Mafia Order System

Mafia Order System
Undangan


__ADS_3

Nathan dan Elizabeth terlihat mengunjungi kafetaria yang sudah ramai dengan para pekerja di sektor tujuh. Nathan kemudian mencari meja yang kosong sementara Elizabeth akan memesan sarapan untuk mereka berdua.


Saat Nathan menunggu Elizabeth tiba-tiba seorang wanita dengan jabatan tinggi berjalan ke arahnya. Wanita itu tidak lain adalah Margareth yang sengaja datang ke sana untuk bertemu dengan pria itu.


"Selamat pagi, Tuan Nathan. Boleh aku duduk disini?" Sapa Margareth sambil tersenyum kepada Nathan yang terlihat duduk seorang diri disana.


Nathan segera mempersilahkan Margareth untuk duduk dan menyambut kedatangannya. Dia juga merasa penasaran saat melihat dokumen yang dibawa oleh wanita itu dan diletakan di atas meja.


"Bagaimana kondisimu sekarang aku dengar kau pingsan sebelumnya dari Lloyd?" Tanya Margareth dengan raut wajah yang terlihat mengkhawatirkan kondisi Nathan.


"Seperti yang anda lihat aku baik-baik saja, Nyonya Margareth..." Balas Nathan sambil tersenyum kecil yang membuat Margareth bernafas lega.


Melihat sosok wanita yang sudah membuat banyak masalah untuk dirinya tentu saja Nathan sangat kesal. Tangan pria itu mengepal erat dan terlihat gemetaran menunjukan seberapa besar kebenciannya terhadap sosok Margareth.


Tetapi Nathan tentu tidak ingin membongkar semua kebusukan Margareth karena masih memerlukan sosok wanita itu untuk menguatkan pengaruhnya di dalam pemerintahan agar semua semua bisnisnya tidak menjadi kacau.


"Kalau boleh tahu apa yang sebenarnya Nyonya lakukan ditempat ini?" Nathan bertanya karena merasa penasaran dengan kehadiran Margareth di sektor tujuh seperti memang sengaja ingin bertemu dengannya.


Benar saja Margareth kemudian menyerahkan dokumen berisi surat perizinan bangunan kepada Nathan. Sebelumnya memang pria itu meminta Margareth mencarikan tempat yang akan digunakan untuk produksi senjata.


Total ada satu kompleks bangunan yang Nathan pesan kepada Margareth. Disana ia ingin membuat tempat produksi selain STELAR Industri yang akan dijadikan markas utama untuk STELAR Grup dimasa depan.


Nathan kemudian memberikan sebuah paket yang kebetulan dia bawa sebagai bentuk rasa terimakasih kepada Margareth. Paket tersebut berisi produk masker wajah yang sedang dikembangkan oleh Harold sebelumnya.

__ADS_1


"Untuk apa masker ini?" Tanya Margareth yang merasa penasaran dengan masker pemberian Nathan. Melihat deskripsi produk dia menyadari masker tersebut merupakan masker kecantikan.


Disana Nathan langsung menjelaskan fungsi masker wajah yang baru-baru ini sedang dikembangkan oleh anak buahnya. Fungsinya tidak lain untuk meremajakan sel-sel dan mengencangkan kulit wajah agar terlihat lebih muda seperti 10 tahun lalu.


Penasaran dengan produk masker yang dikembangkan oleh anak buah Nathan. Margareth langsung memutuskan mencoba masker itu untuk membuktikan efek yang Nathan jelaskan.


Setelah memakai masker wajah itu, Margareth merasakan kulit wajahnya perlahan menjadi kencang. Benar saja saat melihat melalui cermin dia terkejut saat menemukan dirinya tampak seperti masih saat berusia 30 tahun.


"Masker apa ini aku belum pernah melihat sebelumnya?" Margareth merasa sangat kagum melihat efek masker pemberian Nathan yang terbukti sangat efektif meremajakan kulit wajah.


Tidak hanya Margareth saja yang merasa kagum. Beberapa orang disana yang diam-diam menyaksikan langsung kejadian itu juga merasa kagum dan tertarik saat melihat hasil masker dari Nathan.


Nathan disana hanya tertawa lirih dan menambahkan jika efek masker wajah tersebut hanya bertahan selama kurang dari minggu saja. Yang artinya Margareth memerlukan persediaan jika ingin terlihat lebih muda selama beberapa waktu.


