
Percikan api dan asap keluar dari ujung laras setiap kali Nathan melepaskan tembakan. Satu-persatu selongsong peluru berjatuhan di atas lantai menghasilkan bunyi logam yang memecahkan suasana.
Suara rentetan tembakan bergema mengisi kekosongan lorong markas Geng The Brothers. Anggota geng mulai banyak yang berjatuhan di lantai dan membuat pemandangan semakin mencekam di malam ini.
Lantai satu markas Geng The Brothers tampak sudah sangat kacau dengan mayat anggotanya yang bergelimpangan dimana-mana bersimbah darah.
Nathan dan Elizabeth lalu melanjutkan serangan menuju lantai dua setelah memastikan semua area di lantai satu sudah bersih dari anggota Geng The Brothers yang sebelumnya datang tidak ada hentinya.
Begitu sampai di lantai dua. Nathan dan Elizabeth langsung mendapat sambutan dari anggota geng yang langsung melepaskan ratusan tembakan secara membabi-buta kepada mereka berdua.
Serangan kejutan yang diberikan anggota Geng The Brothers tampaknya tidak menghentikan pergerakan Nathan dan Elizabeth saat mencoba menerobos masuk ke lantai dua.
Elizabeth dengan Electrical Armour dan Electrical Gun V1 berhasil menghancurkan formasi serangan kejutan dari anggota Geng The Brothers yang sudah menunggu mereka berdua disana.
"Sial! Mengapa peluru tak bisa menggores sedikitpun wanita itu?!" Seorang anggota geng berdecak kesal saat tembakannya tidak bisa melukai Elizabeth.
Posisi Elizabeth sekarang benar-benar terbuka dengan berada di tengah lorong tanpa berlindung. Wanita cantik itu dengan santainya berjalan mendekat sambil menembak anggota Geng The Brothers yang menghalangi jalannya menjadi abu.
Electrical Armour yang sudah Nathan perbaiki dalam semalam, sekarang bekerja dengan sangat baik saat Elizabeth gunakan dan tidak mengalami malfungsi seperti telat merespon serangan seperti sebelumnya.
Orang lain mungkin saja mengira bahwa Elizabeth menggunakan semacam sihir sampai tubuhnya sangat kebal, bahkan peluru tajam sama sekali bisa menggores pakaiannya.
Tetapi jika dilihat lebih detai lagi ada semacam lapisan tipis yang menyelimuti seluruh anggota tubuh Elizabeth mulai dari telapak kaki sampai ujung rambut.
Lapisan yang terbuat dari susunan elektron membentuk serta menyerupai kepingan sarang lebah dalam ukuran mikro dan tidak bisa dilihat hanya dengan mata telanjang.
Anggota geng yang melihat Nathan menjadikan Elizabeth tameng hidup, berpikir jika pria itu sama sekali tidak tahu malu karena berlindung di balik seorang wanita.
__ADS_1
Jika dibilang Nathan berlindung di balik Elizabeth sebenarnya tidak. Pria itu memberikan dukungan kepada Elizabeth dari belakang, dan masuk ke dalam ruangan-ruangan yang dilewatkan oleh wanita cantik itu untuk menghabisi anggota geng yang bersembunyi disana.
Benar saja karena terlalu fokus menyerang formasi bertahan anggota Geng The Brothers. Elizabeth sampai tidak memperhatikan jika seorang anggota geng tiba-tiba keluar dari sebuah ruangan dengan membawa sebuah tongkat baseball.
Elizabeth yang baru menyadari serangan sergapan dari satu anggota Geng The Brothers tidak mempunyai banyak waktu untuk menghindar.
Wanita cantik itu memejamkan mata dan hanya bisa pasrah menerima pukulan tongkat baseball karena dirinya tidak yakin Electrical Armour ciptaan Nathan bisa menahan serangan kasar seperti ini.
Banggg!!!
Suara tembakan dari peluru berkaliber 50mm terdengar nyaring dan tidak lama kemudian disusul suara tubuh manusia yang jatuh ke lantai.
Elizabeth perlahan membuka mata karena merasa penasaran dengan apa yang terjadi. Begitu membuka mata dia terkejut menemukan anggota Geng The Brothers yang ingin memukul dirinya menggunakan tongkat baseball sudah tergeletak tidak bernyawa.
