
Melihat perjalan hidup Edric sebelum menjumpai ajal. Nathan mengambil kesimpulan jika makhluk aneh yang saat ini menyatu dengan dirinya merupakan sebuah Super System.
Super System ini terbuat dari beberapa hasil penelitian rahasia Edric seperti nanoteknologi sampai menggabungkannya dengan God Particel yang merupakan material paling berharga di seluruh alam semesta.
"Apa ini maksudmu menunjukan kejadian yang menimpa pria itu untuk memperkenalkan diri kepadaku?" Nathan bertanya setelah kesadarannya dibawa kembali seperti semula.
Setelah melihat semua ini Nathan sudah sedikit mengerti secara kasar asal dan fungsi Super System maha karya terbesar ilmuwan Edric.
[ DING! Benar tuan rumah. System memberikan kilas balik agar Anda bisa memahami apa yang sebenarnya terjadi, meski hanya beberapa bagian penting saja yang System perlihatkan ]
Nathan mengangguk paham dan merasa lebih tenang sekarang meski sebenarnya masih sangat terkejut mengetahui jika ia masih hidup setelah mengalami kematian yang sangat nyata.
Sekarang Nathan tertarik dengan panel diagram yang berada tepat dihadapannya. Melihat ada panel status, ia bermaksud untuk melihatnya lebih detail tetapi tampaknya panel itu tidak bisa disentuh.
"Bagaimana cara menggunakan panel ini?" Nathan merasa kebingungan saat berulang kali mencoba dengan keras untuk menyentuh panel dihadapannya, tetapi hasilnya nihil.
Hal ini tentu membuat Nathan merasa frustasi karena tidak mengetahui fungsi mahakarya Ilmuwan Edric lebih jauh lagi, dan ia juga tidak menggunakan teknologi aneh tersebut sesuka hati.
[ DING! Tuan rumah tidak perlu khawatir. Anda hanya perlu mengucapkan kalimat perintah untuk menggunakan fitur pada System ]
Perkataan dingin tanpa perasaan dari System langsung membuat Nathan terdiam. Ia sekarang terlihat cukup bodoh karena tidak bertanya terlebih dulu dan langsung mencoba mengutak-atik panel System.
"Status..." Nathan bergumam lirih sambil berharap jika kalimat perintah yang ia berikan bisa di mengerti oleh System.
[ Perintah diterima! Menampilkan status tuan rumah! ]
[ Nama : Nathan Alexander ]
[ Usia : 23 Tahun ]
[ Kondisi : Dalam masa pemulihan ]
[ Keterampilan : Ahli perangkat lunak tingkat dasar ]
__ADS_1
[ Teknik Beladiri : - ]
[ Poin Tukar : 1.000 Poin ]
[ Jumlah Kredit : 0$ ]
[ Pekerjaan : Pengangguran ]
[ Misi : - ]
[ Penyimpanan Dimensi: - ]
Berbagai macam informasi mengenai dirinya muncul di hadapannya. Hanya dalam sekali lihat Nathan bisa menyimpulkan jika hidupnya benar-benar akan seperti permainan di kehidupan nyata.
Kesimpulan ini Nathan ambil setelah melihat fitur poin dan misi, yang dalam artian ia bisa mendapat sejumlah keuntungan jika menyelesaikan sebuah misi tertentu dari System.
"System, bagaimana caraku mendapatkan misi dan bagaimana cara menggunakan Poin System?" Nathan memutuskan untuk bertanya dari pada menebak-nebak yang justru akan membuatnya menjadi bingung.
[ DING! Misi akan muncul secara acak dalam waktu yang tidak menentu. Tuan rumah akan mendapatkan keuntungan jika menyelesaikan misi seperti Poin System dan Item tertentu ]
System kemudian menjelaskan beberapa fitur yang ia miliki kepada Nathan. Untuk Poin Tukar sendiri memiliki nilai tukar 1 Poin untuk 1000$. Tentu jumlah ini terbilang cukup besar untuk orang seperti Nathan.
Tetapi Nathan merasa khawatir jika panel dihadapannya bisa dilihat oleh orang lain. Menyadari apa yang sedang dikhawatirkan oleh pria itu, System langsung menjelaskan jika panel hanya bisa dilihat oleh tuan rumah saja.
