
Andreas merasa heran dengan kedatangan seolah pria di sel penjara miliknya saat sedang bersantai menyaksikan siaran pertandingan UFC dari siaran televisi.
"Siapa kau? Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" Andreas menatap ke arah pria yang tampak berdiri di depan pintu sel penjara miliknya bersama dengan Sersan.
Tentu saja Andreas tidak mengenali sosok Nathan yang entah bagaimana bisa mengetahui namanya, karena hanya ada beberapa orang saja yang mengetahui identitasnya.
Andreas memperhatikan Nathan dari atas sampai bawah untuk memastikan apakah pria itu merupakan orang, yang sengaja di utus Bosnya untuk membicarakan peredaran obat-obatan terlarang di dalam penjara.
Memang tujuan Andreas berada di dalam penjara hanya untuk mengontrol peredaran di dalam penjara sesuai perintah atasannya. Bukan karena dia terbukti sudah melakukan beberapa tindakan kriminal.
Untuk menjalankan bisnis obat-obatan terlarang dengan aman. Andreas tentu sudah menyuap beberapa oknum termasuk Sersan baru yang sekarang dipindah tugaskan ke sana.
Nathan menyeringai sambil menatap tajam Andreas. Satu detik berselang sebuah tinju mentah langsung Nathan lepaskan yang dengan telak mengenai wajah Andreas.
Pukulan keras yang dilayangkan Nathan seketika membuat Andreas jatuh tersungkur ke lantai. Hal ini tentu mengejutkan semua tahanan disana dan Sersan itu sendiri.
"Apa yang kau lakukan?" Andreas menatap ke arah Nathan dengan penuh amarah saat melihat darah mulai keluar dari hidungnya yang patah.
Darah mulai berceceran disekitar Andreas. Melihat Nathan berjalan mendekat tanpa mengucapkan sepatah katapun. Tanpa sadar dia perlahan merangkak mundur untuk menjauh.
Sebuah tendangan keras Nathan lepaskan ke wajah Andreas. Membuat pria itu kembali tersungkur di lantai dengan darah yang berceceran semakin banyak.
Andreas mencoba melawan balik untuk mempertahankan harga dirinya sebagai tangan kanan pemimpin gangster yang sangat berpengaruh di Kota Philadelphia.
Sayangnya ketika Andreas baru bangkit. Nathan langsung memukul perutnya dengan keras sampai membuatnya bertekuk lutut dan ingin memuntahkan sisa makanan yang sempat dia makan sebelumnya.
Nathan kembali menyerang wajah Andreas yang sudah berlumuran darah menggunakan tumit hingga membuat pria itu terpelanting ke belakang dan tersungkur di lantai.
__ADS_1
Belum cukup sampai di sana. Nathan kemudian duduk di atas tubuh Andreas dan mulai memukul wajah pria itu secara berturut-turut tanpa adanya rasa belas kasih.
Nathan meluapkan semua kebencian terhadap Andreas yang sudah membunuh Austin dengan kejam. Dia bahkan tidak perduli jika sekarang tanganya kotor berlumuran darah.
Beberapa tahanan yang melihat tindakan Nathan. Langsung meminta kepada Sersan dan sipir untuk menyingkirkan Nathan dari Andreas.
Dari pada memilih untuk menolong Andreas. Sersan tentu saja lebih memilih Nathan mengingat tugas dari Margareth untuk menjaga pria itu.
Sersan juga mengetahui sebuah fakta menarik jika Nathan merupakan pendiri sekaligus pendiri STELAR Industri yang memegang tender persenjataan Amerika Serikat bernilai miliaran dollar.
Meski harus kehilangan sedikit penghasilan tambahan dari Andreas. Sersan tidak mempermasalahkan hal ini mengingat dirinya bisa mendapatkan lebih banyak dari Nathan jika dirinya bersikap baik kepada pria itu.
Nathan berhenti memukul wajah Andreas saat melihat pria itu yang sudah hampir tidak sadarkan diri dan menunjukan tanda-tanda akan pingsan.
Menyadari Nathan sudah berhenti memukul wajahnya. Andreas perlahan membuka mata dan mendapati raut wajah pria itu yang sangat datar seolah sedang melihat seekor hama.
