Mafia Order System

Mafia Order System
Jurnal Pribadi


__ADS_3

Saking asiknya bermain Nathan dan Elizabeth tidak sadar sudah menghabiskan waktu seharian bersama sampai taman hiburan akn segera tutup di sore hari.


Mereka berdua kemudian memutuskan untuk segera kembali. Tetapi baru saja ingin berdiri dari kursi taman, Elizabeth tiba-tiba terjatuh dan terlihat kakinya yang sudah lecet akibat terlalu banyak berjalan.


Nathan yang baru mengetahui jika Elizabeth sudah menahan rasa sakit selama mereka bermain merasa tidak tega. Dia lalu berjongkok dan meminta kepada wanita cantik itu untuk naik keatas punggungnya.


Awalnya Elizabeth ingin menolak karena harga dirinya yang tinggi tidak ingin dianggap lemah. Tetapi setelah Nathan menggertaknya sedikit mau tidak mau menurut.


Elizabeth kemudian melanjutkan perjalan dengan digendong oleh Nathan. Tanpa sadar dia mulai mengantuk dan akhirnya tertidur karena merasa lelah.


Selain tertidur karena lelah bermain seharian penuh. Elizabeth merasa aroma tubuh Nathan sangat membuatnya candu dan nyaman.


Sesampainya di mobil Nathan langsung menempatkan Elizabeth dikursi belakang tanpa membangunkannya setelah melihat raut wajah wanita cantik itu yang kelelahan.


Nathan mengangkat sebelah alisnya ketika melihat Elizabeth masih memeluk boneka beruang yang mereka dapatkan saat sedang bermain.


Saat Nathan mencoba mengambil boneka itu dari tangan Elizabeth. Wanita cantik itu mengerang seperti anak kecil yang tidak ingin lepas dari mainan kesayangan meski sedang tidur.


Pada akhirnya Nathan membiarkan Elizabeth tidur sambil memeluk boneka beruang itu. Dia kemudian segera melanjutkan perjalanan kembali menuju Bar King's karena pasti sudah dicari oleh anggota yang lain.


Mobil yang dikendarai Nathan dan Elizabeth baru sampai didepan Bar King's saat langit sudah berubah menjadi malam.


Nathan kemudian membawa Elizabeth yang masih tidur masuk ke dalam Bar King's melalui pintu belakang dan menidurkan wanita cantik itu di suatu kamar khusus agar tidak terganggu.


Setelah membawa Elizabeth ke tempat tidur. Nathan pergi menuju ruangan lain untuk melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda dan harus selesai dalam waktu dekat.


Nathan mengeluarkan sebuah alat di atas meja yang merupakan proyektor 3 dimensi. Tampilan rancangan gelang pelindung yang sebelumnya di uji coba kepada Elizabeth langsung muncul di atas meja.

__ADS_1


Detail rancangan Electrical Armour kembali Nathan perhatikan. Dia ingin mencari letak kesalahan program yang membuat pelindung elektrik itu sampai bisa telat merespon dan membuat Elizabeth terkena satu tembakan.


Saat Nathan sedang mencari letak kesalahan pada Electrical Armour buatannya. Katarina tiba-tiba datang ke ruangan kerjanya setelah melihat dirinya kembali dari taman hiburan.


Melihat tampilan 3 dimensi di atas meja kerja Nathan. Mata Katarina seketika berbinar dan dengan antusias dia mendekat untuk melihat apa yang sebenarnya pria itu kerjakan.


"Guru, apa yang sedang kau kerjakan dengan rangkaian nano ini?" Tanya Katarina sambil memperhatikan rangkaian Electrical Armour rancangan Nathan.


Tanpa seijin dari Nathan. Katarina yang sangat antusias menyentuh hologram di atas meja dan membuat rancangan Electrical Armour milik pria itu menjadi acak-acakan tidak beraturan.


Katarina sekarang terlihat seperti anak kecil yang sangat ingin mengetahui hal baru terutama saat menyangkut tentang bidang teknologi dan sains.


Melihat Katarina yang mengacaukan pekerjaannya. Nathan langsung mengetuk tangan milik wanita itu menggunakan tongkat kayu sampai membuatnya meringis kesakitan.


"Ini merupakan pelindung elektrik yang sedang aku kembangkan. Mungkin kau sudah melihatnya saat Elizabeth diserang sebelumnya, bukan?" Balas Nathan sambil melirik tajam ke arah Katarina seperti seorang guru jahat.