Saat Nathan sedang melihat semua fitur panel System. Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki dari luar mendekat, dan tidak lama seorang pria masuk ke dalam kamar tempat Nathan berada.
Nathan menelan saliva dan mulai waspada saat melihat penampilan pria tersebut yang penuh noda tanah sambil membawa sebuah alat gali di tangan kanannya.
"Wah-wah... Aku pikir kau sudah mati. Baru saja aku menggali lubang untuk mengubur mayatmu." Sebastian tertawa kecil merasa takjub melihat pria muda yang ia temukan beberapa hari lalu ternyata masih hidup.
Wajar bagi Sebastian mengira jika Nathan sudah mati karena tidak juga kunjung bangun meski jantungnya masih berdetak.
Fenomena ini sudah sering terjadi di dunia medis yang disebut kondisi Lazarus, dimana jantung masih akan berdetak setelah 1 sampai 4 menit pasien sudah mati.
__ADS_1
"Maaf sudah merepotkan..." Nathan mencoba bangkit dari posisi tidur untuk menyapa pria yang sudah menyelematkan dirinya saat berada di tepi danau sebelum pingsan.
Mengetahui jika tidak ada notifikasi tanda bahaya dari System. Nathan memutuskan untuk mengurangi rasa waspada terhadap pria dihadapannya.
"Jangan paksaan diri, berbaringlah." Sebastian langsung menghentikan Nathan saat melihatnya ingin bangun dan menyapa dirinya.
Cidera parah yang di alami oleh Nathan tentu saja diketahui Sebastian. Selain menyelamatkan pemuda tersebut, ia juga yang memberi perawatan selama Nathan tidak sadarkan diri.
"Tidak masalah, saya masih bisa jika hanya berdiri. Akan sangat lancang jika saya tidak menyapa orang yang sudah menyelamatkan ku." Nathan bersikeras untuk tetap bangkit dari tempat tidur.
Langkah Nathan untuk bangkit dari tempat tidur langsung dicegah oleh Sebastian. Pria berusia 60-an tahun itu menekan perut Nathan dan membuat pemuda tersebut merintih kesakitan.
"Sakit bukan? Jangan keras kepala, berbaringlah..." Sebastian menghela nafas kasar melihat sikap keras kepala pemuda yang sudah ia selamatkan.
Usai memberikan Nathan peringatan, Sebastian kemudian melenggang pergi menuju ruang belakang untuk membersihkan diri setelah berkebun.
Nathan hanya bisa diam dan merasa tidak enak karena menjadi beban padahal mereka sama sekali belum pernah bertemu sebelumnya.
Tidak berselang lama aroma masakan menyebar keluar dari dapur. Sebastian kemudian membawa satu nampan berisi salmon dengan saus krim, nasi, sup labu, dan satu gelas susu hangat.
"Makanlah kau asupan energi untuk mempercepat proses pemulihan." Ucap Sebastian sambil memberikan nampan berisi makanan kepada Nathan.
Nathan kali ini benar-benar tidak merasa enak kepada pria yang sudah menolongnya itu. Ia sekarang bingung harus membalasnya dengan apa.
Pandangan Nathan kemudian tertuju kearah Poin Tukar yang ia miliki. Jumlahnya sekarang ada 1.000 Poin yang jika ditukar setara dengan 100.000$ USD.
Nathan ingin menggunakan untuk membalas kebaikan pria tersebut, tetapi ia langsung mengurungkan niat karena merasa tidak sopan membalas kebaikan seseorang dengan uang tunai.
Disisi lain Sebastian yang melihat Nathan hanya melamun dan tidak menyentuh sedikitpun makanannya mulai bertanya-tanya. "Mengapa kau tak memakannya? Apa kau tidak menyukai makanan semacam ini?"
"Bukan begitu, aku hanya merasa tidak enak kepada, Tuan." Nathan dengan cepat menggelengkan kepala karena khawatir jika sikapnya justru membuat pria itu merasa tersinggung.
Sebastian menghela nafas sambil mengibaskan tangan. "Sudah jangan pikirkan tentang itu dulu. Sekarang habiskan saja makananmu."
__ADS_1
Nathan mengangguk dengan patuh dan mulai menyantap makanannya meski masih merasa gugup, karena terus diperhatikan oleh pria itu.