Mafia Order System

Mafia Order System
Aku Menemukanmu


__ADS_3

Melihat keadaan Nathan yang masih sangat terpuruk atas kepergian Austin. System akhirnya membuat sebuah keputusan berupa sebuah layanan khusus untuk Nathan.


[ Memulai proses pemindaian kamera pengawas di seluruh Kota... 10%... 30%... 60%... 80%...100%... Pemindaian data selesai dilakukan! ]


[ Menampilkan kembali rekaman kejadian penembakan 7 bulan lalu yang menewaskan Tuan Austin! ]


Tampilan layar milik Nathan seketika menampilkan sebuah mobil sedan berwarna putih yang sedang melaju di jalan raya saat malam hari.


Melihat mobil sedan berwarna putih itu tentu saja Nathan mengenalinya. Dia lalu meminta kepada System untuk menampilkan rekaman dari prespektif kamera yang berbeda.


Layar di hadapan mata Nathan kemudian menampilkan wajah Anthony dan Austin yang saat ini sedang dalam perjalanan pulang ke rumah setelah mengikuti pertandingan UFC.


Saat mobil yang dikendarai oleh Anthony dan Austin berhenti di lampu merah. Sebuah mobil Suv berwarna hitam berhenti disamping mobil mereka.


Tanpa diduga sejumlah pria yang ada di dalam mobil Suv tersebut langsung mengeluarkan senjata api dan menembaki mobil yang dikendarai Anthony dan Austin.


Belum cukup sampai di sana. Untuk memastikan kematian target utama yaitu Austin. Mereka kemudian turun dari mobil dan membuka paksa pintu kendaraan milik Anthony.


Empat orang anggota komplotan tersebut mengamankan daerah itu dengan menodongkan senjata ke arah pengguna jalan yang lain agar tidak ikut campur dalam urusan mereka.


Seorang anggota kemudian menemukan Austin yang masih hidup dan sedang memegang dadanya yang berlumuran darah. Tanpa rasa belas kasihan pria itu langsung melepaskan tiga tembakan ke arah kepala Austin untuk mengakhiri hidup pemain rookie UFC tersebut.


Mereka juga kemudian merampas beberapa benda berharga milik Anthony dan Austin termasuk sabuk juara milik pria berusia 23 tahun tersebut.


Tindakan mereka dengan merampas barang berharga milik ayah dan anak itu, tidak lain untuk menyamarkan jejak agar pihak kepolisian dan masyarakat sekitar mengira kejadian itu hanya penjarahan biasa.


Komplotan tersebut kemudian segera pergi setelah memastikan Austin sudah benar-benar tewas, seperti perintah yang diberikan oleh atasan mereka.


Raut wajah Nathan seketika memerah setelah melihat rekaman ulang kejadian 7 bulan lalu yang menewaskan Austin dan memperburuk kondisi kesehatan dari Anthony.

__ADS_1


System lalu menampilkan daftar komplotan penembakan malam itu lengkap dengan data diri mereka kepada Nathan untuk diselidiki.


Melihat nama-nama pelaku penembakan Anthony dan Austin. Nathan kemudian segera menghubungi Sersan yang kemarin dia temui dan menanyakan keberadaan orang-orang ini.


Sersan yang menerima panggilan telepon dari Nathan kemudian mengatakan sebuah fakta mengejutkan, hingga membuat pria itu segera memacu mobil menuju penjara tempat Sersan tersebut sekarang bertugas.


Dalam perjalanan menuju penjara Nathan tiba-tiba terpikirkan sesuatu yang sangat berkaitan erat hubungannya dengan System.


"Aku minta maaf karena sudah mengatakan hal kasar kepadamu. Aku juga berterimakasih atas bantuan yang kau berikan." Ucap Nathan yang memecah suasana sunyi di dalam mobil.


Nathan kemudian menyampaikan kepada System jika akan memberikan semua Poin Tukar yang nanti dia dapatkan setelah menyelesaikan beberapa misi sebelumnya.


Maksud dari Nathan melakukan hal ini tidak lain karena dia sangat ingin berterima kasih atas bantuan yang diberikan System.


Pria itu juga sekarang tidak begitu perduli dengan Poin Tukar karena saat ini yang terpenting adalah menemukan dalang atas kematian Austin kakak angkatnya.


