Mafia Order System

Mafia Order System
Pendekatan Pertama


__ADS_3

Pagi hari Nathan melakukan kegiatan rutinitas harian seperti biasa, yaitu mengumpulkan Poin harian dengan menjalankan misi yang sudah diberikan System untuk berolahraga.


Meski sudah memiliki banyak Poin Tukar Nathan masih belum merasa puas. Nathan menyadari jika Poin Tukar yang ia dapatkan sekarang pasti akan segera habis dalam waktu dekat, mengingat sifat System yang sangat suka memerasnya dengan berbagai cara.


Saat Nathan sedang melakukan angkat beban, tanpa diduga Elizabeth masuk ke dalam Gym dengan sudah menggunakan setelan olahraga ketat miliknya.


"Apa yang sedang kau lakukan disini?" Tanya Elizabeth sambil mengikat rambutnya dengan model kuncir kuda dan mempersiapkan alat treadmil yang ingin dia gunakan.


Elizabeth masih ingat jika semalam Nathan masih bergadang di laboratorium. Ia berpikir jika pria itu sekarang pasti masih tidur karena masih sangat pagi.


Mendengar pertanyaan dari Elizabeth seketika membuat Nathan menghentikan latihan sejenak dan memperhatikan wanita cantik itu yang sedang lari di atas treadmil.


"Bukannya kau sudah lihat jika aku sedang olahraga disini? Seharusnya aku yang bertanya mengapa kau ada disini dan tidak pulang. Bukankah tugas rahasiamu sudah gagal total?"


Nathan tersenyum tipis setelah menyelesaikan perkataannya. Dia sekarang ingin melihat bagaimana respon Elizabeth setelah membuat langkah yang salah untuk kesekian kalinya.


Sebagai seorang agen rahasia dan pemimpin pasukan bayaran. Elizabeth seharusnya merasa malu karena semua rencananya sudah terbaca oleh targetnya.


Penantian Nathan untuk melihat ekspresi kesal diwajah Elizabeth tidak berjalan dengan lancar. Wanita cantik itu dengan santai dan wajah tanpa ekspresi mengelak tuduhan yang diberikan oleh Nathan.


Elizabeth justru mengatakan jika dia masih ada disana untuk menjalankan tugas yang diberikan oleh atasannya sebagai asisten pribadi Nathan.


Mendengar jawaban dari Elizabeth langsung membuat Nathan tertawa seolah tidak percaya. Dia tidak menyangka jika wanita cantik itu masih ingin mengelak tuduhan yang sudah jelas kebenarannya.


Nathan hanya bisa tersenyum kecut dan memilih membiarkan Elizabeth melakukan apa saja yang dia mau disana, karena tidak ingin kontrak dengan pemerintah batal akibat sudah mengusir wanita cantik itu.


Merasa Nathan sudah tidak mencurigai dirinya. Elizabeth kemudian melirik kearahnya dan memperhatikan pria itu yang sedang menenggak minuman berprotein tinggi.

__ADS_1


Elizabeth tanpa sadar terus memperhatikan Nathan yang berkeringat setelah berolahraga. Hingga pada akhirnya dia terjatuh dari atas treadmil karena kehilangan fokus.


Melihat Elizabeth jatuh dari treadmil Nathan langsung membantunya. Tetapi dengan kasar wanita cantik itu menolak untuk dibantu dan berkata masalah kecil seperti ini tidak berarti baginya.


Nathan akhirnya mengurungkan niat untuk membantu dan membiarkan Elizabeth yang mencoba berdiri seorang diri sesuai keinginannya.


Tetapi baru saja ingin berdiri Elizabeth langsung kembali jatuh ke lantai yang membuat Nathan hanya bisa menggelengkan kepala kemudian membantunya.


"Pergilah, aku baik-baik saja dan tidak butuh bantuan darimu!" Ucap Elizabeth dengan kesal sambil mencoba menepis tangan Nathan yang menyentuh kakinya.


Mendengar penolakan dari Elizabeth, Nathan langsung menekan bagian kaki wanita cantik itu yang terkilir dan membuatnya langsung merintih kesakitan.


"Apa kau yakin baik-baik saja?" Tanya Nathan sambil mengangkat sebelah alisnya saat melihat sikap keras kepala Elizabeth yang tidak ingin dibantu.


