
Sore hari tampak pesawat angkut militer yang membawa Nathan dan Elizabeth sudah sampai di atas langit gurun Nevada. Beberapa pesawat jet tempur F-35 kemudian mengawal mereka menuju Area 51 yang sangat dirahasiakan.
Pesawat itu kemudian mendarat dengan selamat pangkalan militer. Sebuah mobil yang membawa Lloyd lalu mendekat saat pesawat sudah berhenti untuk menyambut kedatangan Nathan.
"Bagaimana perjalananmu? Apa terasa menyenangkan?" Tanya Lloyd sambil tersenyum menyapa Nathan yang baru saja tiba disana seperti seorang teman baik meski jarak usia mereka sangat jauh.
Sejumlah orang disana terkejut saat melihat kedekatan Nathan dan Menteri Pertahanan As. Mereka yang belum mengenal Nathan tentu saja merasa penasaran dengan sosok pria berusia 23 tahun itu.
"Lumayan menyenangkan tetapi sebaiknya kau meminta perbaikan pada sistem keamanan." Balas Nathan sambil tersenyum mencurigakan yang membuat Lloyd merasa sangat penasaran.
Merasa Nathan tidak akan memberitahu perbaikan pada sistem keamanan pada pesawat. Lloyd kemudian mengalihkan pandangan ke arah Elizabeth yang ada di samping Nathan dan meminta kepada wanita cantik itu untuk memberitahu apa yang sebenarnya terjadi.
Elizabeth menjelaskan sambil menatap kesal kearah Nathan. Sebelumnya pria itu dengan sengaja meretas sistem keamanan pesawat yang bertugas sebagai penyeimbang pesawat jika terjadi human error.
Saat pesawat sedang mengudara pilot merasa panik karena kehilangan kendali dan pesawat yang mereka tumpangi mulai turun kebawah secara ekstrim akibat ulah nakal Nathan di dalam kabin.
Mendengar penjelasan dari Elizabeth langsung membuat Lloyd merasa terhibur dan tertawa. Menteri Pertahanan As itu sadar maksud dari tindakan Nathan yang menyindir salah satu perusahaan keamanan pesawat dengan menunjukan kelemahan produk mereka.
"Lain kali jangan melakukan hal ini lagi. Kau bisa langsung berbicara denganku jika ingin mengambil alih pengadaan sistem keamanan pesawat." Ucap Lloyd sambil menepuk-nepuk pundak Nathan.
Melihat Lloyd yang sama sekali tidak marah kepada Nathan dan justru terlihat bangga. Langsung membuat semua orang termasuk Elizabeth tidak habis pikir dengan Menteri Pertahanan itu setelah sistem keamanan pesawat milik negara diretas oleh orang sipil.
__ADS_1
Kebocoran data penting negara tentu akan sangat dipertanyakan bahkan bisa saja disebar luaskan. Tetapi mereka tidak mengetahui jika sebenarnya Nathan sudah mendapatkan akses secara legal untuk mengetahui semua dokumen milik negara mengingat semua kontribusi yang dia lakukan.
Lloyd kemudian mengajak Nathan masuk kedalam hanggar pesawat yang dicat putih dan dijaga ketat oleh personel khusus. Tentu area itu bersifat sangat rahasia bahkan lebih dari sebagian prajurit yang bekerja di Area 51 tidak memiliki akses masuk ke sana.
Sejumlah pasukan khusus lalu membawakan barang-barang milik Nathan dan Elizabeth sesuai prosedur yang berlaku di sana. Tetapi Lloyd meminta kepada anak buahnya tidak menggeledah isi koper milik ke-dua orang itu karena terdapat prototipe dari projek rahasia.
Begitu masuk ke dalam hanggar pesawat bermarna putih. Nathan dan Elizabeth merasa heran karena tidak menemukan satupun pesawat di area seluas itu yang setidaknya bisa menampung lebih dari 20 pesawat Jet sekaligus.
Lantai hanggar tiba-tiba berguncang dan perlahan turun ke bawah seperti sebuah lift raksasa. Tampak sebuah pemandangan menakjubkan sekaligus mencekam disaksikan oleh Nathan dan Elizabet.
Pada lantai dua sampai lantai enam mereka melihat banyak prototipe pesawat rahasia yang sedang dikembangkan. Bahkan disana juga terdapat prototipe pesawat pengebom B2 Spirit versi terbaru yang masih dalam pengembangan.
