penuh dengan kenangan.


Tentu saja Anthony meminta penjelasan kepada Nathan mengapa memberikan bangunan itu kepadanya. Tetapi disana Nathan tampak enggan untuk menjawab.


Nathan hanya meminta kepada Anthony untuk melanjutkan kembali apa yang sudah dia kerjakan, dan menggratiskan biaya pangkas rambut bagi para tunawisma.

__ADS_1


Untuk semua biaya setiap layanan Nathan akan menanggungnya, dan memberitahu kepada Anthony jika dia akan mengirim seseorang untuk membahas masalah ini.


Sebelum pergi Nathan menanyakan keberadaan Austin kepada Anthony. Tetapi sesaat kemudian raut wajahnya berubah setelah mendengar sebuah fakta mengejutkan dari ayah angkatnya tersebut.


__ADS_2