Andreas kemudian bertanya kembali kepada Nathan alasan mengapa pria itu memukulinya secara tiba-tiba, bahkan tidak memberikan dirinya sedikit celah untuk menyerang balik.
Pada awalnya Andreas tidak mengenali kalung rosario yang Nathan tunjukan kepada dirinya. Tetapi setelah berpikir sejenak dia akhirnya mengingat siapa pemilik kalung rosario itu sebelumnya.
Andreas tiba-tiba tertawa lepas dan memberikan sindiran keras kepada Nathan yang berani menyerang dirinya hanya demi membela dua orang yang berasal dari luar Amerika.
"Apa kau tidak mengetahui siapa atasan dan dari mana aku berasal? Kau sudah membuat keputusan yang sangat fatal dengan menghajarku secara tiba-tiba. Setelah ini mari kita lihat apa yang akan terjadi kepadamu dan juga orang-orang terdekatmu!"
Andreas menyeringai lebar saat mencoba untuk mengintimidasi Nathan yang sudah membuat dirinya babak belur, dan mengalami luka cukup parah sampai harus mendapatkan beberapa jahitan nantinya.
Disisi lain Sersan entah mengapa merasa malu saat melihat kebodohan Andreas yang sudah berani mengancam orang seperti Nathan.
__ADS_1
Sersan juga berpikir otak milik Andreas sudah sedikit bergeser dari posisi awal setelah dihajar habis-habisan oleh Nathan sampai membuatnya tidak bisa lagi berpikir dengan jernih.
Andreas seharusnya sadar jika posisinya saat ini tidak tepat untuk melakukan intimidasi. Bahkan pria itu secara terang-terangan sudah menghina Nathan yang membela hak Anthony dan Austin.
"Tentu saja aku tahu siapa kau dan dari mana kau berasal. Aku juga tahu sudah mengetahui siapa atasanmu..." Nathan saat ini benar-benar sudah muak dengan pria itu.
Mendengar hinaan dari Andreas tentu sudah membuat kedua telinga Nathan menjadi kepanasan. Dia bahkan sudah memiliki niatan untuk segera membunuh pria tersebut.
Andreas yang mendapati Nathan mengenali identitas aslinya kemudian meminta untuk segera dilepaskan. Sebagai gantinya ia berjanji akan memberikan kematian singkat kepada Nathan.
Bahkan Andreas tidak segan-segan meminta Sersan untuk memasukan Nathan ke dalam ruang isolasi agar nantinya bisa dia eksekusi setelah semua lukanya sembuh.
Namun sayangnya rasa kepercayaan diri Andreas harus runtuh dalam waktu sekejap saat melihat Sersan yang hanya diam tidak bergeming di dekat pintu sel penjara miliknya.
Tiba-tiba Nathan menyeret Andreas dan memasukan kepala milik pria ke dalam sebuah kloset yang ada di dalam ruangan sel penjara tersebut.
Nathan kemudian memenuhi kloset dengan air sambil menekan kepala Andreas ke dalam menggunakan kaki agar pria itu mati tenggelam.
Andreas yang tidak ingin mati secara memalukan di dalam kloset langsung memberontak untuk melepaskan diri cengkraman milik Nathan.
Tetapi sayangnya semua usaha yang dilakukan Andreas sia-sia saja karena Nathan sama sekali tidak bergeming. Air mulai masuk melalui hidung dan mulut Andreas dan membuatnya perlahan kehabisan nafas.
Tubuh Andreas perlahan menjadi lemas dan tidak berselang lama akhirnya pria itu tewas di dalam kloset yang terdapat di sel penjara miliknya sendiri.
Setelah memastikan jika Andreas sudah tewas. Nathan kemudian memberikan sebuah kotak jeruk kecil kepada Sersan dan memintanya untuk mengurus mayat milik Andreas.
Nathan kemudian segera pergi dari penjara dan membuat nyali semua tahanan yang sebelumnya menggoda pria itu langsung ciut, setelah melihat pembunuhan yang Nathan lakukan.
__ADS_1
Setelah Nathan pergi dari penjara. Sersan kemudian membuka kotak kecil yang sebelumnya diberikan oleh pria itu kepada dirinya sebagai imbalan.
Begitu membuka kotak kecil pemberian Nathan. Sersan terkejut menemukan ada banyak lembaran 100 Dollar di dalam yang jelas membuat dirinya merasa sangat senang.