Mafia Order System

Mafia Order System
Pria Pemalu


__ADS_3

Nathan dan Elizabeth berjalan menuju parkiran setelah menghabiskan waktu makan siang. Mereka kemudian masuk ke dalam mobil untuk membahas kembali pertanyaan yang diajukan oleh Elizabeth sebelumnya.


"Jadi apa yang ingin kau tanyakan tadi sampai membuat ekspresi serius seperti itu?" Nathan bertanya tanpa melirik ke arah Elizabeth yang duduk di sampingnya.


Alih-alih bersyukur karena bisa berduaan dengan seorang wanita cantik. Nathan justru mengabaikan Elizabeth dan memilih untuk menikmati minuman boba miliknya.


Elizabeth merasa sedikit kesal saat menyadari jika Nathan tidak akan menganggap serius setiap perkataannya. Tetapi yang membuatnya tambah kesal adalah pria itu hanya membeli satu minuman untuk dirinya sendiri dan tidak menawarkan kepadanya.


Hal ini tentu saja baru pertama kali Elizabeth alami. Sebagai seorang wanita cantik tentu Elizabeth pernah berkencan dengan beberapa pria sebelumnya.


Alasan Elizabeth berkencan dengan mereka tidak lain hanya untuk melepas penat dan mencari hiburan semata. Tetapi bukanya merasa senang, setiap dirinya berkencan dengan beberapa pria berbeda mereka selalu menyanjungnya seperti seorang tuan putri.


Elizabeth tentu menyadari maksud mereka bersikap sangat baik kepada dirinya. Dari sorot mata semua pria yang pernah mengajaknya berkencan, ada nafsu dibalik itu semua.


Oleh sebab itu setelah menghabiskan makan malam. Elizabeth selalu pergi dan menjauh dari semua pria itu karena hanya akan membuat dirinya merasa jijik jika terus bersama dengan mereka.


Tetapi berbeda dengan semua pria yang pernah Elizabeth temui. Nathan sangat acuh dan bersikap dingin kepada dirinya seolah wanita cantik sepertinya tidak masuk dalam kriteria.


Elizabeth pernah mengira jika Nathan mengalami kelainan mental seperti kaum pelangi yang menyukai sesama jenis. Tetapi setelah menyelidikinya sendiri, dia tidak menemukan jika pria itu mengalami gangguan ini.


Untuk saat ini Elizabeth akan menyingkirkan semua pertanyaan mengenai alasan Nathan mengabaikan dirinya. Karena sekarang dia harus fokus mencari tahu motif kejahatan yang dilakukan oleh pria itu.


"Ada hal yang membuatku bertanya-tanya selama ini. Apa alasanmu membunuh 22 anggota kepolisian yang tidak bersalah?" Elizabeth bertanya sambil menyiapkan ponsel untuk merekam suara secara diam-diam.


Moment dimana Nathan akan memberikan jawaban mengenai kasus pembunuhan berantai ini, tentu bisa membuat karir Elizabeth naik secara drastis mengingat pria itu merupakan anak kesayangan negara.


Alasan lain mengapa Elizabeth menantikan pengakuan dari Nathan, karena dia sudah lama ingin memasukan pria itu ke dalam penjara terlepas dari semua perasaan aneh yang dia miliki kepadanya.

__ADS_1


Elizabeth berpikir jika dia bisa menjebloskan Nathan ke dalam penjara. Semua perasaan aneh yang selalu membuat dadanya terasa sesak dan pikirannya selalu ada wajah pria itu akan segera menghilang.


Setelah mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Elizabeth. Nathan tertawa lirih dan hampir saja tersedak saat sedang minum, karena tidak percaya dengan apa yang disampaikan wanita cantik itu.


"Mengapa kau tertawa? Apa menurutmu melakukan pembunuhan berantai terlihat sangat lucu?" Elizabeth merasa geram saat melihat Nathan tertawa.


Elizabeth sangat tidak menyukai orang yang menertawakan kematian seseorang. Meski dirinya sudah banyak merenggut nyawa penjahat. Tetapi dia sama sekali tertawa di atas kematian mereka.


Pandangan Elizabeth sekarang benar-benar berubah tentang Nathan. Awalnya dia sempat berpikir jika Nathan merupakan pria baik-baik setelah membantu banyak tunawisma.


Sampai akhirnya Elizabeth baru mengingat jika Nathan hanyalah seorang psikopat dan penjahat murni yang menjual obat-obatan terlarang sampai senjata mematikan untuk meraup banyak keuntungan.


