Mafia Order System

Mafia Order System
Patah Hati


__ADS_3

Tanpa ada seorangpun yang akan menganggu di dalam ruangan kerja. Nathan meraih sebuah kursi dan memperhatikan dua buah buku jurnal bersampul merah di atas meja.


Nathan mengabaikan rancangan Electrical Armour miliknya terlebih dulu. Sekarang ada hal yang lebih penting untuk dipelajari yaitu Jurnal pribadi milik Elizabeth.


Harapan Nathan setelah membaca Jurnal pribadi milik Elizabeth adalah untuk menemukan sumber yang membuat wanita cantik itu sampai ditandai sebagai ancaman oleh System.


Jujur saja setelah tinggal bersama dengan Elizabeth selama satu bulan. Nathan tidak pernah sekalipun merasa terancam meski beberapa kali berselisih dengan wanita cantik itu.


Halaman demi halaman Jurnal pribadi milik Elizabeth mulai Nathan baca dan hafalkan dalam waktu singkat. Kemampuan ini sendiri dia dapatkan setelah membeli paket Super Copy yang tentu saja sangat membantunya.


Ekspresi Nathan beberapa kali sempat berubah saat membaca Jurnal pribadi milik Elizabeth sampai halaman terakhir yang ada di Jurnal selanjutnya.


Setelah membaca dua Jurnal pribadi milik Elizabeth. Nathan sekarang merasa heran karena tidak menemukan sesuatu yang membuat wanita cantik itu sampai dianggap ancaman oleh System.


Isi dari Jurnal itu hanya berisi keluh kesah Elizabeth dan beberapa moment yang menurut wanita cantik itu memiliki kesan tersendiri di setiap cerita.


Meskipun tidak menemukan sumber penyebab Elizabeth dianggap sebagai ancaman. Nathan sekarang sudah mengetahui hampir semua kenangan baik dan buruk milik wanita cantik itu.


Sudut bibir Nathan sempat berkedut saat menemukan catatan milik Elizabeth yang menceritakan tentang dirinya. Dalam cerita itu Elizabeth hanya memberikan umpatan dan sama sekali tidak menuliskan kebaikan milik Nathan.


Nathan menghela nafas panjang dan memutuskan untuk menyimpan dua buah Jurnal pribadi milik Elizabeth ke dalam penyimpanan dimensi System, agar lebih aman sebelum mengembalikannya saat sudah menemukan waktu yang tepat.


Sekarang Nathan juga sudah mengetahui jika Elizabeth memiliki masalah dengan ke-dua orang tuanya. Hal ini tidak terlepas dari pertunangan wanita cantik itu.


"Ternyata dia berasal dari keluarga yang cukup terpandang. Pantas saja semua perlengkapannya terbilang sangat canggih, meski tidak sebaik miliku." Nathan bergumam membayangkan kehidupan mewah yang dijalani oleh Elizabeth.


Lahir dari keluarga yang terbilang sederhana dengan orang penjual bunga. Nathan sama sekali tidak pernah merasakan kehidupan mewah seperti yang ada di dalam Jurnal pribadi milik Elizabeth, dimana wanita cantik itu sejak kecil sudah tinggal di sebuah Mansion mewah.

__ADS_1


Nathan sendiri belum mengetahui silsilah ibunya yang sebenarnya berasal dari keluarga terpandang. Dia hanya mengetahui jika ke-dua orang tuanya dulu merupakan imigran gelap.


Pria itu bahkan tidak ingat jika pernah bertemu dengan Alexander kakeknya sendiri. Mengingat keduanya hanya pernah bertemu dua kali saat Nathan masih berusia 5 tahun.


Nathan termenung saat memikirkan kembali status Elizabeth yang sekarang sudah menjadi tunangan pria lain. Suasana seketika mendadak menjadi hening di dalam ruangan tersebut.


[ System mendeteksi perubahan suasana hati Tuan rumah yang menurun sangat tajam. Dalam kasus ini System menemukan jika Tuan rumah sedang mengalami apa yang disebut sebagai patah hati ]


Mendengar perkataan yang diucapkan System. Nathan hanya bisa tertawa lirih dan tersenyum tipis karena tidak menyangka jika System akan memiliki fitur pendeteksian suasana hati.


Nathan sama sekali tidak menyangkal apa yang dikatakan oleh System dan hanya diam membisu sambil menikmati segelas anggur merah.