Pandangan mata Elizabeth kemudian tertuju ke arah Nathan yang berdiri di belakangnya. Melihat pria itu melindungi dirinya tentu saja membuat Elizabeth merasa senang.
Elizabeth yang merasa kesal tiba-tiba menembak ke arah kepala Nathan tanpa keraguan sedikitpun. Beruntung Nathan bisa membaca jalur lintasan tembakan dan menghindar.
"Apa kau sudah gila?" Nathan tidak percaya Elizabeth benar-benar akan menembaknya kali ini tanpa keraguan sedikitpun dari tatapan matanya.
Saat menengkok kebelakang Nathan menemukan seorang anggota Geng The Brothers yang tubuhnya mulai menjadi abu setelah terkena tembakan dari Elizabeth.
Elizabeth kemudian balik berdecak sambil tersenyum kepada Nathan setelah berhasil menyelamatkan pria itu. Sekarang poin mereka sama dan sudah jelas jika pemenangnya akan mendapat balas budi dari yang kalah.
Jika saja Elizabeth tidak menembak anggota Geng The Brothers yang pura-pura mati dan melakukan serangan kejutan dari belakang.
Mungkin Nathan sekarang sudah benar-benar tewas dengan lubang pada bagian kepala akibat terkena tembakan dari anggota Geng The Brothers.
__ADS_1
Walau sudah diselamatkan. Nathan masih sangat terkejut karena Elizabeth tidak memberikan peringatan untuk menunduk dan langsung melepaskan tembakan.
Nathan hanya bisa menggelengkan kepala sambil tertawa lirih seakan tidak percaya dengan tindakan Elizabeth sebelumnya yang terkesan benar-benar ingin membunuh dirinya.
Wajar saja jika Elizabeth memiliki niat untuk membunuh Nathan. Selain karena pria itu selalu mengatakan sindiran kepada dirinya, Elizabeth sebenarnya ingin menghilangkan perasaan aneh di dalam hatinya yang membuat dirinya selalu memikirkan Nathan.
Dengan cara membunuh Nathan, Elizabeth berharap perasaan aneh itu bisa hilang dan membuatnya tidak memikirkan pria menyebalkan tersebut.
Namun sampai sekarang Elizabeth tidak bisa melakukannya karena setiap kali dirinya berencana membunuh Nathan. Dia selalu merasa gelisah yang membuatnya sampai sekarang tidak bisa berpikir dengan jernih.
Begitu pertahanan yang dibentuk oleh anggota Geng The Brothers di lorong terpecah belah. Nathan dan Elizabeth kemudian segera membagi tugas.
Nathan akan membersihkan setiap ruangan di area sebelah kiri, sementara Elizabeth mengurus sisi bagian kanan untuk mempersingkat waktu.
Dua orang yang sebelumnya sempat bermusuhan karena terjadi kesalah pahaman. Sekarang mereka berdua terlihat bisa bekerja sama dengan baik dan memiliki kecocokan di atas rata-rata.
Gerakan Nathan dan Elizabeth benar-benar sangat terorganisir. Mereka memberi dukungan satu sama lain seakan memiliki pikiran yang terhubung.
Dalam kurun waktu 15 menit mereka berdua berhasil membersihkan semua area di lantai dua. Nathan dan Elizabeth kemudian segera menuju lantai tiga tanpa membuang waktu sedikitpun.
Tujuan mereka tidak lain adalah Andreas yang sudah dicurigai terlibat dengan Margareth. Informasi ini mereka dapatkan setelah menginterogasi salah satu kaki tangan Andreas selama serangan di lantai dua berlangsung.
Untuk ke-dua kalinya Nathan dan Elizabeth langsung mendapat serangan kejutan dari anggota Geng The Brothers saat baru sampai di lantai tiga.
Kali ini serangan anggota Geng The Brothers tidak tanggung-tanggung. Mereka menggunakan senjata kelas berat seperti machine gun untuk menyerang Nathan dan Elizabeth.
Anggota Geng The Brothers juga menggunakan shootgun yang bisa dikatakan merupakan senjata tidak manusia untuk digunakan pada masa ini.
__ADS_1
Tetapi jelas serangan terakhir mereka tidak bisa menghentikan langkah Nathan dan Elizabeth yang terus menerobos masuk menuju ruangan pribadi milik Andreas.