Ketika Nathan bertanya mengapa System tidak ingin mengambil Poin Tukar miliknya seperti biasa. System enggan untuk menjawab dan memilih diam meninggalkan rasa penasaran di pihak Nathan.


Mendapati System yang tidak ingin memberikan alasan lebih lanjut. Nathan memilih untuk tidak bertanya kembali dan hanya mengucapkan terimakasih.


Dalam situasi seperti ini Nathan sekarang menyadari jika System akan memberikan sebuah layanan gratis kepadanya. Tetapi ia tentu tidak ingin memanfaatkan situasi seperti untuk mengambil keuntungan dari System yang sudah membantunya.


Tujuan Nathan sekarang hanya satu yaitu membalaskan kematian Austin dan mengabaikan kepentingannya sendiri karena masalah keluarga jauh lebih penting dari dirinya sendiri.


Nathan tidak ingin membuat kesalahan lagi dan hanya bisa berharap Austin dapat istirahat tentang di alam yang lain setelah dirinya membalaskan semua dendamnya.


Setelah menempuh perjalanan selama setengah jam mobil yang dikendarai oleh Nathan akhirnya tiba di sebuah kantor polisi tempat Sersan utusan Margareth ditempatkan.


Melihat kendaraan yang dikendarai Nathan sudah sampai diparkiran. Sersan langsung menghampiri pria itu sambil membawakan payung untuk dipakai mengingat hujan masih belum kunjung reda.

__ADS_1


"Apa kau sudah menyiapkan orang itu, Sersan?" Nathan bertanya kepada Sersan yang berjalan di sebelahnya sambil memayungi dirinya seperti seorang asisten pribadi.


Hanya dalam sekali lihat Nathan sudah menyadari maksud Sersan yang sekarang memperlakukan dirinya sebagai tamu spesial di sana sampai harus dilayani secara pribadi.


"Ya aku sudah menyiapkan orang itu, Tuan Nathan. Memangnya apa yang ingin anda lakukan kepada pria itu kalau saya boleh tahu?" Balas Sersan yang merasa penasaran dengan tujuan Nathan.


Sebelumnya dalam panggilan singkat Nathan meminta kepada Sersan untuk mencari seorang pria yang merupakan bagian dari komplotan penembakan Anthony dan Austin.


Dari hasil pemindaian yang dilakukan System. Nathan menemukan hanya tersisa satu orang anggota komplotan saja yang masih hidup setelah kejadian penembakan malam itu.


Sementara untuk anggota komplotan yang lain tampaknya sudah di eksekusi oleh anggota yang tersisa sesuai perintah atasannya agar menutupi jejak.


Nathan kemudian dibawa oleh Sersan menyusuri area dalam penjara menuju salah satu sel yang menahan pria yang saat ini sedang dia cari.


Semua tahanan yang melihat kedatangan Nathan kemudian mulai menggodanya. Mereka bahkan tidak tanggung-tanggung mengatakan sejumlah kata-kata vulgar.


Jelas saja Nathan tidak menggubris para tahanan yang sudah mengalami kelainan mental selama berada di dalam penjara sampai-sampai menyukai sesama jenis.


Nathan kemudian berhenti di depan sebuah sel tahanan dan melihat seorang pria sedang menonton televisi. Jelas pemandangan ini terbilang cukup aneh dan menunjukan bahwa tahanan itu memiliki pengaruh besar di Kota Philadelphia.


"Akhirnya kita bertemu juga, Tuan Andreas..." Nathan tersenyum tipis melihat orang yang sudah mengakhiri hidup Austin dengan tiga tembakan.


...****************...


Sementara itu Elizabeth sekarang sudah sampai di depan makam Austin. Ia berdecak kesal karena tidak menemukan keberadaan Nathan disana.


Elizabeth mulai menyadari jika dia sudah kalah beberapa langkah sampai kehilangan jejak Nathan. Pada akhirnya wanita cantik itu memutuskan untuk mencari keberadaan Nathan ditempat lain.


"Dimana sekarang kau berada, Nathan?" Raut wajah Elizabeth tampak khawatir sebab menyadari jika emosi Nathan saat ini sedang tidak stabil.

__ADS_1


__ADS_2