"Kau sepertinya sudah salah paham. Aku hanya tertawa setelah mendengar pernyataanmu yang menganggap mereka itu tidak bersalah."


"Ada waktunya kau harus menyelidiki riwayat hidup mereka lebih dulu Elizabeth. Sebelum kau memutuskan mereka bersalah atau tidak."


Saat Elizabeth bertanya untuk ke-dua kalinya kepada Nathan tentang alasannya melakukan pembunuhan. Pria itu tiba-tiba berhenti tertawa dan hanya tersenyum tipis tanpa mau menjawabnya.


Elizabeth tentu merasa kesal karena Nathan tidak menjawab pertanyaan yang selalu menghantui pikirannya setiap malam saat ingin tidur.


Tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Elizabeth mengeluarkan senjata api dari dalam jaket yang dia kenakan dan langsung menodong Nathan untuk memaksanya buka suara.


Dibawah tekanan yang diberikan oleh Elizabeth. Nathan masih bisa tetap menyetir mobil dengan tenang dan tidak menghiraukan wanita cantik itu yang sedang mendongkan senjata api.


Setelah melihat Electrical Gun V-1 tidak akan mempan digunakan untuk melukai Nathan. Elizabeth sudah menyiapkan senjata api biasa supaya bisa menekan pria tersebut.


Jari telunjuk Elizabeth sudah siap menarik pelatuk. Tetapi Nathan masih tetap mengabaikan ancaman yang diberikan wanita cantik itu kepada dirinya.

__ADS_1


"Aku berikan peringatan terakhir kepadamu. Jawab pertanyaanku sebelumnya atau..." Elizabeth benar-benar terlihat sudah tidak bisa menahan diri.


Jika Nathan sampai benar-benar tidak bisa memberikan jawaban yang pasti. Elizabeth tidak akan ragu lagi untuk menembak pria itu.


"Atau apa? Kalau kau ingin pekerjaanmu cepat selesai silahkan lakukan saja." Jawab Nathan tanpa melirik sedikitpun ke arah Elizabeth.


Elizabeth mengeratkan gigi melihat Nathan sama sekali tidak perduli jika ditembak. Raut wajah pria itu masih tampak tenang seolah tidak memiliki masalah yang perlu dipikirkan.


Pada akhirnya Elizabeth hanya bisa berdecak kesal dan menyimpan kembali senjata apinya. Jujur sekarang dia sangat ingin mengeksekusi Nathan ditempat, tetapi perasaannya menahan dirinya melakukan hal itu.


Nathan diam-diam melirik ke arah Elizabeth yang menggerutu di sampingnya dan tersenyum tipis. Dia akhirnya bisa menghela nafas ringan setelah hampir dibunuh oleh wanita cantik itu.


Dari System, Nathan mengetahui jika sebenarnya dia memiliki kelemahan dibagian kepala. Jika sampai dia tertembak dibagian tertentu maka efek regenerasi tidak akan aktif lagi dan membuat dirinya benar-benar tewas.


"Saat baku tembak sebelumnya kau sudah memprediksi jika aku akan menjadi sasaran dan dengan sengaja kau memberikan gelang ini bukan?" Tanya Elizabeth.


Elizabeth masih ingat jika sebelum sampai di lokasi pertarungan dengan Geng Bloody Love. Nathan sempat memberikan sebuah gelang yang memiliki fungsi penggunanya.


Nathan sengaja tidak memberitahu kepada Elizabeth secara spesifik kegunaan gelang tersebut, dan hanya memberi alasan jika sedang melakukan uji coba.


Melihat Nathan yang enggan menjawab pertanyaannya. Elizabeth sudah menyadari jika sebenarnya pria itu tidak mau mengakui sedang mengkhawatirkan dirinya.


Elizabeth tersenyum tipis karena sekarang sudah mengetahui sisi lain Nathan yang sangat pemalu. Menurutnya wajar bagi pria itu malu mengaku mengingat sifatnya yang introvert.


Penasaran dengan arah tujuan Nathan yang tidak menuju Bar King's saat sedang menyetir. Elizabeth memutuskan bertanya kemana pria itu ingin membawanya.


Tetapi Nathan hanya menjawab jika ingin mencari hiburan setelah lama tidak melihat Dunia luar dan ingin mencari suasana baru.

__ADS_1


__ADS_2