Pria itu akhirnya baru ingat jika seharian ini masih mengenakan setelan Jas berwarna hitam dan belum sempat berganti pakaian yang membuatnya sedikit bau badan.


Saat membuka Jas Nathan tidak menyangka jika kemeja putih yang dia kenangkan sekarang sudah berlumuran darah segar dari bagian pinggang.


Akhir-akhir ini karena terlalu banyak pikiran. Ketenangan Nathan menjadi sedikit terganggu dan menyebabkan regenerasi lukanya sekarang menjadi tidak stabil.


Nathan sama sekali tidak menyadari jika sedang terluka. Pantas saja saat menghabiskan waktu bersama Elizabeth di taman hiburan, dia merasakan sedikit nyeri dibagian pinggang.


Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu ruang kerja milik Nathan. Begitu pintu terbuka terlihat Harold yang datang untuk memenuhi panggilan dari Nathan sebelumnya.


"Kau datang di waktu yang tepat, Tuan Harold..." Nathan tertawa lirih melihat sosok Harold yang sepertinya baru tiba setelah menempuh perjalanan selama berjam-jam dari New York.


Melihat tangan Nathan berlumuran darah saat sedang memegang pinggang. Harold segera menghampiri pria itu untuk mengetahui luka yang dideritanya.


Harold terkejut bukan main saat membuka kemeja putih yang Nathan gunakan. Dia melihat pria itu menerima luka beberapa luka tembak di pagian punggung serta pinggang.

__ADS_1


Pantas saja kemeja putih milik Nathan berlumuran banyak darah. Harold tanpa pikir panjang akhirnya langsung melakukan operasi untuk mengambil peluru yang bersarang di tubuh Nathan tanpa menggunakan anestesi.


Satu-persatu peluru mulai Harold kumpulkan di sebuah wadah. Total ada 6 buah peluru yang bersarang di tubuh Nathan dan berhasil Harold.


"Meski sekarang baru di uji coba. Tetapi sebaiknya Tuan muda meminum serum ini untuk mempercepat penyembuhan luka." Harold mengeluarkan sebuah serum yang sama dimiliki oleh Sebastian dan menawarkan kepada Nathan.


Melihat serum di tangan Harold. Nathan dengan halus menolak untuk meminumnya dan meminta kepada Harold menjahit saja lukanya secara normal.


Nathan tentu saja memiliki alasan kuat untuk tidak meminum serum ciptaan Harold. Hal ini karena dia sudah mengetahui formula utama pembuatanya setelah melakukan pemindaian singkat dengan bantuan System.


Walau merasa bingung mengapa Nathan menolak serum miliknya sebelum mencoba. Harold pada akhirnya hanya menuruti permintaan Nathan untuk dijahit saja lukanya.


"Apa kau sudah sadar mengapa aku memintamu untuk segera menemuiku, Tuan Harold?" Nathan tiba-tiba bertanya saat sedang dalam sesi menjahit.


Pertanyaan yang dilontarkan oleh Nathan. Membuat Harold tanpa sadar menelan saliva dalam-dalam dan merasa ada sebilah pisau yang sudah siap memenggal kepalanya.


Tanpa perlu dijelaskan, Harold tentu saja sudah langsung bisa menebak kemana arah pembicaraan Nathan yang membuatnya menjadi gugup.


Hal ini tidak lain berkaitan dengan serum ciptaan milik Harold yang terbilang sangat kontroversial, karena bisa menyembuhkan luka luar dalam waktu sekejap.


"Saya siap menerima konsekuensinya, Tuan muda." Harold menundukan kepala dan berhenti menjahit luka milik Nathan.


Dengan gugup Harold segera menjelaskan penelitian yang selama satu bulan terakhir dia kerjakan kepada Nathan.


Sejak melihat luka milik Nathan bisa sembuh dalam waktu satu malam. Harold merasa penasaran dan secara diam-diam tanpa izin terlebih dulu mengambil sample darah pria itu untuk diteliti.


Dalam penelitiannya Harold menemukan ada sebuah mikroba aneh di dalam sel darah milik Nathan. Setelah melakukan dia menemukan jika mikroba tersebut mampu meregenerasi luka seseorang dengan cepat.

__ADS_1


Harold kemudian mencoba memperbanyak jumlah mikroba tersebut. Meski efeknya hanya mampu menyembuhkan luar saja dan tidak seefektif milik Nathan, tetapi Harold berhasil melakukan pekerjaan yang terbilang sangat sulit ini.


__ADS_2