Elizabeth berdecak kesal dan mengalihkan pandangan dari Nathan. Ia akhirnya hanya bisa diam dan membiarkan pria itu membantunya.


Melihat Elizabeth yang sudah diam dan tidak melakukan penolakan. Nathan kemudian meraih sebuah alat mirip semprotan kecil dari sakunya yang berisi serum obat luka.


Nathan sengaja membeli serum itu dari System karena sering terkilir sama seperti Elizabeth saat sedang latihan. Jadi sudah tidak perlu dipertanyakan lagi kenapa dia sudah memiliki serum tersebut.


Dengan hati-hati Nathan melepaskan sepatu olahraga yang dikenal oleh Elizabeth. Meski sudah sangat hati-hati tetap saja wanita cantik itu sedikit mengeluarkan suara rintihan karena merasa sakit.


Setelah melepaskan sepatu yang digunakan Elizabeth. Nathan kemudian menyemprotkan serum dibagian kaki milik wanita cantik itu yang terlihat sedikit lebam.


Disisi lain diam-diam Elizabeth memperhatikan Nathan yang sedang mengobatinya. Ini pertama kali bagi dirinya terlihat lemah dihadapan orang lain dan tentu saja membuatnya merasa malu.


Sebagai seorang pemimpin pasukan bayaran, Elizabeth sudah biasa terlihat kuat dihadapan orang lain. Hal ini sengaja dia lakukan agar tidak dianggap lemah oleh rekan-rekan dan musuhnya.

__ADS_1


Tetapi sekarang kebanggaan Elizabeth runtuh dalam sekejap setelah Nathan melihat sisi lemah yang seharusnya tidak diketahui oleh orang lain, terutama untuk target yang paling dia benci.


"Aku pasti akan membunuhmu. Ingat itu!" Elizabeth mendengus kesal sambil memperhatikan Nathan dengan penuh rasa benci yang tidak akan pernah hilang.


Apa yang dikatakan oleh Elizabeth bukan hanya ancaman belaka. Dia bersungguh-sungguh akan membunuh Nathan agar tidak ada orang lain yang melihat sisi lemahnya.


"Ya, aku akan menunggunya. Tetapi jangan terlalu banyak berharap akan berhasil." Balas Nathan tanpa melihat kearah Elizabeth karena fokus mengobati luka wanita cantik itu.


Meski sudah menyadari jika Elizabeth serius dengan perkataannya. Nathan sama sekali tidak menganggapnya sebagai ancaman. Tetapi disisi lain dia masih penasaran kenapa System tidak bisa menggali informasi dari wanita cantik itu.


Hal ini membuat Nathan harus lebih berhati-hati dengan Elizabeth. Dia sangat yakin ada kekuatan besar dibalik wanita cantik itu sampai membuat System menandainya sebagai ancaman.


Nathan tentu saja sudah bertanya kepada System kenapa menandai Elizabeth sebagai ancaman. Tetapi System enggan menjawab dan memilih untuk bungkam.


Hal yang Nathan khawatirkan dari Elizabeth adalah bagaimana jika wanita cantik itu mengetahui keberadaan System. Tentu hal ini akan sangat berbahaya mengingat penemu System saja habis dibunuh oleh pihak militer Rusia saat berusaha melarikan diri.


Tanpa disadari Nathan dan Elizabeth. Diam-diam Sebastian, Joe, El Chapo, dan Harold sudah memperhatikan mereka berdua sejak lama.


Mereka semua kemudian membuat taruhan apakah Nathan dan Elizabeth akan menjadi pasangan atau tidak dimasa depan setelah melihat adegan yang terlihat romantis ini.


Dalam taruhan ini Jeo, El Chapo, dan Harold memasang taruhan jika Nathan akan menerima kenyataan pahit untuk kedua kalinya jika berharap kepada Elizabeth.


Tetapi siapa yang menduga. Sebastian justru memasang taruhan tertinggi karena sangat yakin hubungan Nathan dan Elizabeth akan membaik.


Saat ditanya mengapa Sebastian memilih pilihan yang berbeda dari anggota yang lain. Pria itu hanya tersenyum tipis dan pergi meninggalkan mereka.


Hal ini tentu saja membuat Joe, El Chapo, dan Harold merasa Sebastian sudah mengetahui sesuatu setelah membuat senyuman misterius barusan.

__ADS_1


__ADS_2