Benar saja saat Lloyd menggunakan alat detektor. Dia menemukan kamera tersembunyi lengkap dengan mic kecil yang dikamuflase pada kancing baju yang dikenakan oleh Nathan.
Nathan hanya bisa tertawa canggung setelah tertangkap basah menyembunyikan sebuah kamera. Dia kemudian menyerahkannya kepada Lloyd yang langsung diinjak sampai hancur menggunakan sepatu.
Disisi lain Elizabeth tidak habis pikir dengan sikap Nathan yang bisa-bisanya membawa sebuah kamera tersembunyi ditempat paling rahasia seperti Area 51. Bisa saja Nathan langsung ditembak mati oleh salah satu pasukan khusus yang sedang mengawal mereka dari belakang.
Tidak berselang lama Lift raksasa berhenti disebuah tempat yang dinamakan sektor tujuh. Dari tampilannya menunjukan bahwa tempat tersebut dikhususkan untuk menyimpan hal-hal yang berkaitan dengan penjelasan manusia diluar angkasa.
Lloyd kemudian memimpin mereka memasuki bagian terdalam sektor tujuh. Selama perjalanan Nathan dan Elizabeth bisa melihat berbagai macam benda langit dari segala ukuran mulai dari sisa-sisa pesawat Apollo sampai bongkahan besar asteroid.
__ADS_1
"Sebenarnya apa yang ingin kau lakukan ditempat ini?" Elizabeth memutuskan untuk bertanya setelah merasa penasaran sejak awal keberangkatan mereka menuju Area 51 yang sangat legendaris.
Nathan kemudian menjelaskan jika dia datang ke sana untuk mencari sebuah Berlian yang nantinya akan digunakan sebagai komponen utama dalam pembuatan Electrical Air Defense.
Mendengar jawaban dari Nathan tentu saja membuat Elizabeth bertanya-tanya mengapa pria itu memerlukan Berlian disana padahal banyak toko perhiasan diluar sana yang menjualnya.
Sebelum Elizabeth bertanya lebih lanjut lagi. Dia langsung mendapat jawabannya sendiri setelah melihat sebuah berlian berukuran raksasa yang memiliki ukuran hampir setengah lapangan sepakbola, dan dijaga oleh beberapa orang serta sedang diteliti eh sejumlah ahli.
"Bukankah ini yang kau butuhkan, Tuan Nathan? Aku penasaran dari mana kau mengetahui jika kami memiliki Berlian sebesar ini..." Ucap Lloyd sambil melirik kearah Nathan yang sedang memperhatikan Berlian dihadapan mereka.
Nathan tidak menjawab pertanyaan dari Lloyd dan mendekati Berlian raksasa itu. Dia dengan hati-hati menyentuh bagian bawah berlian sambil berdecak kagum karena tidak menyangka tempat tersebut menyimpan Berlian ini.
"Berlian ini merupakan alasan utama Apollo 20 melakukan perjalanan rahasia dan menggiring opini publik jika misi dibatalkan." Balas Nathan yang langsung membuat Lloyd tertawa lirih dan sama sekali tidak menyangkalnya.
Elizabeth disana sebagai orang awam hanya bisa terdiam saat mengamati sebuah Berlian raksasa yang harganya tentu saja tidak bisa dianggap murah mengingat di ambil dari luar angkasa.
Berlian yang saat ini mereka lihat berasal dari planet Neptunus dalam misi pesawat Apollo 20. Misi ini sendiri melibatkan dua negara adidaya yang dulu sering bersitegang, yaitu misi gabungan antara pihak Amerika Serikat dengan Uni Soviet.
Sebenarnya ada kejadian mengejutkan saat pesawat Apollo 20 melakukan transit di Bulan. Mereka menemukan sebuah pesawat antariksa yang bukan milik manusia bumi dan memasukan penemuan itu kedalam arsip rahasia.
Nathan tentu sudah mengetahui arsip rahasia yang membahas penemuan pesawat antariksa milik makhluk dari luar bumi. Setelah mengurus masalah Berlian dia ingin mengunjungi salah satu penemuan yang dibawa oleh Apollo 20 dari dalam pesawat antariksa tersebut.
__ADS_1