Katarina tertawa canggung saat Nathan memberikan tatapan tajam kepada dirinya. Dia baru menyadari sudah membuat rancangan pria itu menjadi kacau berantakan.


"Tunggu sebentar. Kenapa kau memanggilku guru? Aku tidak pernah ingat sudah mengangkatmu sebagai seorang murid?" Tanya Nathan yang membuat Katarina kembali tertawa canggung.


Katarina kemudian menyampaikan niatnya untuk berguru kepada Nathan dan siap menjadi asisten selama dia belajar bersama dengan pria itu bahkan tanpa gaji sepeserpun.


Mendengar permohonan dari Katarina tentu saja Nathan menolaknya mentah-mentah, meski wanita itu sudah memohon dan akan melakukan apa saja asalkan bisa menjadi muridnya.


Katarina bahkan tanpa ragu bahkan mencoba untuk menggoda Nathan. Tetapi pria itu sama sekali tidak tertarik dan menjauhkan dirinya menggunakan tongkat kayu seperti mengusir hama.


Melihat sikap Nathan yang sangat tangguh dan tahan akan godaan. Katarina akhirnya terpaksa menggunakan kartu AS miliknya yang terakhir dan sangat berharga.

__ADS_1


Sebuah buku jurnal berwarna merah Katarina keluarkan. Dia kemudian memberitahu jika buku itu merupakan jurnal pribadi milik Elizabeth yang sudah dia curi tadi pagi.


"Sekarang mari buat kesepakatan. Aku akan memberikan jurnal ini kepadamu dan sebagai gantinya aku ingin kau mengangkatku sebagai murid. Bagaimana, bukannya ini tawaran yang cukup bagus bukan?"


Katarina menyeringai melihat Nathan yang akhirnya melirik jurnal ditangannya. Dia sudah menyadari jika pria itu tertarik kepada Elizabeth setelah melihat perlakuan spesial yang Nathan berikan kepada ketuanya.


Keyakinan Nathan sekarang mulai sedikit goyah. Jika dia bisa memiliki jurnal milik Elizabeth artinya semua kelemahan wanita cantik itu akan ia ketahui seluruhnya.


"Siapa yang akan tertarik dengan jurnal milik wanita kasar sepertinya. Lebih baik kau segera mengembalikannya sebelum terkena masalah." Nathan terlihat menyembunyikan ketertarikannya dibalik wajah tebalnya.


Hal ini sengaja Nathan lakukan untuk meruntuhkan kepercayaan diri Katarina, yang bisa membuatnya bisa mendapatkan lebih banyak keuntungan dari wanita itu.


Katarina berdecak kesal dan akhirnya mengeluarkan satu jurnal tambahan milik Elizabeth agar Nathan mau membuat kesepakatan dengannya.


Nathan tentu saja langsung menerima dua buah jurnal pribadi milik Elizabeth, dan akhirnya setuju untuk membimbing Katarina dengan beberapa syarat tambahan.


Meski menelan kerugian yang cukup besar saat melakukan pertukaran dengan Nathan. Katarina terlihat sedikit murung tetapi disisi lain dia merasa senang diterima sebagai murid pria itu.


Katarina kemudian menanyakan soal hubungan Nathan dengan Elizabeth. Dia juga sedikit menyinggung pria itu dengan menanyakan apakah tertarik kepada ketuanya atau tidak.


Sayangnya Nathan enggan memberikan jawaban dan meminta Katarina untuk kembali lagi besok sebelum dirinya berubah pikiran.


Katarina berdecak kesal melihat sikap guru pembimbingnya. Dia sekarang menyadari alasan Elizabeth selalu mengeluhkan tentang Nathan setiap malam kepadanya.


Karena tidak ingin Nathan berubah pikiran. Akhirnya Katarina memutuskan membiarkan pria itu sendiri untuk memperbaiki rancangan yang sebelumnya sudah dia kacaukan.


Bukannya kembali ke dalam ruangannya. Katarina sekarang menuju kamar milik Elizabeth untuk melanjutkan penyelidikannya tentang hubungan wanita cantik itu dengan Nathan.

__ADS_1


Katarina tentu saja tidak akan menyukai Nathan dan hanya menganggapnya sebagai guru pembimbing. Lagi pula dia khawatir jika Elizabeth marah kepadanya setelah melihat reaksi wanita cantik itu saat dirinya menggoda Nathan tadi pagi di dalam mobil.


__ADS_2