Mendengar penjelasan dari Nathan, Margareth kemudian meminta untuk disediakan lagi masker itu dan bersedia jika harus membayar mahal. Bahkan disana diam-diam Margareth menggoda Nathan dengan mengajaknya makan malam disuatu tempat lain kali.


Benar saja dari kejauhan Nathan melihat Elizabeth yang sedang menatapnya dengan tajam sambil membawa nampan berisi makanan. Tanpa sadar dia menelan saliva dengan kasar seolah akhir hidupnya sudah ditentukan.


Melihat wajah Nathan yang tiba-tiba terlihat pucat. Margareth lalu berbalik dan menemukan Elizabeth berdiri mematung tidak jauh darinya dengan aura suram yang mengelilingi wanita cantik itu.


"Elizabeth kemarilah..." Pinta Margareth kepada sosok Elizabeth yang sudah dia rawat sejak masih berusia 15 tahun sampai dewasa.


Sambil menahan rasa kesal Elizabeth menghampiri Margareth dan Nathan. Dia tampak sangat marah saat melihat langsung kaki Margareth yang sebelumnya menari-nari menggoda Nathan.

__ADS_1


Margareth kemudian membahas tentang masker wajah yang Nathan berikan sebelumnya kepada dirinya. Elizabeth sendiri hanya mengangguk saja dan sesekali tersenyum tipis sebagai bentuk formalitas saja.


Setelah membahas masker wajah. Margareth kemudian memberikan sebuah undangan ulang tahun Walikota Philadelphia kepada Nathan dan Elizabeth yang akan diadakan nanti malam.


Wanita itu kemudian pergi untuk melanjutkan pekerjaan yang harus selesaikan disana, meninggalkan Nathan dan Elizabeth berdua saja dalam situasi yang sangat canggung.


Elizabeth lalu meletakan nampan berisi makanan dengan keras di atas meja yang membuat Nathan terkejut. Wanita cantik itu kemudian duduk dan menghilangkan kedua tangannya sambil menatap kesal kearah pria itu.


"Apa yang baru saja kalian bicarakan?" Tanya Elizabeth dengan nada menyelidik dan siap memberikan pelajaran berat jika sampai Nathan berbohong kepada dirinya.


"Bukankah kau sudah mendengarnya dari awal?" Nathan bertanya balik dengan raut wajah yang terlihat gugup setelah menyadari jika Elizabeth saat ini sedang merasa kesal.


Tiba-tiba Elizabeth menusuk steak daging sapi menggunakan pisau tajam yang membuat Nathan secara refleks terkejut saat melihatnya. Wanita cantik itu tampak tidak puas dan masih tetap merasa kesal.


Elizabeth kemudian membicarakan soal masker wajah yang Nathan berikan kepada Margareth sampai membuat wanita itu terlihat lebih muda dan cantik. Dia tentu saja ingin menggunakan masker yang sama seperti Margareth.


Namun sayangnya Nathan menolak permintaan Elizabeth yang membuat wanita cantik itu mengacungkan pisaunya. Sedikit saja Nathan berger maka arteri yang ada dilehernya sudah bisa dipastikan akan putus.


"Kau sudah terlihat cantik untuk apa menggunakan masker itu?" Tanya Nathan yang merasa heran kepada Elizabeth karena merasa cemburu dengan wanita tua seperti Margareth.


Wajah Elizabeth seketika menjadi merah seperti tomat saat mendengar Nathan untuk pertama kalinya memuji dirinya. Tentu dia merasa sangat senang tetapi disisi lain masih sedikit kesal saat mengingat Margareth menggoda Nathan.


"Apa kau menyukai wanita yang usianya lebih tua darimu?" Tanya Elizabeth memastikan apakah Nathan tertarik kepada Margareth atau tidak.

__ADS_1


Secara mengejutkan Nathan menganggukkan kepala yang membuat Elizabeth menjadi sangat marah. Tetapi sebelum wanita cantik itu meluapkan emosi, Nathan mengingatkan jika Elizabeth lebih tua dua tahun darinya.


Hal ini sontak saja membuat Elizabeth kehabisan kata-kata dan langsung menendang kaki Nathan tanpa sebab karena tidak ingin disalahkan. Hal ini membuat pria itu hanya bisa menggelengkan kepala melihat sikap wanita yang sekarang sudah menjadi kekasihnya.


__ADS_2